
Mobil Bastian melaju membelah kesunyian malam dengan suara deru yang dihasilkan mobil Bastian. Mobil pun sampai di depan studio miliknya, ia melangkahkan kaki menuju studio setelah Bastian sampai di dalam ia sudah di sapa oleh Axel.
" Kau dari mana saja Bas? Masalah yang tadi maafkan aku" ucap Axel setelah melihat Bastian masuk.
" Sudah ku maafkan, jangan pernah membahasnya lagi!, Karena aku tidak suka," jawab Bastian datar sambil berjalan menuju sofa yang ada di ruangan itu.
" Apa kau datang kesini mau menjemput ku dan mengantarkan ku pulang? kau memang kakak yang baik sekali Bas," ucap Axel yang senang dengan kehadiran Bastian yang datang saat ia ingin menutup studio foto nya.
" CK…siapa juga yang mau mengantarmu pulang, aku sedang ada janji dengan seseorang di sini. Jika kau sudah ingin pulang, pulanglah duluan, ini ongkos untuk kau pulang gunakan taxi jangan naik bus." Jawab Bastian sambil menyerahkan selembar uang kertas kepada Axel.
" Aku pulang bareng kau saja Bas, memang kau sedang menunggu siapa?" ucap Axel Sambil mengambil uang yang diberikan.
" Kau jangan banyak terlalu tau dengan urusan orang Axel, nanti kau cepat mati." Kata Bastian sambil menatap wajah Axel dengan suara datarnya.
" Kau menyeramkan sekali Bas, baiklah aku akan pulang. Aku masih ingin bersenang-senang dengan banyak wanita, apa kau ingin ku Carikan wanita untuk mu Bas? Kalau Kau mau nanti aku Carikan," ucap Axel dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan tersenyum lebar.
" Sudah sana kau pulang, di otakmu hanya ada wanita saja." Ucap Bastian sambil melempar bantal yang ada di sofa.
Axel menghindar dari lemparan bantal itu dan berjalan keluar. " Baik-baik aku akan pulang." Ucap Axel berlalu pergi.
Bastian di studio itu tinggal sendiri. setelah 20 menit menunggu terdengar suara mesin mobil di depan studio, dilihatnya ternyata daddy Amelia yang datang. Dibukakan nya pintu untuk Daddy Niko masuk oleh Bastian.
" Ada yang bisa saya bantu, kenapa anda ingin bertemu saya?" tanya Bastian dengan sopan setelah mereka duduk di sofa yang ada di ruang itu. Sedangkan Samuel berdiri di belakang tuanya.
Bastian yang mendengar itu sedikit kesal " memang nya seperti apa aku ini? Kau tidak tahu apa-apa tentang diriku, aku tidak pernah... Menyukai putrimu, Putrimu saja yang selalu mengganggu hidupku." Ucap Bastian dengan nada tegas dan menatap sinis Niko Louise yang ada di hadapannya.
" Baguslah Kalau kau tidak mencintai anakku, Kau bisa menolak nya secara langsung kepada anakku biar dia tidak berharap lebih darimu dan menjauhi mu. Biarkan ia harus kecewa di awal, aku tidak masalah. biar Amelia belajar, tidak semua yang ia mau bisa ia miliki, aku akan pegang kata-katamu kalau kau tidak menyukai apa lagi mencintai anak ku." Ucap Daddy Niko yang langsung berdiri dan pergi menuju mobil yang terparkir di depan studio, mobil pun pergi menjauh dari studio foto itu.
Bastian ikut melangkahkan kakinya keluar dari studio foto dan mengunci pintu. Ia hanya melihat kepergian mobil Daddy Niko yang berjalan menjauhinya dengan wajah datar, sebelum ia menghampiri mobil yang terparkir di depan studio.
Setelah di dalam mobil ponsel khusus Bastian bergetar, di melihatnya ternyata dari Kevin Leo ketua black wolf yang menyuruhnya untuk datang ke markas. Bastian memijat dahinya karena agak pusing dengan kehidupan yang ia jalani hari ini. pasti terjadi sesuatu saat Kevin Leo menyuruhnya datang. " kali ini ada masalah apa lagi, sampai dia menyuruhku datang." gumam Bastian seorang diri. sambil melajukan kendaraannya menuju maksa biasa para anak buah black wolf berkumpul.
Kevin Leo ketua black wolf
...Gianluca Vacchi...
ilustrasi
SOURCE : pinterest dan Google