
Bastian berbisik di telinga Amelia dan itu membuat Amelia merinding.
" Maafkan aku," hanya kata singkat yang Bastian ucapkan dan langsung menatap mata Amelia yang berwarna amber yang ia dapat dari sang Daddy.
" Untuk apa," balas Amelia singkat dengan mengerahkan bibirnya saja karena ia tidak bisa menggapai telinga Bastian.
" Karena telah menyakiti perasaanmu," kata Bastian. Karena suasana tidak mendukung untuk berbicara, Bastian menarik tangan Amelia untuk keluar dari kerumunan itu sebelum Amelia menjawab nya.
setelah mereka di luar club. Amelia menarik tangannya yang di genggaman Bastian.
" Sudah ku bilang kita tidak saling kenal!. Kau benar-benar mengganggu ke kesenangan ku saja dan untuk apa kau meminta maaf pada ku?" tanya Amelia dingin dan mengalihkan pandangannya ke arah lain.
" Tatap mata ku Amelia, dan bilang kau tidak mengenalku," kata Bastian sambil memegang sisi kepala Amelia dengan kedua tangannya dengan sangat lembut untuk menatap wajahnya.
Mereka pun saling bertatapan. Dengan sangat jelas, tidak seperti di dalam yang minim cahaya itu.
Amelia bisa melihat mata Bastian yang sedang menatap matanya, Amelia yang ditatap itu tidak bisa berucap, seperti tercekat di tenggorokan nya.
" Aku minta maaf untuk semua yang telah aku perbuat, setelah lama kita tidak bertemu aku kira aku bisa melupakanmu, tetapi aku salah. Aku begitu merindukanmu. Kalau boleh jujur kau mengingatkan aku dengan kekasih ku yang sudah tiada. Aku kira perasaan nyaman saat bersama mu karena aku masih merindukan nya, tetapi aku salah dan baru menyadarinya ternyata aku mulai menyukaimu dan aku jatuh cinta pada mu. Apa kau mau memaafkan aku? Dan memulai semua ini dari awal," ucap Bastian dengan kesungguhan hati sambil melihat reaksi Amelia seperti apa.
Amelia yang mendengar itu hanya diam, ia bingung dengan perasaannya sekarang. Ada rasa sakit hati yang Amelia rasakan saat mengingat kejadian di cafe tetapi perasaan yang saat ini Amelia rasakan benar-benar tidak bisa dibohongi. Ia benar-benar menyukai Bastian dan sangat merindukan nya. Amelia tidak bisa melupakan cinta pada pandangan pertama nya ini, sekeras apapun ia berusaha melupakannya.
Bastian yang melihat Amelia terdiam langsung meraih tangan Amelia untuk Bastian genggam.
Amelia yang mendengar itu hanya menganggukkan kepalanya, bahwa Ia setuju dengan ucapan Bastian tadi. Amelia ingin memulai hubungan dengan Bastian secara benar bukan cinta sepihak lagi. Amelia juga ingin mendapatkan cinta dan kasih sayang dari Bastian yang selama ini ia inginkan.
Bastian yang melihat itu langsung memeluk Amelia dengan sangat erat. Ia begitu lega karena Amelia mau memaafkan nya atas sikapnya selama ini.
Pelukan itu terlepas dan Amelia menatap wajah Bastian " Aku ingin kembali ke dalam, mungkin teman ku sudah menunggu, dan aku meminta penjelasan tentang ke kasih mu yang telah tiada itu." ucap Amelia.
" Baiklah, kita akan kembali ke dalam bersama. Nanti aku akan mengantarmu pulang dan menjelaskan semuanya pada mu," ucap Bastian yang melangkah bersama memasuki club malam itu dan Amelia kembali ke ruang VVIP yang disediakan Bavel sedang kan Bastian duduk di meja bar yang dekat dengan lantai dansa.
Amelia kembali ke ruangan yang sudah penuh dengan sahabat Bavel itu.
kaylen menyambut kedatangan Amelia dengan sangat heboh karena penasaran akan cerita Amelia dan Debora hanya bisa tersenyum melihat tingkah Kaylen yang manja itu.
" ceritakan pada ku apa yang terjadi, kenapa dia menarik mu keluar?" tanya kaylen penasaran.
" Biarkan Amelia untuk duduk dan minum dulu," ucap Debora yang lansung menarik tangan Amelia untuk duduk di sebelahnya.
Dengan perasan malu Amelia menceritakan semuanya kepada sahabatnya. Tentu saja sahabatnya yang mendengar itu histeris dan langsung mendapatkan tatapan dari yang lain karena di meja mereka benar-benar sangat heboh saat ini.
kaylen dan Debora senang akhirnya cinta Amelia terbalaskan. Tidak lama Gerry datang dengan membawa minuman yang langsung di sodorkan ke Amelia. Amelia menerima gelas itu dan langsung meminumnya. Sedangkan Kaylen dan Debora hanya melihat tanpa rasa curiga sedikitpun karena sudah biasa Gerry memberikan dan membawa sesuatu untuk Amelia.