
Hari sudah berganti pagi. Amelia memulai hari dengan awan mendung di hatinya, ia tidak bisa melupakan Bastian begitu saja. entah sejak kapan rasa cinta ini begitu besar untuk Bastian. Amelia sadar diri awal cintanya bertepuk sebelah tangan terhadap Bastian. Amelia melangkahkan kakinya menuju meja makan dengan raut wajah yang tidak bersemangat untuk memulai harinya. Daddy Niko sudah menunggu di meja makan. Daddy Niko sudah tahu apa yang terjadi dengan anaknya kemarin berkat orang suruhan yang ia bayar untuk menjaga nya.
" Hallo sayang, ada apa dengan wajahmu. Apa kau tidak senang kembali kuliah lagi?" tanya Daddy Niko setelah melihat Amelia yang mendekat dengan wajah yang murung.
" Pagi Daddy, aku senang ko bisa kembali kuliah lagi, bisa bertemu dengan teman-teman ku," jawab Amelia sambil menarik kursi disebelah sang Daddy.
" Tapi kenapa dengan wajahmu yang tampak murung itu?" tanya sang Deddy lagi sambil mengoleskan selai strawberry ke dalam roti.
" Aku tidak murung Daddy. mungkin aku masih agak mengantuk, aku ada jadwal kuliah pagi hari ini. Jadi aku tidak puas tidurnya," elak Amelia.
Daddy Niko hanya menganggukkan kepalanya saja, Tidak mau bertanya lagi.
" Habiskan susu dan sarapan mu, Daddy berangkat kerja dulu sayang," pamit Daddy Niko sambil mencium pucuk kepala Amelia.
" Bye Daddy, be careful," balas Amelia.
" Bye sayang."
Daddy Niko melangkah keluar menuju mobil yang sudah menunggu di depan. Sedangkan Amelia melanjutkan sarapan paginya sebelum berangkat kuliah yang diantar sang supir.
Sesampai nya Amelia di kampus, ia sudah disambut dengan suara cempreng kaylen.
" Ameliaaaaa," teriak kaylen dari kejauhan.
" Kau seperti orang yang kurang waras kaylen, bisa tidak jangan memanggil nama ku dengan berteriak," kata Amelia setelah kaylen mendekat padanya.
" Sorry," jawab kaylen singkat.
" CK…nanti juga kau ulangi lagi," kata Amelia sambil berjalan Menuju kelas yang diikuti kaylen.
" Kenapa dengan wajahmu, apa kau tidak senang bertemu dengan ku atau karena pria yang kemarin?" tanya kaylen yang melihat raut wajah Amelia yang tidak bersahabat.
Amelia tidak menjawab ia terus berjalan memasuki ruangan kelas karena sebentar lagi jam kuliah akan di mulai.
" Sorry, bila ucapanku salah," kata kaylen yang sudah duduk di sebelah Amelia.
" kau tidak salah apa-apa kaylen, Jagan meminta maaf pada ku," kata Amelia sambil mengambil buku yang ada di dalam tas yang ia bawa.
kaylen yang mendengar itu tersenyum. ia tau sahabat nya pasti lagi patah hati dan moodnya pasti sedang buruk. kaylen berencana akan membawa Amelia jalan-jalan untuk mengembalikan mood Amelia baik.
Tidak lama dosen pun datang keruangan dan memberikan materi pelajaran hari.
...****...
Di tempat Bastian berada. ia sedang duduk di sofa apartemen sambil melihat pesan yang kemarin Amelia kirim untuknya. Bastian sedang bingung dengan perasaannya sendiri apakah keputusannya tepat atau tidak untuk menjauh dari Amelia.
Tidak lama ponsel Bastian berbunyi, ada perasaan senang saat Bastian melangkah menuju sofa untuk megambil ponselnya. tetapi raut wajahnya berubah seketika setelah ia lihat bukan orang yang ia harapkan. di angkat pangilan itu dengan nada tegasnya.
" Ya hallo, ada apa Hugo?" tanya Bastian setelah panggil itu di angkat.
" Kau sedang dimana, apa kita jadi berangkat hari ini?" tanya Hugo.
" Jadi, nanti aku akan menghubungi Bos Kevin untuk memesan tiket pesawat, aku sedang ada di apartemen," jawab Bastian dengan pandangan lurus kedepan melihat pintu apartemen yang terbuka.
" Oke, aku akan bersiap," kata Hugo lagi.
" Nanti aku kabari lagi, setelah keberangkatan kita sudah diurus oleh Bos." ucap Bastian yang langsung mematikan pangilan itu tanpa menunggu jawaban dari Hugo.
" Kenapa kau kemarin, kau tidak membuka studio foto?" tanya Bastian setelah ia selesai menelpon.
" Ia setelah dari sini aku akan buka studio, kau takut sekali bangkrut. aku lapar sekali Bas," ucap Axel yang langsung duduk di sofa.
" Kenapa kau mengadu pada ku, kalau kau lapar. apa perlu aku suapi seperti baby," jawab Bastian yang kembali melangkah ke balkon.
" Aku sih, dengan senang hati jika kau mau menyuapi ku. memangnya kau mau?" tanya Axel yang mengikuti Bastian ke balkon.
" Aku mau menyuapi mu, tetap itu akan menjadi makanan yang terakhir kau makan," ucap Bastian dengan raut wajah datarnya.
" Kau menyeramkan sekali Bas, pesankan aku makanan Bas. aku datang kemari karena ingin makan. mama di rumah tidak memberiku makan karena aku menolak untuk kencan buta yang sudah diatur oleh mama," ucap Axel dengan suara memohon.
" Ya sudah, kau pesan nanti aku yang bayar. kau selalu tau cara merepotkan orang." kata Bastian.
Axel tidak membalas ucapan Bastian karena ia sedang sibuk dengan ponselnya. ia memesan banyak makanan, karena Axel tidak mau menyia-nyiakan kebaikan Bastian hari ini.
Setelah 30 menit menunggu pesanan Axel pun datang, dengan beragam macam makanan yang Axel pesan.
" Sepertinya aku salah menyuruh mu untuk memesan makan," kata Bastian setelah melihat banyak makanan yang Axel pesan. Bastian hanya bisa geleng-geleng kepala.
Axel hanya terkekeh mendengar ucapan Bastian. karena ia sedang sibuk dengan makanan nya.
Terdengar suara Ponsel Bastian berbunyi di lihatnya ternyata pesan dari Bos Kevin, ia mengabarkan bahwa semua nya telah siap. dengan segera Bastian mengabari Hugo, untuk bertemu di bandara.
" Setelah kau selesai makan antar aku ke Bandara, aku akan ke Chicago. kau Jangan membawa wanita ke apartemen ku ini, bila kau melanggar akan ku bunuh kau Axel, dengar dan ingat itu," ucap Bastian dengan suara tegasnya.
Axel yang mendengar itu pucat seketika dan susah untuk menelan makanan nya.
Axel hanya menganggukkan kepalanya bahwa ia dengar dan ingat. karena ia masih ingin hidup.
ilustrasi
SOURCE : PINTEREST