can we be together

can we be together
26



Hari sudah berganti pagi. seperti biasa Amelia dan Daddy Niko selalu menyempatkan sarapan pagi bersama. Sudah tersaji dua potong roti, secangkir kopi untuk Daddy Niko dan untuk Amelia ia hanya sarapan dengan oatmeal, segelas jus jeruk dan ada pendamping makanan lainnya yang disiapkan Bibi Orina.



" Hari ini Daddy akan berangkat ke Amerika untuk bisnis. Kau tidak apa-apa kan Daddy tinggal?" ucap Daddy Niko membuka obrolan pagi mereka di meja makan.


" Aku tidak apa-apa Dad, apakah Daddy lama di sana?" tanya Amelia.


" Daddy kurang tahu juga, Daddy akan memberi kabar jika Daddy lama di sana," jawab Daddy Niko sambil menyeruput kopinya.


Amelia hanya mengangguk kepalanya saja. Karena ia sedang asik dengan sarapan paginya.


" Oiya Dad, nanti malam aku akan pergi ke club, aku diundang oleh teman ku yang berulang tahun. Aku akan datang bersama 3 teman ku," kata Amelia yang hampir lupa memberi tahu sang Daddy atas undangan temannya itu.


" Daddy izinkan tetapi jangan terlalu banyak minum, Kau harus jaga dirimu dengan baik, Jagan pulang terlalu pagi. Kabar Daddy bila terjadi sesuatu," ucap Daddy Niko panjang lebar yang selalu kahwatir dengan anaknya.


Amelia sudah hafal dengan kalimat yang Daddy Niko ucapkan, sampai dia menirukan ucapakan Daddy Niko saat berbicara tadi tanpa suara hanya gerakan bibir saja yang terlihat.


" Baik Daddy," jawab Amelia setelah Daddy Niko berhenti berbicara.


Saat sedang asik mengobrol, Sang asisten Daddy Niko menghampiri meja makan.


" Selamat pagi tuan. Semua persiapan keberangkatan anda sudah siap," ucap Samuel saat sudah di samping tuanya.


" Baik kita akan berangkat sekarang," ucap Daddy Niko yang langsung menghampiri Amelia dan mencium ujung kepala Amelia.


" Daddy berangkat dulu sayang. Ingat kabari Deddy bila terjadi sesuatu," ucap Daddy Niko yang langsung berjalan keluar mansion menuju mobil.


" Baik, aku akan ingat. be careful daddy" ucap Amelia sambil melangkah mengantar Daddy Niko ke mobilnya.


"Bye-Bye! honey," ucap Daddy setelah masuk kedalam mobil.


mobil Daddy Niko pun melaju keluar mansion menuju bandara.


...***...


Di Bandara Internasional Domodedovo.


Bastian sedang menunggu Axel. hampir 3 bulan lama nya Bastian berada di Chicago melatih anak-anak untuk menjadi seperti dirinya. Setelah 30 menit menunggu akhirnya Axel datang dan menghampiri Bastian dengan wajah yang terlihat senang.


" Bas, aku kangen sekali pada mu, kau lama sekali di sana," ucap Axel yang menghampiri Bastian dan ingin memeluknya, tetapi tangan Bastian mencegah nya dengan menahan dada Axel dan berlalu pergi meninggalkan Axel di ruang tunggu. Axel hanya bisa menghela nafasnya dengan berat. Ia mengikuti Bastian yang jalan terlebih dahulu menuju mobil yang terparkir sempurna di depan Bandara.


Sesampainya di dalam mobil. " Aku ingin ke restoran terdekat," ucap Bastian singkat.


Axel yang mendengar itu menyunggingkan senyumannya ia tidak akan menolak hal itu. dengan segera Axel melajukan Mobilnya ke restoran terdekat.


Sesampai di restoran Axel memesan begitu banyak makanan, tetapi Bastian membiarkan nya karena sudah tahu dengan kebiasaan Axel yang tidak akan kenyang bila makan sedikit.


" Bas, apa kau sakit di sana, badanmu terlihat lebih kurus? Kau juga terlihat murung, sebenarnya ada apa denganmu?" tanya Axel yang mengingatkan ia akan kematian Aurora Bastian juga seperti ini.


Bastian hanya bisa terdiam, ia menarik nafas dan membuangnya secara kasar. Bastian bingung apa ia akan membagi cerita ini ke Axel tentang perasaannya selama ini dan kegelisahan nya yang ia rasakan selama ini.


" Ayolah Bas, aku tahu bahwa kau sedang ada masalah. Apa kau tidak percaya padaku? sehingga kau tidak mau membagi masalahmu," ucap Axel lagi karena melihat Bastian hanya terdiam.


" Aku seperti kehilangan sesuatu El. entah kenapa aku selalu memikirkan dia. Aku rindu dengan suara nya, senyum yang menghiasi wajahnya, keceriaan nya dan aku rindu dengan bibir ranum itu. Ada apa dengan diriku El? tanya Bastian yang akhirnya mau membagi masalah yang mengganjal isi hatinya selama ini.


Hingga ia benar-benar mengalami insomnia yang buruk. karena obat sudah tidak mampu membuatnya tertidur, hanya dengan minuman beralkohol baru Bastian bisa tertidur.


" Kau sedang jatuh cinta Bas, apa kau tidak sadar itu? Wanita mana yang bisa membuatmu seperti ini. Aku penasaran dengan sosoknya," ucap Axel sambil menatap wajah Bastian yang terlihat menyedihkan.


Dengan wajah yang terlihat lelah, adanya kantung mata seperti mata panda, raut wajah yang terlihat tidak bahagia.


Bastian tidak menjawab pertanyaan Axel. tidak lama pesanan mereka datang dan Axel tidak mempermasalahkan jika Bastian tidak mau menjawabnya, Karena Axel langsung sibuk dengan makanan saat ini.


Setelah mereka selesai makan. Mereka memutuskan untuk pulang ke apartemen yang sudah lama Bastian tinggalkan.