Ceo'S Secret Wife

Ceo'S Secret Wife
Bab 24



Menjelang pagi Gaby terbangun dari tidurnya dan tidak menemukan keberadaan Rey di sampingnya, ia mencoba berpikir positif mungkin Rey sedang di kamar mandi atau tidak di ruangan lainnya. Gaby pun beranjak dari tempat tidurnya dan mencari suaminya ke kamar mandi namun Rey tidak ada disana.


Setelah mencuci muka dan menggosok gigi, Gaby mencoba mencari sosok pria yang selalu menjadi penyemangat nya itu di tempat lain, semua ruangan yang berada di rumah itu ia datangi namun hasil nya nihil, nyata nya Rey tidak ada dimana-mana. Sampai akhirnya Gaby menanyakan pada salah satu asisten rumah tangga nya tapi dia juga tidak tahu dimana keberadaan Rey.


Lelah sudah ia mencari orang yang keberadaannya tidak ada dimana-mana. Gaby pun memutuskan untuk menghubungi Megan untuk menanyakan suaminya namun jawaban Megan cukup mengecewakan karena Rey juga tidak ada di rumah utama.


Sejak sore kemarin Rey pergi dari rumah dengan alasan karena perihal pekerjaan, namun Gaby tidak pernah tau apa yang membuatnya sampai tidak pulang semalaman. Akhir-akhir ini Rey begitu sering lembur sampai tidak pulang sungguh membuat Gaby sedikit curiga terhadapnya.


Tidak lama terdengar suara langkah kaki seseorang masuk kedalam rumah, Gaby berharap jika itu adalah Rey namun ternyata dugaan nya salah besar, bukan Rey melainkan Desta yang di utus untuk mengambil satu set pakaian kerja bos nya.


"Apa yang membuatnya sampai tidak pulang dan menyuruh kamu kesini untuk mengambil baju nya?" Tanya Gaby tanpa basa-basi.


"Dia lembur semalaman dan sebentar lagi akan ada meeting penting jadi dia tidak punya cukup banyak waktu untuk pulang terlebih dulu." Jelas Desta..


Gaby pun mengangguk pelan mencoba untuk percaya dengan ucapan Desta, ia bergegas mengambil pakaian suaminya dan memberikannya pada asisten nya itu. "Bilang pada nya siang nanti aku tunggu di tempat biasa aku ingin makan siang dengannya." Gaby menitipkan sebuah pesan untuk suaminya, karena jika ia yang mengubungi nya langsung Gaby takut jika Rey akan menolaknya.


Desta pun segera pergi dari rumah itu dan langsung melakukan mobilnya, bukan ke perusahaan melainkan ke tempat dimana Rey berada.


Tok... Tok... Tok...


Di ketuk nya pintu oleh Desta namun tidak ada sahutan sama sekali dari dalam. Jelas tidak ada sahutan karena Rey masih terlelap sambil memeluk Nara dalam balutan selimut yang menutup tubuh polos keduanya. Mendengar suara ketukan pintu membuat Nara mengerjapkan matanya.


Ia mengambil kimono untuk menutupi tubuhnya dan bergegas menuju pintu untuk membukanya. Terlihat Desta yang tengah berdiri dengan pakaian yang rapi menghadap pintu serta sebuah pakaian lengkap milik Rey di tangannya.


Belum sempat Desta mengatakan sesuatu, Nara telah lebih dulu mengambil baju suaminya itu dan menutup pintu kembali tepat di depan wajah Desta hingga membuat pria itu terdiam kaku layak nya patung.


Nara menaruh baju tersebut dan kembali ke pelukan suaminya, baru saja beberapa detik, Desta kembali mengetuk pintu hingga membuat Nara kesal di buatnya. Di saat akan beranjak, Rey menarik tangan Nara hingga kembali jatuh ke pelukannya. "Biar aku yang membukanya." Rey mengecup kening Nara yang kemudian beranjak membuka pintu dengan mengenakan kimono.


"Ehh boss.." Ucap Desta cengengesan.


"Apa kau sengaja ingin menganggu ku? Kau sudah bosan dengan pekerjaan mu?"


"Tidak." Sahut Desta.


"Pergilah, jika kau tidak ingin gaji mu hangus." Ucap Rey dengan dingin nya.


Blam!!


Belum sempat Desta menyelesaikan ucapannya Rey telah kembali menutup pintu dengan sedikit membantingnya. Menunggunya disana hanya akan sia-sia bagi Desta, ia pun tidak berani untuk mengetuk pintu kembali karena masih sayang dengan gaji nya saat ini. Akhirnya Desta pergi meninggalkan tempat itu dan bergegas ke perusahaan untuk menghandle semuanya.


Setelah membersihkan dirinya, Rey segera berpakaian rapi yang di bantu oleh Nara tentunya. Bukan hanya dia sendiri, tapi Nara juga melakukan hal yang sama tentunya karena hari ini mereka akan pergi bersama.


Di saat Desta sedang mencoba menghandle semuanya, Rey datang dan di ikuti oleh Nara di belakangnya ia pun langsung duduk di kursi kejayaan nya hingga kericuhan yang terjadi beberapa menit lalu langsung sunyi.


Selesai dengan semuanya, Rey kembali ke ruangan nya namun kali ini tidak di ikuti oleh Nara, wanita itu pergi ke pantry untuk mengambil minum belum sampai Nara di tujuannya terdengar suara desas desus dari beberapa karyawan yang berada disana tentunya.


Sejenak Nara terdiam untuk menguping pembicaraan mereka semua yang nyatanya sedang membicarakan dirinya bersama dengan Rey. Ia pun dengan sengaja menampakkan dirinya diantara mereka dengan seperti biasanya seolah ia tidak tahu apa-apa.


Mereka pun bergegas pergi setelah menyadari kedatangan Nara disana. Nara pun menekan tombol air dan mengisi gelas yang telah di genggam nya. Sejenak Nara terdiam dalam lamunan nya tapi itu tidak berlangsung lama karena sebuah panggilan telfon membuyarkan semuanya.


Nara menerima panggilan telfon yang tak lain adalah dari Megan, ia memberitahu Nara bahwa dirinya saat ini sedang berada di depan rumah Nara. Sontak hal itu membuat Nara kaget, bagaimana bisa tiba-tiba Megan berada di rumah nya? Tentu semua itu tidak begitu sulit untuk Megan.


Ia menyuruh Nara untuk segera pulang dan menemuinya saat ini juga. Akan merasa tidak enak jika Nara menolaknya, ia pun langsung menaruh gelas nya dan kembali ke ruangan untuk mengambil tas selepasnya Nara langsung pergi meninggalkan perusahaan tanpa sepengetahuan Rey.


Taksi yang membawa Nara pergi pun berhenti tepat di depan rumah nya. Benar saja terlihat Megan yang tengah duduk di depan mobilnya menunggu kedatangan Nara.


"Tante.. ahh maaf tapi bagaimana bisa kau berada disini?" Tanya Nara ketika mengapa Megan.


"Kau tidak perlu tahu untuk masalah itu, yang terpenting sekarang apa kau tidak ingin mengajak ku masuk?" Sahut Megan yang balik bertanya.


"Emm... Tapi di dalam masih berantakan, aku belum sempat membersihkannya."


"Tidak apa, biar aku bantu kamu untuk membereskan semuanya." Sahut Megan.


"Ya?" Seketika Nara tercengang dengan pernyataan Megan barusan, bagaimana mungkin ia membiarkan Megan masuk sementara di dalam sana terdapat beberapa foto dirinya bersama dengan Rey.


****