
Di ruangan Daddy Niko berada. Samuel masuk ke ruangan Niko Louise dengan raut wajah tegang. Ia menghampiri tuannya yang sedang duduk di kursi kebesaran.
" Kenapa wajahmu seperti itu. ada kabar buruk apa yang ingin kau kabarkan? Ucap Niko bertanya setelah melihat raut tegang Samuel.
" Maafkan saya tuan. Orang yang saya suruh untuk menjaga Nona Amelia melaporkan, katanya ia kehilangan nona Amelia saat nona Amelia bersama Bastian." Jawab Samuel berdiri tegak siap menerima kemarahan tuannya.
" Kau, ku suruh mengawasi anak ku saja tidak bisa. Seperti nya aku harus menemui Bastian ada yang ingin ku bicarakan dengannya, kau persiapkan semuanya." Ucap Niko Louise tegas dengan suara beratnya.
" Baik tuan." Jawab Samuel membungkuk hormat dan berlalu pergi.
Niko Louise mengambil ponselnya yang berada di atas meja kerja, Ia ingin menghubungi Amelia yang sedang bersama Bastian.
" Hallo sayang, kau di mana?" tanya Daddy Niko setelah sambungan telepon diangkat.
" Hallo Daddy, aku sedang bersama Bastian sedang ini menonton film bioskop. kenapa memangnya Daddy?" Tanya Amelia di seberang sana.
" Daddy hanya bertanya saja sayang, Daddy kira kau di rumah karena tadi pagi kau bilang ingin di rumah saja karena lelah," ucap Daddy Niko.
" Ia Daddy, aku bosan di mansion. aku menghubungi kaylen dia sedang berada di luar negeri tadinya aku ingin jalan dengan dia," jawab Amelia menjelaskan.
" Bolehkah Daddy berbicara dengan Bastian?" tanya daddy Niko meminta izin.
" Oh, Daddy ingin berbicara dengan Bastian tunggu sebentar ya Dad." Jawab Amelia yang langsung menyerahkan ponselnya pada Bastian.
" Hallo." suara berat Bastian terdengar di seberang sana.
" Kau ingin berbicara dimana tuan?" tanya Bastian dengan nada datar nya seperti tidak berminat.
" Aku ingin di studio mu saja." Jawab Daddy Niko yang sama datarnya.
" Baiklah." Ucap Bastian singkat.
" Hallo Dad, sudah dulu ya, aku ingin masuk ke ruangan bioskop filmnya sudah mau dimulai." Ucap Amelia setelah ponselnya diberikan Bastian.
" Ya sudah, have a good time sayang." Ucap Daddy Niko. Setelah itu sambung telepon pun terputus.
Amelia dan Bastian memasuki ruangan bioskop dengan Amelia menggenggam tangan Bastian, Bastian yang merasakan tangannya digenggam hanya bisa melihat tangannya yang menyatu dengan Amelia. Ada rasa nyaman yang Bastian rasakan, entah kenapa ia merasa senang akan hal ini, " Sungguh sulit ku artikan rasa ini, padahal terlihat jelas di mataku, hati ku berkata IYA, tetapi pikiran ku berkata TIDAK, apakah aku telah jatuh cinta pada mu, apa karena kau mengingatkan ku pada Aurora." Gumam Bastian dalam hati.
Sepanjang film dimulai Bastian hanya fokus melihat wajah manis Amelia dari samping meski dalam cahaya yang minim. Entah kenapa wajah Amelia selalu ingin Bastian lihat. tanpa di sadari Amelia karena ia sedang fokus melihat film yang sedang tayang.
Film pun berakhir Bastian mengajak Amelia untuk makan malam di sebuah restoran yang ada di dalam mall.
" kau ingin makan apa Amelia?" tanya Bastian setelah mereka masuk kedalam restoran dan pelayan menghampiri dan memberi daftar menu.
" sebenarnya aku ingin makan masakan Indonesia. aku kangen sekali, tetapi di sini sudah sekali menemukannya. aku ingin schic, Medovik dan minumannya jus jeruk saja." jawab Amelia setelah Amelia melihat apa saja yang ada di daftar menu.
Bastian pun memesan makan yang sama dengan Amelia. setelah selesai makan malam, Bastian mengantar Amelia untuk pulang. tak terasa malam sudah tiba saat Bastian melajukan kendaraannya di tengah jalan ibu kota yang terasa sunyi ini, karena Bastian tidak berucap sepatah kata pun. saat sampai di depan mansion Amelia berucap " terima kasih kau sudah membuat hari ku terasa istimewa karena ke hadiran mu." Amelia pun berlalu pergi menjauh dari mobil Bastian tanpa menunggu balasan dari Bastian. Bastian hanya memandangi Amelia dalam diamnya. sebelum ia melanjutkan perjalanannya pulang ke studio miliknya untuk bertemu Daddy Niko.