
Tiga bulan telah berlalu. Daddy Niko yang mengetahui kelanjutan hubungan antara Bastian dan Amelia, dan mendengar kepergian Bastian. Daddy Niko sudah tidak menugaskan orang untuk mengikuti putrinya lagi. Ada rasa tidak tega saat melihat putrinya itu bersedih dan terlihat murung seperti waktu Amelia kehilangan mama yang ia cintai, tetapi Daddy Niko tidak bisa berbuat banyak karena hati tidak bisa dipaksakan. mungkin nanti Amelia akan bisa melupakan Bastian dan menemukan pengganti yang lebih baik lagi. sebenarnya ia akan menerima apapun kekurangan Bastian asalkan ia mencintai dan menyayangi anaknya itu dan mau melepaskan pekerjaan yang sekarang ia jalani ini.
Di Perusahaan The Louise Group.
Daddy Niko sedang mempersiapkan tender proyek yang akan diajukan ke perusahan yang ada di Amerika. ini adalah pengajuan untuk ketiga kalinya. Ia sedang berada di ruang kerjanya bersama sang asisten pribadi yang sangat setia, karena sudah 20 tahun ia bekerja dengan Niko Louise.
" Apakah semua sudah siap?" tanya Daddy Niko yang sedang duduk di kursi kebesaran nya.
" Sudah tuan, besok kita akan berangkat ke Amerika untuk pengajuan tender proyek ini," jawab Samuel yang berdiri di depan tuannya itu.
" Aku ingin kita dapat memenangkan tender proyek ini," kata Daday Niko.
" Pasti kita akan mendapatkan nya tuan. karena kita telah memberi harga yang bagus untuk pembangunan hotel itu," jawab Samuel dengan percaya dirinya.
" Kau boleh melanjutkan pekerjaanmu," ucap Daddy Niko setelah semua yang dia butuhkan sudah diserahkan oleh Samuel.
" Baik tuan," Samuel pun berlalu pergi menuju meja kerjanya.
...***...
Di kampus National Research university
( HSE, Moscow)
Amelia baru saja keluar dari ruang kelas, ia baru saja selesai dengan jam kuliahnya hari ini. Amelia berjalan menuju kantin untuk makan siang bersama Kaylen dan satu temannya lagi yang bernama Debora.
Saat di kantin mereka sedang asik makan sambil mengobrol, ternyata ada seorang pria yang menghampiri meja mereka.
" Bolehkah aku ikut bergabung?" tanya pria itu sambil membawa nampan berisi makanan.
mereka bertiga saling tatap satu dengan yang lain. sebelum akhirnya Debora menjawab.
" Ya silakan," kata Debora yang mengeser tempat duduknya untuk pria itu yang bernama Gerry.
Gerry duduk berhadapan dengan Amelia dan Kaylen
semua teman Amelia tahu bahwa Gerry sudah sejak lama menyukai Amelia. tetapi Amelia seperti tidak peka dengan sekitarnya, apa lagi tentang pria. di hati dan di pikirnya hanya ada Bastian yang bisa di bilang cinta pertamanya yang sampai sekarang Kaylen dan Debora tau Amelia belum bisa melupakan pria itu.
" Pasti aku akan datang, karena acaranya di adakan di club one night. aku tidak akan melewatkannya," jawab kaylen dengan heboh.
dan di susul Debora. " Aku juga pasti ikut,"
Tiga orang secara bersamaan menatap Amelia yang asik dengan makanan nya, seperti tidak tertarik mendengarkan percakapan mereka. kaylen menyenggol lengan Amelia yang duduk di sebelahnya.
" Kau ini kenapa sih!, kau tidak lihat aku sedang makan?" kata Amelia yang kesal karena makanan yang mau ia makan malah jatuh mengenai bajunya.
" Sorry... sorry, aku tidak sengaja," jawab kaylen dengan membantu membersihkan noda makanan yang ada di baju Amelia.
" Ada apa kau menyenggol ku?" tanya Amelia setelah ia selesai membersihkan noda makan di bajunya, meski noda itu tidak mau hilang di bajunya.
" Apa kau akan ikut, ke pesta ulang tahun Beval?" tanya Debora.
" Ya, aku akan ikut. bukan pestanya di adakan di club one night?" tanya Amelia yang menatap Debora.
" Apa yang sedang kau pikirkan sih? dari tadi kami sedang membahas itu. kau jadi semakin aneh saja Amelia," gerutu Kaylen.
Gerry hanya diam dan memandang Amelia yang ada di hadapannya itu. sedangkan Debora hanya bisa geleng-geleng kepala saja melihat tingkah Amelia.
" Memang kau sedang membahas apa?" tanya Amelia sambil mengaruk tengkuk nya yang tidak gatal.
" Sudahlah lupakan saja, pokoknya kita harus cari baju yang bangus untuk datang ke club," ucap Kaylen.
" Apa boleh aku menjemputmu Amelia?" tanya Gerry yang sedari tadi hanya diam.
" Boleh, Kenapa kita tidak jalan bersama saja ke clubnya. hitung-hitung menghemat bensin," jawab Amelia sambil tersenyum menatap Gerry.
Kedua temannya hanya bisa diam dan merutuki kebodohan sahabat itu.
' See, dia sebodoh itu sampai tidak bisa melihat bahwa Gerry sedang mendekatinya,' gumam Kaylen di dalam hati.
' Apa Amelia akan melewatkan kesempatan ini untuk bisa dekat dengan Gerry? apa Amelia tidak bisa melihat ketampanan Gerry, banyak wanita yang memujanya? gumam Debora di dalam hati.
" Oke, nanti aku akan jemput kalian. kita akan berangkat bersama," kata Gerry dengan menyimpan kekecewaan nya.
Akhirnya makam siang mereka selesai. mereka memutuskan ke toko baju untuk memilih baju yang cocok untuk mereka kenakan di pesta ulang tahun Beval yang di adakan di club.