can we be together

can we be together
bab 21



Dua hari telah berlalu setelah pertemuan Bastian dan Amelia di cafe. Sejak saat itu Amelia terus menghubungi Bastian, tetapi pria itu selalu mengacuhkannya dan hari ini Bastian kehilangan kesabaran karena Amelia terus menghubungi nya.


Dretttt…dretttt…


Suara ponsel yang selalu bergetar membuat Bastian kehilangan kesabaran diraihnya ponsel itu dan di angkat panggil itu oleh Bastian.


" Hallo." Suara lembut perempuan terdengar saat Bastian mengangkat panggilan itu.


" Kau tidak ada kerjaan ya selalu menghubungi ku!!, Ada apa kau menghubungi ku?" tanya Bastian dengan nada emosi.


" Kau galak sekali, aku ingin mengajakmu jalan karena besok aku akan sibuk dengan kuliahku, Kau mau kan?" Jawab Amelia dengan nada manjanya.


" Baiklah, kita bertemu di cafe yang kemarin saja. ada yang ingin ku bicarakan, mungkin jam 1 siang aku akan tiba di sana." kata Bastian yang menyetujui permintaan Amelia itu.


" Aahh, aku senang sekali kau mau bertemu dengan ku. aku akan bersiap dan berdandan yang cantik, aku akan datang tepat waktu. Bye Bastian I love you." Balas Amelia yang begitu senang dengan pertemuan ini.


Bastian tidak membalas ucapan Amelia, ia langsung mematikan sambungan telepon itu.


Amelia pun bergegas merias diri dan datang sebelum jam 1, ia memutuskan akan menunggu Bastian di cafe dari pada ia yang datang terlambat. Amelia datang diantar oleh supir pribadi nya dan tentu saja penjaga yang mengawasi dari kejauhan.


Sesampainya mobil Amelia di cafe. Amelia segera masuk dan memesan pie dan segelas teh, ia duduk di dekat jendela cafe. sudah hampir 25 menit Amelia menunggu tetapi Bastian belum juga datang.



Amelia hanya menatap jendela, berharap Bastian akan datang dan menepati janji nya.


Seperti betapa serasinya mereka, banyak yang memuja kecantikan dan ketampanan Amelia dan Bastian.


" Hai Bas, aku senang kita bisa berjumpa lagi." Ucap Amelia dengan senyum manisnya setelah Bastian duduk di kursi.


"Ada yang ingin ku bicarakan denganmu. aku harap kau paham dengan maksud ku, jadi aku tidak mengulangi nya lagi. Aku harap ini pertemuan kita yang terakhir, bila kau melihat ku di suatu tempat, anggap saja kau tidak mengenalku. aku merasa terganggu akan kehadiran mu, itu membuatku tidak nyaman. sejak awal kita bertemu aku tidak tertarik padamu, kau bukan selera ku jadi jangan menaruh rasa yang lebih terhadapku, dan kau seperti gadis kecil di mata ku semoga kita tidak pernah bertemu lagi, aku harap kau jangan menghubungiku lagi." Ucap Bastian yang berlalu pergi tanpa menunggu Amelia berbicara.


Saat Bastian di dalam mobil ia Terdiam untuk sesaat " Kenapa hati ku yang merasa sakit, saat berbicara seperti itu." gumam Bastian yang memegang dadanya yang terasa sakit dan ia melajukan mobilnya kejalan raya.


Amelia yang mendengar itu hanya bisa diam, ia hanya menatap satu sudut ruangan dengan pandangan kosong. Ia mengusap sudut matanya yang basah oleh air mata, Amelia mengambil ponsel yang ada di atas meja dan menghubungi sahabatnya kaylen untuk datang ke cafe.


Setelah sahabat nya datang, ia menceritakan apa yang baru saja terjadi padanya dan ia juga bercerita tentang cowok yang membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama. Tentu saja kaylen tertawa mendengar nya sebab bagi nya itu suatu cerita yang lucu dan menarik.


" Aku menyesal telah menceritakan ini pada mu." Ucap Amelia dengan wajah kesal sebab melihat sahabatnya masih saja tertawa.


" Haha...haha...maaf, sudah lah lupakan pria itu, sejak awal ia memang tidak tertarik dengan mu. Raihlah apa yang bisa kau rapih. Gapai lah apa yang bisa kau gapai. Bukan nya banyak anak kampus yang suka denganmu, kenapa kau tidak coba berpacaran dengan mereka." Kata kaylen yang menasehati sahabatnya.


" Memangnya aku mau seperti ini, aku memang tertarik dengan nya sejak bertemu. Mungkin aku akan mencoba melupakan nya dengan berpacaran dengan salah satu anak kampus itu." Jawab Amelia dengan hembusan napas pelan.


" Sudah lah lupakan pria itu, jika kau ditakdirkan bersama kau akan bersamanya meski jarak dan waktu memisahkan. Lebih baik kita jalan-jalan bersama karena besok kita akan kembali sibuk dengan tugas kuliah kita." Kata kaylen dengan menarik tangan Amelia keluar cafe. Sebab kaylen tidak tega melihat wajah Amelia yang cemberut itu.


Akhirnya mereka Menuju ke mall, memutuskan untuk bersenang-senang dan menonton film dan berbelanja baju.