
Setelah melewati malam itu, malam yang terasa cukup panjang bagi Nara seorang. Kini saatnya ia menemui pria yang telah di atur Antonio untuk kencan buta dengan nya. Nara dengan sengaja berpenampilan semenarik mungkin walau dirinya telah berbadan dua namun tidak merubah penampilan Nara saat ini, untuk menyembunyikan perutnya yang terlihat membesar ia menggunakan dress yang sedikit besar namun terlihat modis.
Dengan rasa percaya diri dan tanpa keraguan Nara melangkah keluar dari kamarnya menuju pintu utama, tentu saja pergerakkan nya di pantau langsung oleh Rey yang kebetulan hari itu adalah hari libur. Tidak hanya Rey tetapi dengan Megan juga yang mencemaskan putrinya.
Sedari dalam rumah sampai keluar mata Rey tidak lepas dari Nara meski ada Gaby di sampingnya. Sempat ia di tegur oleh Gaby namun Rey punya banyak alasan untuk mengelak sampai ia bisa pergi keluar tanpa diikuti istrinya.
Sesampainya di tempat yang telah di tentukan Antonio, Nara duduk di salah satu meja yang telah di pesan sebelumnya. Dengan duduk yang anggun ia menunggu pria yang akan menjadi pasangan kencan buta nya itu. Tidak lama Nara menunggu seseorang dengan berpakaian rapi menghampirinya, ia mengira jika itu adalah orang yang di tunggu nya namun ternyata dugaannya salah.
Dia adalah Rey yang berhasil menyusulnya, pria itu menarik tangan Nara dan mengajaknya pergi dari ditempat itu namun dengan kuat Nara tetap berdiam diri di tempat dan menolak ajakan Rey. Pada pertemuan semalam memang terjadi sedikit perdebatan dari keduanya hingga sampai saat ini perasaan Nara pun masih kesal terhadapnya.
"Pantaskah kau menemui pria lain di saat kau sudah punya suami?" Rey mencoba untuk menahan emosi nya agar tidak membludak dengan cara bicara perlahan pada Nara.
"Kau masih menganggap ku istri mu?" Sahut Nara dengan santai.
"Itu sudah jelas! Kenapa kau masih mempertanyakannya?"
"Karena aku butuh pengakuan keluarga dan juga publik, kau bersedia dengan itu?"
"Nara please!! Apa yang membuatmu jadi seperti ini? Kenapa kau seolah meragukan ku?"
Sebelum Nara menjawab pertanyaan Rey, orang yang di pilih Antonio pun datang menghampiri keduanya, dengan segera Nara menarik tangan Rey dan menggeser kan nya ke sisi lain. Terlihat senyum sapa dari keduanya yang membuat hati Rey bergejolak dalam api cemburu.
Alih-alih pergi dari tempat itu, Rey lebih memilih untuk tetap diam dan duduk di samping Nara hingga membuat istrinya berdecak kesal. Tidak hanya menyapa Nara tetapi pria itu juga menyapa Rey yang sudah pasti dia tau siapa itu Rey Marvin hanya saja tidak tahu mengenai hubungannya dengan Nara.
Tidak banyak kata yang di bicarakan Nara dan pria itu, hanya saling berkenalan dan di lanjutkan obrolan biasa. Namun merasa tidak enak dengan kehadiran Rey di samping Nara, pria itupun memberanikan diri untuk menanyakan untuk apa Rey ikut berada disana bersama Nara.
"Aku kira pertemuan kita hanya berdua."
"Ohh dia hanya mengantarku kesini dan akan segera pulang." Sahut Nara.
"Tidak, siapa bilang aku akan pulang? Walau kau hanya adik tiri ku tapi aku punya rasa tanggungjawab atas keselamatan mu." Sahut Rey yang tersenyum sinis.
"Adik tiri ya?" Ucap Nara dengan senyuman yang tidak terima.
Nara pun langsung beranjak dan menarik pria yang yang ada di depannya itu untuk pergi dari sana. Melihat tingkahnya yang seperti membuat Rey semakin terbakar api cemburu kini ia tidak bisa lagi menahan semuanya sampai Rey menyerukan nama Nara dan membuatnya berhenti melangkah.
Ia segera menghampiri Nara dan melepaskan genggamannya dari tangan pria asing itu. "Kenapa? Tidak mungkin kan kau ikut orang yang sedang kencan?" Nara menatap sinis mata Rey, pikirnya pria yang berstatus sebagai suaminya itu akan diam dan membiarkannya pergi ternyata dugaan Nara salah.
"Suami mana yang rela membiarkan istrinya pergi dengan pria lain." Rey menatap Nara serta pria di depannya dengan bergantian.
Pernikahannya dengan Gaby yang di gelar begitu meriah dengan undangan ribuan serta beberapa wartawan tentu saja tidak sedikit yang tahu siapa pasangan Rey saat ini. Hingga Reksa sendiri di buatnya kaget ketika Rey mengatakan bahwa Nara adalah istinya terlebih Areksa merupakan putra dari rekan bisnis Antonio.
"Aku tidak mengerti dengan semua ini, bisa kau jelaskan sebelum kau membawanya pergi?" Tanya Areksa atau biasa di panggil Reksa itu.
"Tidak penting untuk aku menjelaskannya." Sahut Rey yang menarik tangan Nara namun Reksa kembali menggenggamnya dan tidak melepaskan itu.
"Bukankah dia kakak tiri mu? Lalu apa yang di katakan nya barusan?" Tanya Reksa kembali.
"Jika apa yang di katakan nya benar apa kau akan melepaskan ku?" Tanya Nara.
"Tentu." Sahut Reksa.
Nara memberi penjelasan dan membenarkan apa yang di katakan Rey, namun Reksa masih tidak percaya dengan apa yang di katakan nya. Sampai kesabaran Rey kini mulai habis ia pun membuktikannya dengan tindakan, Rey mencium bibir Nara selama beberapa detik hingga membuat beberapa orang disana terkaget termasuk Reksa.
Tidak sedikit dari mereka yang melihat mengambil foto mereka berdua dan mengunggahnya di media sosial dengan caption yang bertanya-tanya. Pasalnya publik tahu betul siapa istri dari seorang pengusaha ternama Rey Marvin.
Setelah melakukan itu tanpa berkata lagi Rey membawa Nara pergi dari tempat itu masuk kedalam mobilnya. Dalam raut wajah Nara mungkin terlihat biasa saja namun dalam hatinya ia telah berhasil dengan misi pertamanya.
"Kau sadar dengan apa yang kau lakukan tadi?" Tanya Nara setelah berada di dalam mobil.
"Tentu aku sangat sadar, kau tidak perlu mencemaskan itu aku bisa mengurusnya."
"Opini publik sangatlah berbeda, bagaimana dengan papa mu? Kau bisa menghadapinya? Bahkan jika aku lihat sepertinya Gaby menantu kesayangannya." Sahut Nara yang merapikan rambutnya sambil bercermin dalam spion.
"Tidak jika kamu bisa mengambil hatinya, terlebih kau akan memberikannya seorang cucu yang akan menjadi penerus."
"Itu jika anak laki-laki bagaimana jika ternyata dia perempuan?"
"Jangan terlalu banyak bicara dan memikirkan hal lain, dengan kamu tetap di samping ku itu sudah cukup."
"Baiklah." Sahut Nara dengan sudut bibir yang terangkat dan membentuk senyuman.
Benar saja, belum juga Rey dan Nara sampai ke rumah, Antonio telah mengetahui berita yang tersebar itu. Ia segera menyuruh asistennya untuk menghapus foto serta berita mengenai Rey dan Nara namun semua terlambat sebelum berita itu di hapus Gaby telah melihatnya lebih dulu.
Terdengar suara pecahan beberapa barang dari dalam kamar Gaby hingga menarik perhatian Antonio dan Megan yang langsung berlari ke kamar Gaby untuk melihat apa yang terjadi.
****