can we be together

can we be together
Bab 33



Amelia sudah selesai mandi dan ia keluar dengan memakai bathrobes. Sekitar 20 menit menunggu, tidak lama Bastian datang.


" Apa kau menunggu lama sayang?" ucap Bastian yang menghampiri Amelia dan mengecup bibirnya.


Amelia yang mendapat kecupan itu tersenyum." Tidak, aku baru selesai mandi. Apa kau membawa yang aku Pinta?" tanya Amelia.


Bastian mengangkat beberapa kantong belanjaan dan memberikan nya ke Amelia."Semoga kau suka dengan pilihan ku, karena aku sungguh tidak mengerti dengan pakaian wanita," ucap Bastian setelah Amelia mengambil kantong belanjaan itu.


" Apapun yang kau belikan aku akan suka," Amelia pun berjalan menuju kamar mandi.


Setelah selesai berganti baju Amelia dan Bastian memilih untuk turun ke bawah untuk  breakfas dan Check our  dari kamar hotel superior room itu.


Setelah di dalam mobil Bastian teringat dengan Axel yang ia suruh untuk pulang dini hari menggunakan taxi. Dengan segera ia menelpon Axel apakah sahabat nya itu pulang dengan selamat atau tidak. 


Sedangkan Amelia hanya memperhatikan nya saja.


Setelah Bastian selesai menelpon dan menaruh ponselnya, " Siapa yang kau hubungan Bas?" tanya Amelia.


" Panggil aku sayang. Aku ingin kamu memanggilku itu. Dia Axel sahabat ku tetapi sudah ku anggap seperti adik ku sendiri," jawab Bastian yang membuat Amelia hanya menganggukkan kepalanya saja dan itu membuat Bastian menjadi gemes di cubit pipi itu dengan lembut.


" Sakit Bas," ucap Amelia sambil mengelus pipinya yang dicubit oleh Bastian. " Panggil aku sayang, honey," Bastian Pun mengecup pipi Amelia dengan mesra.


Bastian melihat safety belt Amelia belum terpasang." Sudah pernah aku ingatkan untuk tidak lupa memakai sabuk pengaman," ucap Bastian sambil memasang safety belt kepada Amelia.


" Maaf, aku lupa " kata Amelia yang tersenyum menampakan deretan giginya. Bastian mencubit pipi Amelia yang terlihat lucu dan menggemaskan itu lagi. Mungkin ini menjadi kebiasaan baru untuk Bastian mencubit pipi Amelia dengan gemas, sudah seperti candu untuknya.


Yang dicubit hanya bisa mengerucutkan bibirnya saja.


Bastian pun melajukan kendaraannya keluar dari club one night. Club malam yang terbaik di kota Moskow Rusia karena menyediakan Hotel yang nyaman bagi pengunjungnya.


" Kita mau kemana Ba-sayang? Sepertinya aku belum terbiasa memanggilmu sayang. Kamu juga belum menjelaskan tentang semalam." ucap Amelia yang mulai penasaran akan kejadian tadi malam. Karena Amelia tidak paham dengan kejadian tadi malam yang menimpa dirinya.


Bastian yang mendengar itu tersenyum dan mengusap ujung kepala Amelia dengan lembut sambil fokus menatap jalanan yang ada di depannya. Ini satu hal yang membuatnya selalu memikirkan Amelia karena ke bawelannya dan keceriaan nya yang membuat Bastian tidak bisa melupakan Amelia.


" Kita akan ke Apartemen ku, Kau mau kan kesana? Aku ingin tempat yang nyaman untuk berbicara dengan mu." 


" Baiklah, apa kau benar-benar serius dengan ku. Karena aku belum menceritakan hal ini dengan Daddy ku," ucap Amelia sambil melihat Bastian yang ada di sebelah nya.


Bastian yang mendengar itu hanya terdiam. Bukan karena ia tidak serius dengan Amelia tetapi karena ia belum siapa bila harus berbicara langsung dengan Daddy Amelia, apalagi ia pernah berbicara bahwa ia tidak mencintai Amelia.


" Bukan begitu, aku takut Daddy mu tidak mengizinkan mu untuk menjadi kekasihku atau lebih tepatnya tidak merestui hubungan kita," Bastian meraih sebelah tangan Amelia untuk ia genggam


" Daddy pasti merestui hubungan kita karena ini pilihan ku." Amelia meyakinkan Bastian bawah semua akan baik-baik saja tidak seperti apa yang ia sangka.


" Sudahlah nanti kita bahas lagi aku ingin fokus berkendara," ucap Bastian sambil menatap lurus kedepan, karena ia takut terjadi sesuatu saat ia tidak fokus berkendara.


Amelia tidak menjawab ia hanya melihat jalan dari samping jendela kaca mobil. 


Sekitar 35 menit berkendara akhirnya nya mobil Bastian sampai juga di apartemen di parkirannya mobil itu di basement dan mereka naik ke lantai atas menggunakan lift.


" Ayo masuklah, ini tempat tinggal ku," ucap Bastian setelah membukakan pintu apartemennya dan berjalan masuk ke dalam yang diikuti Amelia.


Mereka langsung duduk di sofa, tetapi tiba-tiba Bastian menaruh kepalanya di atas paha Amelia.


" Apa yang kau lakukan Bas?" Amelia heran dengan tingkah Bastian saat ini.


" Entahlah, aku ingin seperti ini," jawab Bastian sambil memejamkan matanya dan meminta Amelia untuk mengelus rambut nya.


" CK…kau ini, aku baru tahu kau bisa semenja ini. Kemana Bastian yang dingin itu?" Ledek Amelia sambil mengelus rambut Bastian.


Bastian yang mendengar itu langsung membuka matanya dan duduk kembali, Amelia yang melihat itu hanya terkekeh geli dengan tingkah Bastian.


" Ceritakan aku tentang kejadian semalam, kenapa kau bisa ada di kamar hotel itu dan aku semalam kenapa?" tanya Amelia yang sudah tidak sabar akan cerita itu.


" Temanmu memberikan obat perangsang kepadamu. Kau jangan pernah dekat dengan dia lagi, karena dia berbahaya bisa saja kau semalam berhubungan badan dengannya dan bukan dengan suamimu. jujur aku tidak tega melihatmu seperti itu, aku ini menolong mu tetapi aku takut kau akan membenciku karena telah mengambil virgin mu," jawab Bastian yang membuat Amelia menutup mulutnya karena tidak percaya apa yang ia dengar tentang kejadian semalam.


Ia tidak menyangka temannya melakukan hal itu padanya memang mereka tidak begitu dekat tetapi Amelia sudah menganggap Gerry seperti sahabatnya.


" Aku akan menjagamu selalu. Kau tenang saja kejadian itu tidak akan terulang lagi, aku janji itu," ucap Bastian yang melihat Amelia seperti shock mendengar nya.


" Terima kasih kau sudah menjaga kehormatan ku. Mungkin bagimu virgin tidak penting tetapi di negara tempat ibuku berasal virgin itu bagaikan mahkota perempuan hanya suami yang ia cintai yang berhak akan itu. sekarang aku harus berhati-hati mencari teman, karena yang baik belum tentu baik. Sekarang Ceritakan aku tentang masa lalu mu itu." kata Amelia Setelah ia bisa mengontrol dirinya.


Bastian pun menceritakan semuanya kepada Amelia, tetapi ada yang ia lewatkan tentang siapa orang dari penyebab kecelakaan itu terjadi.


Amelia mendengarkan dengan sangat serius karena baginya ini kisah cinta yang tragis semoga dengan kehadiran nya Bastian bisa menutup luka yang telah lama terbuka itu.