can we be together

can we be together
Bab 31



Bastian yang masuk kedalam kamar mandi dibuat terkejut, dengan tingkah aneh Amelia yang berendam di dalam bathtub dengan menanggalkan pakaiannya dan menyisakan pakaian dalam nya saja dengan warna yang senada. Amelia terus mendesah seperti menahan sesuatu. Bastian melangkah mendekati Amelia dengan wajah tegang. Bastian yakin, pasti terjadi sesuatu dengan Amelia. Pasti pria itulah yang melakukan ini terhadap Amelia.


" Ooh shitt...!! Harus nya ku bunuh saja pria itu. Dia ingin meniduri Amelia dengan cara kotor. Apa yang harus ku lakukan?" ucap Bastian sambil berjalan mondar-mandir dan memegangi kepalanya yang tiba-tiba pusing.


" Aaah Bas, tolong aku Bas," ucap Amelia yang terus mendesah karena gejolak yang dirasakan tubuhnya.


Bastian yang tidak tega melihatnya, Dengan segera membopong Amelia keluar dari bathtub. Tangan Amelia menggerayangi dadanya dan mengecup leher Bastian dengan sangat agresif.


Tetapi Bastian terus melangkah menuju atas kasur dan menyelimuti tubuhnya. tetapi selimut itu segera di lempar oleh Amelia karena memang badannya terasa panas. Sebisa mungkin Bastian menahan rasa gairah yang ia rasakan akibat ulah Amelia. Ia tidak mau mengambil kesempatan itu untuk menidurinya, Karena Bastian tahu ini adalah sebuah kesalahan.


Bastian mengeluarkan ponselnya dengan segera ia menelpon Axel.


" Halo El, kau harus datang ke lantai 6 kamar nomor 279. Cepat datang kemari, aaah stop Lia, kau membuatku tidak tahan,"  ucap Bastian setelah sambungan itu terangkat.


" Apa yang sedang kau lakukan Bas?" tanya Axel yang menjawab panggilan Bastian di luar club, karena di dalam bising sekali.


" Jangan banyak bertanya!. Cepat kau datang kemari aku sungguh tidak tahan lagi," kata Bastian yang menurut Axel ambigu. Bastian langsung mematikan panggilan itu.


Axel pun berjalan menuju lift yang ada di dalam club. Sambil bertanya-tanya sebenarnya ada apa dengan Bastian.


Ting.


Lift yang dinaiki Axel terbuka. Dengan segera Axel keluar dan mencari nomor yang Bastian sebutkan itu.


Setelah menemukan kamar yang Bastian maksud dengan segera Axel mengetuk pintu itu.


Dibukanya pintu itu dari dalam, " Ayolah masuk dan bantu aku, aku tidak tau apa yang harus ku lakukan karena aku tidak pernah ngalamin kejadian seperti ini." ucap Bastian setelah membukakan pintu untuk Axel.


Dengan berjalan cepat, Bastian kembali melangkah masuk kedalam kamar yang diikuti Axel. Sebenarnya Axel tidak mengerti yang dimaksud Bastian apa.


" Apa yang terjadi Bas?" tanya Axel setelah melihat ada perempuan yang terus menggeliat dan mendesah di atas kasur dengan memakai pakaian dalam nya saja." Sepertinya, ia meminum obat perangsang. Apa yang harus kulakukan?" Jawab Bastian sambil menatap Amelia yang ada di Atas kasur.


" Kau harus menidurinya, agar obat itu menghilang," ucap Axel yang langsung menatap Bastian.


Bastian benar-benar bingung dan tidak tega dalam waktu bersamaan.


Axel terdiam sebentar, ia mencoba memikirkan cara apa yang harus dilakukan saat ini," Rendam dia, di dalam air dingin. Biarkan tubuhnya basah," jawab Axel dengan tiba-tiba.


Bastian yang mendengar itu pun langsung membawa Amelia kembali ke dalam kamar mandi dan menaruh Amelia kembali ke dalam bathtub.


Meski membawa Amelia tidak mudah karena kejadian tadi terulang lagi.


Amelia terus meminta tolong dengan suara desahannya itu.


" Sudah Bas, tinggalkan ia di dalam. Mungkin butuh waktu yang lama untuk obat itu menghilang," ucap Axel di depan pintu kamar mandi.


Bastian yang mendengar itu pun, mau tidak mau meninggalkan Amelia di dalam kamar mandi dengan keadaan seperti itu.


Dari pada nanti dia goyah dan meniduri Amelia sesuai keinginan Amelia.


Di sofa kamar tidur. Bastian sedang duduk dengan Axel yang terus memperhatikannya sambil berdiri di hadapan nya.


" Aku butuh penjelasan Bas, sebenarnya ada apa?" tanya Axel yang memberikan diri untuk bertanya.


" Ada yang menginginkan tubuh Amelia," jawab Bastian.


" Memang dia siapa? sampai kau terlihat kacau seperti ini," tanya Axel.


" Dia, wanita yang membuatku tidak fokus selama di Chicago. Sampai obat tidur ku tidak mempan lagi, karena aku terus memikirkan nya. membuat insomnia ku bertambah parah. Aku selalu rindu dengan suara bawelnya yang tiada henti untuk berbicara dan keceriaannya. Awalnya aku melihat dia seperti melihat Aurora karena karakter Mereka hampir sama. Aku kira rasa yang kurasakan saat itu, karena ia mirip dengan Aurora tetapi aku salah. Aku telah jatuh cinta kepadanya. Meski aku terlambat menyadari nya karena aku sempat membuatnya sakit hati oleh kata-kata yang aku ucapkan," jawab Bastian jujur mengungkapkan isi hatinya.


" Aku senang, kau bisa merasakan jatuh cinta lagi. Aku kira hatimu sudah beku oleh cinta pertama mu itu. Apa lagi waktu itu, saat kau mabok dan berucap gadis kecil aku kira kau mempunyai kelainan jiwa, sungguh aku takut bila itu benar itu terjadi," ucap Axel yang langsung mendapat tatapan mematikan oleh Bastian.


" Sorry," ucap Axel sambil mengaruk rambutnya yang tidak gatal, karen ia merasa takut oleh tatap Bastian itu.


Bastian tidak membalas ucapan Axel. Dia mengeluarkan rokok yang ada di kantung celananya dan menyalakannya, sambil menunggu Amelia yang berada di kamar mandi seorang diri.