Ceo'S Secret Wife

Ceo'S Secret Wife
Bab 33



Setelah mendapatkan kabar dari asistennya bahwa Rey dan Nara hari ini kembali ke perusahaan, dengan segera Antonio mengubungi Nara dan memintanya untuk pulang ke rumah utama karena menurutnya sudah cukup lama Nara tidak pulang ke rumah utama yang kini menjadi rumahnya juga.


Tidak bisa mengelak, Nara pun menerima permintaan papa tirinya itu, ia membicarakannya dengan Rey sebelum mereka pulang ke rumah utama. "Desta akan mengantarkan mu pulang, aku masih harus disini karena masih ada yang belum selesai." Ucap Rey menjelaskan pada Nara. Awalnya ia menolak namun setelah Rey membujuknya akhirnya ia pun menyetujuinya.


Hari mulai gelap, Desta mengantarkan Nara pulang ke rumah utama. Sudah begitu lama Nara tidak menginjakkan kakinya disana rasanya begitu asing untuk dia berada disana tanpa Rey di sampingnya.


Kedatangannya di sambut hangat oleh Megan dan juga Antonio, ohh tidak hanya mereka masih ada satu orang yang berada di rumah itu yaitu Gaby. Walau dengan rasa yang malas mau tidak mau Nara harus bersikap baik terhadap istri pertama suaminya itu.


Usia kandungan Nara memanglah masih muda hingga tidak begitu terlihat hanya saja badan nya agak berisi menjadi pertanyaan Gaby. Nara hanya bisa menjawab mungkin ia terlalu banyak makan akhir-akhir ini hingga berat badan nya sedikit bertambah. Gaby mengangguk percaya dengan apa yang di katakan nya, sementara dengan Megan terus memperhatikan keduanya ia takut jika terjadi sesuatu pada putri dan calon cucu nya.


"Sepertinya kau cukup lelah setelah bertugas dari luar kota, aku sudah menyiapkan kamar untuk mu, beristirahat lah sebentar sebelum makan malam." Ucap Gaby yang mengantar Nara masuk kedalam kamarnya.


Nara hanya bisa mengangguk dan tersenyum paksa sebelum akhirnya Gaby keluar dari kamar itu. Nara berdecak kesal terhadap tingkah laku Gaby yang seperti itu. "Apa kau masih akan melakukan hal yang sama jika kau tau bahwa aku adalah istri simpanan suami mu? Ck, sungguh menyebalkan." Gumam Nara yang berbicara sendiri.


Waktu makan malam pun tiba, Megan memanggil Nara untuk segera ke ruang makan bersamanya. Siapa sangka Rey telah kembali dari perusahaan dan nampak sedang duduk disalah satu kursi disana terlihat juga Gaby yang duduk di samping Rey dengan celotehan-celotehannya yang di keluarkan pada suaminya itu.


Nara yang melihat itu mengepalkan tangannya dan hendak berbalik namun Megan yang masih berdiri di sampingnya menahan putrinya agar tetap bersikap tenang. Ia juga menggenggam tangan Nara untuk meredakan emosi nya. "Kau tidak perlu cemburu melihatnya, ingatlah anak yang ada di dalam kandungan mu." Ucap Megan yang menguatkan Nara.


Nara memejamkan matanya sejenak dan mengatur nafasnya ia pun melangkah menghampiri mereka yang telah menunggu disana. "Maaf telah membuat kalian menunggu lama." Ucap nara yang kemudian duduk depan Rey dan di samping Megan.


"Tidak apa, ayo makan." Sahut Antonio yang memulai makan malamnya.


Terlihat Gaby yang dengan sengaja mengambilkan lauk untuk suaminya. Rey yang mendapatkan perlakuan seperti itu tentu saja merasa tidak enak dengan Nara yang berada di depannya.


"Kenapa makan mu seperti itu? Apa kau tidak enak badan?" Tanya Antonio pada Nara yang terlihat hanya memainkan alat makan nya.


"Ahh... Tidak, aku hanya sedang mengurangi porsi makan ku saja." Sahut Nara seraya tersenyum.


"Ekhem." Rey berdehem mendengar ucapan Nara yang seperti itu.


Entah itu sengaja atau tidak yang jelas ucapan Nara berhasil menarik perhatian Rey.


"Di usia mu yang sekarang papa rasa sudah saatnya kau memiliki suami untuk menjaga mu." Antonio tiba-tiba mengatakan hal yang membuat semuanya terkejut.


Semua terdiam tidak ada yang bersuara sedikitpun sampai Antonio kembali mengutarakan maksudnya. "Kebetulan rekan bisnis papa memiliki seorang putra yang usianya tidak jauh denganmu, masih muda dan sukses di dunia bisnis seperti Rey kau ingin menemuinya?" Sambung Antonio yang sama sekali tanpa ada basa-basi.


"Baiklah, papa atur semuanya nanti aku akan menemuinya. Ohh satu lagi.. terimakasih karena telah berkenan memperkenalkan ku dengan seorang pria pilihan papa, aku yakin itu yang terbaik." Ucap Nara yang membuat Rey dan Megan kaget.


Selesai makan malam Nara bergegas kembali masuk ke kamarnya, Gaby duduk santai di ruang televisi sementara dengan Rey dan Antonio kembali ke ruang kerja untuk membicarakan hal yang cukup penting.


Tidak lama Megan menyusul Nara masuk kedalam kamar putrinya itu. Terlihat Nara yang sedang berdiri di sebuah balkon dengan tatapan mengarah ke bawah sana. Entah apa yang ada di pikiran Nara sungguh saat ini Megan tidak mengerti dengan jalan pikirnya, bagaimana bisa Nara menyetujui tawaran papa nya sementara ia telah menjadi istri Rey.


"Apa yang yg kau lakukan?" Tanya megan seraya menghampiri Nara.


"Tidak ada, aku hanya mengikuti permainan yang sudah papa atur." Sahut Nara dengan senyuman sinis.


"Jangan berbuat macam-macam Nara, ingat kau sedang mengandung calon anak Rey."


"Apa dia peduli dengan perasaan ku saat ini? Dia bahkan sibuk dengan istri nya tanpa memperdulikan perasaan aku!" Ucap Nara dengan mata yang mulai berkaca-kaca.


"Tenanglah, mama yakin dalam hati Rey tidak ada maksud untuk dia melakukan itu, kamu sendiri tau posisinya saat ini seperti apa? Jika Rey memperlakukan mu seperti biasanya itu akan membuat semuanya curiga."


"Jika itu tujuan ku apa yang akan mama lakukan?"


"Maksud mu apa bicara seperti itu?"


"Cepat atau lambat aku akan menunjukkan semuanya." Sahut Nara dengan raut wajah yang serius.


"Jangan gila kamu Nara! Mama akan membantu mu asal kamu tidak gegabah."


"Aku ingin sendiri, mama keluarlah."


Alih-alih harus berdebat dengan mama nya Nara lebih memilih untuk mengusir Megan dari kamarnya, tidak tau apa yang di rencanakan nya yang jelas semua ucapan Nara tadi sudah pasti akan ia lakukan. Menguak semuanya secara perlahan mulai dari keluarga hingga mendapatkan pengakuan publik dan menyingkirkan Gaby dari sisi Rey.


"Rey Marvin Algara akan ku buatkan menjadi milikku seutuhnya dan meninggalkan dia yang tidak penting dalam hidupmu." Ucap Nara yang berdiri di depan cermin dan melihat dirinya dalam pantulan cermin tersebut.


Tidak lama setelah itu ponsel Nara berdering satu kali menandakan sebuah pesan masuk. Pesan yang di kirim oleh Rey yang menyuruh Nara untuk menemuinya sepuluh menit dari sekarang di tempat yang telah di tentukan. Ia pun segera mengganti pakaiannya dengan pakaian yang cukup minim sebelum Nara menemui Rey.