Ceo'S Secret Wife

Ceo'S Secret Wife
Bab 31



Beberapa hari berlalu, Nara telah pulang dari rumah sakit dan tinggal di rumah barunya yang di beli oleh Rey beberapa hari lalu. Sesuai dengan janjinya kini Rey tinggal bersama dengan Nara disana. Hal itu tidak menjadikan Gaby mencurigainya karena sebelumnya Rey meminta izin untuk mengurus bisnisnya di luar negeri.


Demi keamanan Nara dan calon bayi nya, pria itu rela meninggalkan Gaby seorang diri sampai usia kandungan Nara telah benar-benar kuat dan disitu Rey akan kembali ke sisi Gaby agar tidak di curigai nya.


Di samping rumah terdapat sebuah taman kecil untuk memanjakan Nara agar tidak merasa bosan dengan suasana rumah karena rumah yang saat ini ia tempati cukup jauh dari pusat kota.


Pagi ini Nara mengajak Rey untuk berjalan-jalan di taman tersebut, hari yang cerah dengan langit biru serta bunga yang telah bermekaran menjadikan pemandangan yang sangat indah untuk di dilihat. Ditengah keromantisan mereka berdua, seorang maid datang memanggil keduanya dan memberitahukan kedatangan Megan.


Nara menggandeng tangan Rey dan bergegas kembali ke rumah untuk menemui ibu nya. Terlihat wanita yang masih awet muda tengah duduk di ruang tamu dengan beberapa paper bag yang di bawa nya. Nara yang melihat Megan langsung menghampirinya dan berpelukan.


"Bagaimana keadaan mu?"


"Maafkan mama, karena baru bisa menjenguk mu hari ini." Ucap Megan memegang kedua bahu putri nya.


"Aku baik-baik saja, berkat Rey yang selalu menjaga dan memanjakan ku." Sahut Nara yang melirik Rey dan membanggakannya.


Di tengah obrolan ketiga nya, ponsel Rey terus berdering ia segera mengambil ponselnya dan melihat siapa yang memanggilnya. Tertera nama Gaby disana, niat Rey untuk menerima panggilan tersebut namun dengan cepat Nara merebut ponsel suaminya dan menolak panggilan dari Gaby.


Tanpa segan Nara melakukan itu di depan Megan. Rey memberi kode pada mama nya namun Megan tidak bisa berbuat apa karena wanita hamil lebih sensitif dari biasanya. Rey hanya bisa menghela pasrah dengan situasi nya saat ini.


"Kenapa? Kau merindukan nya? Kau ingin menemuinya? Pergi saja jika berani, tapi jangan harap kamu bisa bertemu lagi dengan aku dan calon anak kamu." Ucap Nara dengan ancaman yang selalu ia berikan.


Rey menggelengkan kepalanya seraya mengulas senyum nya.


**


Sementara di tempat lain, Gaby mengepalkan tangannya dan membanting beberapa barang yang ada di meja riasnya untuk melampiaskan rasa kesalnya terhadap Rey yang tidak bisa di hubungi beberapa hari ini. Tidak hanya itu, ia juga menjerit sampai menarik perhatian beberapa asisten rumah tangganya.


Tok tok tok. . .


"Nyonya.. apa kau baik-baik saja?" Tanya salah seorang maid.


"Pergilah!" Bentak Gaby teriak dari dalam kamar.


Jika sebelumnya Gaby terlihat lugu dan polos namun kali ini ia tidak seperti biasanya seolah telah berubah menjadi orang lain karena ucapan Anggi yang terus memprovokasinya. Tidak lama setelah itu Gaby memutuskan untuk pergi ke rumah utama dan menemui papa mertuanya.


Disana ia bertanya mengenai beberapa bisnis yang di jalani oleh suaminya. Dengan bantuan asistennya, Antonio menyelidiki apa yang di lakukan oleh putranya belakangan ini. Terlihat Gaby dengan tatapan kosongnya yang entah melihat apa sampai ia mengabaikan pertanyaan yang di ajukan Antonio.


"Gaby... Apa kau tidak mendengarkan papa?"


"Ahh ya?" Sahut Gaby yang tersadar dari lamunannya.


"Istirahatlah di kamar Rey, sepertinya kau terlalu lelah." Titah Antonio pada menantu nya itu.


Seorang asisten datang menghampiri Antonio yang sedang duduk di ruang kerjanya walau sudah jarang ke perusahaan namun Antonio masih tetap memantau semuanya dari rumah. Sebuah tab asisten itu berikan pada Antonio untuk di lihatnya secara langsung.


Sederet jadwal pekerjaan Rey tertulis disana tanpa ada yang terlewat sedikitpun. "Apa yang mengendalikan selama beberapa hari ini adalah Desta?" Tanya Antonio pada asisten nya. Pria itu mengangguk menyahuti ucapan bos nya.


"Cari tahu keberadaan Rey saat ini dan dengan siapa dia pergi?"


Asistennya kembali menyodorkan tab nya yang berisi sebuah alamat tempat dimana Rey berada. Sejenak pria itu memainkan jari nya dan terlihat sedang berpikir. "Dimana Megan?" Tanya Antonio.


"Untuk keberadaan nyonya saya kurang tahu, tapi dia pergi pagi tadi dengan terlihat buru-buru."


Antonio menggerakkan tangannya memberi isyarat pada asistennya untuk pergi keluar. Ia merasa ada yang tidak beres dengan putra dan istri nya itu. Sambil menyelidikinya lebih dalam Antonio berpura-pura tidak tahu dengan apa yang terjadi di belakangnya.


Tidak lama setelah itu Megan kembali ke rumah setelah menemui putrinya dengan senyuman yang sumringah. Ia menyiapkan makan malam dengan menu cukup banyak dari biasanya. Sampai ia tidak sadar jika Gaby telah berada di belakang nya dengan waktu yang cukup lama.


"Sepertinya mama terlihat begitu senang hari ini." Ucap Gaby yang sedikit mengagetkan Megan.


Wanita itu menoleh ke belakangnya dan melihat Gaby yang tersenyum ke arahnya. "Gaby, kapan kau datang?". Tanya Megan seraya menghampiri menantu nya itu.


"Mungkin sudah hampir seharian aku disini, sepertinya mama begitu sibuk sampai tidak menyadari aku disini." Sahut Gaby.


Seperti ada yang aneh yang Megan rasakan, tidak seperti biasanya Gaby bersikap seperti itu terhadapnya. Tidak asal bicara Megan pun cukup berhati-hati pada menantunya itu.


"Malam ini aku akan menginap disini." Ucap Gaby disaat makan malam nya telah selesai.


"Bagaimana dengan Rey?" Tanya Antonio yang seolah tidak mengetahui apa-apa.


"Ohh bukankah papa sendiri tahu jika dia mengurus bisnisnya di luar negeri?"


Uhukk... Megan tiba-tiba saja tersedak mendengar ucapan Gaby. Wanita itu pun memberikan segelas air putih untuk mama mertuanya. "Mama baik-baik saja?" Pertanyaan Gaby di sahuti oleh anggukan kepala Megan.


"Ohh aku tidak melihat Nara disini, apa dia tidak tinggal bersama kalian?" Tanya Gaby kembali.


"Benar, dia bilang ingin mandiri jadi lebih memilih untuk tinggal di sendiri." Sahut Megan.


"Bukankah seharusnya saat ini dia bersama dengan rey sebagai asistennya?" Tanya Gaby kembali.


"Sebaiknya kau tanyakan itu pada suami mu." Sahut Megan.


Gaby menghela nafasnya. "Entahlah, selama dia pergi dia tidak pernah mengubungi ku." Ucap Gaby yang langsung pergi masuk ke kamarnya.


Ucapan Gaby yang seperti itu membuat Megan dan Antonio terdiam.