can we be together

can we be together
bab 13



Di tempat Bastian ia membuka studio foto miliknya siang menjelang sore, karena ia baru terbangun dari tidurnya siang hari, ia di studio bersama Axel yang akan selalu membantu Bastian, bila ia tidak berada di studio maka Axel lah yang akan menjaga, karena Bastian menjalankan misi yang diberikan ketua black wolf.


"Bas, pesankan pizza dan makan yang lain untukku, perutku lapar sekali, kita belum sempat sarapan dan makan siang, kau sudah mengajakku untuk ke studio," gerutu Axel karena perutnya lapar belum di isi oleh makan.


"Kau pesan saja, nanti aku yang akan bayar, kau baru menahan lapar setengah hari saja sudah seperti orang yang belum makan 1 Minggu, gimana seperti ku, yang harus merasakan menahan lapar karena tidak memiliki uang untuk makan dan aku terpaksa mengais sisa makanan di tempat sampah untuk mengganjal perutku yang lapar ini atau aku mencopet bila ingin makan enak," cerita Bastian yang mengingatkan akan masa kelam hidupnya.


Dengan segera Axel memesan makan melalui online, Sambil mendengarkan cerita dari Bastian yang sudah ia ketahui.


"Ayolah bas, lupakan masa kecilmu yang menyedihkan itu, jangan mengingatnya lagi, kau sudah mempunyai uang yang banyak, kau bisa membeli apapun yang kau mau," jawab Axel dengan nada hebohnya itu.


"Aku tidak akan pernah lupa akan masa-masa kelam dalam hidupku, aku akan selalu mengingatnya, aku adalah anak yang tidak memiliki siapa - siapa di dunia ini, aku anak yang tidak diinginkan, karena orang tuaku dengan tega membuang ku, karena mereka tidak menginginkan aku, aku merasa bersyukur aku diangkat oleh tuan Kevin Leo, meski dia membesarkan dan mendidik ku seperti hewan serigala pembunuh, masa - masa itu sungguh berat Axel untuk ku jalani, aku bisa melalui itu karena dendam yang ada di diriku begitu kuat, maka nya aku bisa bertahan dan melalui itu semua." Ucap Bastian yang menceritakan masa lalunya yang belum Axel ketahui.


"Kau tidak pernah bercerita memiliki dendam bas, apa dendam mu sudah terbalaskan?" tanya Axel lagi.


"Dendam ku sudah terbalaskan, meski aku…" jawab Bastian yang belum selesai. karena pesanan yang di pesan Axel telah sampai, Axel memesan begitu banyak makanan yang membuat Bastian geleng-geleng kepala.


"Kau tidak salah memesan makanan el, ini Terlalu banyak, kau seperti beruang yang bersiap berhibernasi," ledek Bastian yang merasa aneh setiap Axel makan, dia selalu makan banyak tetapi badannya tidak pernah besar.


"Jangan meledek ku bas, lanjutkan ceritamu aku pemasaran akan setiap masa lalu mu itu yang belum aku ketahui, kau memiliki dendam dengan siapa bas?" tanya Axel dengan mengunyah makan yang ada di mulutnya.


"Dendam dengan kedua orang tua ku," jawab Bastian dengan nada benci.


"Apa kau membunuh orang tuamu bas?" Tanya axel yang shock mendengar cerita Bastian.


"Ya, aku membunuh mereka. meski membutuhkan waktu yang lama karena aku harus mencari keberadaan orang tua ku dari ingatanku yang sedikit ini." Ucap Bastian dengan penuh kebencian setiap ia ingat akan ke dua orang tuanya.


Bastian tidak menjawab pertanyaan yang Axel berikan, Bastian hanya diam sambil memakan makanannya dengan tenang. Axel sudah terbiasa di acuhkan seperti itu dan ia tidak marah.


"Bas, besok kau harus ikut dengan ku, karena aku sudah membuat janji dengan dokter," ucap Axel dengan datarnya.


Bastian menaikan sebelah alisnya, ia merasa bingung dengan ucapan Axel tadi.


"Aku tidak sakit, kenapa harus ke dokter?" tanya Bastian yang bingung.


"Aku rasa kejiwaan mu terganggu bas, malam kau bergumam merindukan gadis kecil, apa kau sekarang lebih tertarik dengan gadis kecil dari pada wanita dewasa yang cantik dan body nya hot itu?" tanya Axel dengan menatap wajah Bastian yang ada dihadapan nya dengan rasa penasaran akan jawaban yang Bastian berikan.


Bukan nya mendapat jawaban dari Bastian, tetapi mendapatkan lemparan makan yang mengenainya wajah Axel.


Axel menggerutu dan membersihkan makan yang ada di wajahnya." Apa salahku bas?, memang benar ucapanku tadi, kemarin malam kau terus membicarakan gadis kecil, yang membuat mu gila karena ingin bertemu dengannya dan kau ingin terus mencium bibir yang manis itu," ujar Axel yang menjelaskan kenapa ia ingin membawa Bastian ke dokter.


"Sudah jangan dibahas lagi." Jawab Bastian dengan wajah datar.


"Aku tidak mau, kau menjadi seorang pedofil yang menyukai gadis kecil bas, aku harus membawa mu ke dokter agar kau bisa ditangani dengan baik." Ujar Axel lagi yang membuat Bastian naik darah dan melemparkan makanan ke wajah Axel dan meninggalkan nya seorang diri.


"Baaaassssss." Teriak Axel yang kesal untuk kedua kalinya ia mendapat lemparan makanan dari Bastian.


Bastian keluar dari studi fotonya meninggalkan Axel seorang sendiri di sana, ia berjalan menuju mobil yang terparkir sempurna di depan tokonya itu.