can we be together

can we be together
bab 19



Malam semakin larut Bastian masih melajukan mobilnya menuju pinggiran kota Moskow. Saat melintasi jalan yang gelap dan sepi tiba-tiba ban mobilnya kempes dengan segera Bastian menepikan mobilnya.


" Ooh sial!!, Sungguh hari yang sial untukku. masalah apa lagi kali ini?" gumam Bastian kesal sambil memukul setir mobil.


Bastian tidak langsung turun dari dalam mobil. ia melihat situasi di luar sana, apa yang dipikirkannya benar terjadi. beberapa orang menghampiri mobil Bastian dengan membawa berbagai senjata. Mobil Bastian berhenti di pinggir jalan dengan minim cahaya.


" Dasar pengganggu, kau salah memilih mangsa sobat. Bukan aku yang akan kau habisi, tetapi sebaliknya aku yang akan menghabisi mu," kata Bastian dengan senyum mengejek yang berbicara sendiri di dalam mobil saat orang-orang itu mengetuk ketuk kaca mobil Bastian memakai bat.


Orang yang ada di luar terus mendesak agar Bastian segera keluar dari dalam mobil. 


" Hai kau, yang di dalam segera keluar!! serahkan semua harta benda mu. Kalau kau masih ingin hidup," ucap salah satu dari tiga orang yang menghadang mobil Bastian.



Bastian yang mendengar itu kesal dan langsung mengeluarkan pistol Glock Meyer 22 yang selalu ia bawa dan menebak orang yang berbicara tadi tepat di tengah jidatnya dari dalam mobil.


DOR!!


Suara tembakan yang dihasilkan pistol Bastian menggema di kesunyian malam yang sepi ini. Membuat dua orang yang ada di depan mobil Bastian terdiam untuk sesaat, karena shock melihat temannya Langsung terjatuh dan mengeluarkan darah.


Bastian keluar dari dalam mobil sambil menodongkan pistol kepada orang-orang yang ingin merampok nya.


" Kau salah memilih orang untuk kau rampok, kalau kau masih ingin hidup pergilah dari sini dan bawa temanmu," ucap Bastian dengan wajah yang dingin sambil menodongkan pistol ke salah satu perampok itu.


" Apa perlu, aku membunuhmu agar kau paham dengan ucapanku," kata Bastian sambil menodongkan pistol ke kepala perampok yang ia tembak betisnya dengan nada tinggi.


pria itu tidak menjawab ucapan Bastian, ia terus merintih kesakitan dengan darah yang luar dari betis pria itu.


" Maafkan kami tuan, kami akan pergi jangan bunuh kami," ucap pria yang tidak terluka sambil membantu temannya yang tertembak di betis itu untuk berdiri.


tetapi dengan gerakan perlahan pria yang membantu sahabatnya berdiri, mengeluarkan sebuah pistol dari dalam bajunya siap untuk menembak Bastian, tetapi pria itu kalah cepat dengan Bastian yang terlebih dahulu menembak pria itu.


DOR!!


Untuk ketiga kalinya suara tembakan terdengar, " kau tidak mendengar ucapanku!, aku masih mengampuni mu kali ini karena aku tidak langsung membunuh mu, tetapi kau masih ingin melukai ku, cepat pergi dari sini!!, Sebelum aku membunuhmu semua." ucap Bastian dengan nada membentak setelah menembak lengan pria yang ingin menembak nya itu. 


Kedua pria itu meringis kesakitan, dengan luka tembak yang berbeda tempat. para perampok itu saling membantu untuk berdiri. Bastian terus mengawasi dengan pistol mengarah kepada kedua perampok itu.


Kedua perampok itu pergi dengan menahan sakit meninggalkan kan temannya yang telah mati itu. Setelah melihat perampok itu pergi Bastian menghubungi temannya yang ada di markas black wolf untuk membawa kendaran dan meminta membersihkan kekacauan yang Bastian buat.


ilustrasi


SOURCE : Google