can we be together

can we be together
Bab 32



Sudah satu jam lamanya Amelia berada di dalam kamar mandi. Bastian yang khawatir pun membawanya ke atas kasur, karena melihat Amelia yang tampak kedinginan.


Bastian yang melihat Badan Amelia menggigil, dengan terpaksa melepaskan pakaian dalam Amelia yang basah, agar ia tidak kedinginan lagi.


Bastian yang tidak mau melihat aset berharga milik Amelia pun menyelimutinya terlebih dahulu, baru membuka pakaian dalam Amelia tanpa melihatnya. Saat ingin membuka pengait bra, tangannya ditahan oleh Amelia.


" Bas, apa yang kau lakukan?" tanya Amelia dengan suara pelan. 


" Maafkan aku, ini harus dibuka. Apa kau bisa membukanya sendiri?" Amelia pun mengangguk kan kepalanya, " Aku akan memesankan susu hangat untuk mu," kata Bastian yang langsung menelpon pihak hotel untuk minta dibuatkan susu hangat.


" Apa yang terjadi dengan ku? kenapa tubuhku tadi terasa panas di dalam dan tubuhku sangat agresif saat menerima sentuhan darimu, membuatku ingin melakukan itu. Dari mana kamu tahu aku berada di sini?" tanya Amelia secara beruntun dan merasa bingung dengan keadaannya sekarang.


" Nanti, akan ku jelaskan. Kau istirahatlah dahulu, aku akan menemani mu," ucap Bastian yang berada di samping Amelia. Yang saat ini tubuhnya hanya tertutup kain selimut tanpa ada pelapis lain.


Amelia hanya terdiam, ia merasa badannya tidak enak. Amelia mencoba memejamkan matanya.Tidak lama suara ketukan pintu terdengar dengan segera Bastian membukakan nya. Ternyata petugas hotel yang mengantarkan susu.


Bastian pun kembali ke dalam kamar dan membangun Amelia untuk meminum susu yang baru saja di antara oleh petugas hotel.


" Apakah kau sudah merasa lebih baik Amelia?" Amelia hanya mengangguk, " apakah aku boleh tidur di sampingmu? aku ingin dekat denganmu," tanya Bastian lagi.


" Tidurlah, tetapi aku tidak memakai apa-apa di bawah selimut ini. Aku takut, kau tergoda olehku. Ingat Bastian, aku masih virgin. Hanya suami ku lah yang berhak atas ini," jawab Amelia sambil melihat Bastian yang berdiri di samping kasurnya.


" Aku akan berusaha menahan nya untuk mu," kata Bastian yang langsung naik ke atas kasur dan memeluk Amelia yang tertutup selimut.


Bastian melupakan obat tidurnya, akhirnya ia beranjak lagi dari atas kasur untuk mengambil air yang ada di atas meja. 


Amelia yang merasa Bastian turun pun, membuka matanya kembali, " Kau mau kemana Bas?" tanya Amelia.


Bastian yang mendengar itu pun menghentikan langkahnya," Aku ingin meminum obat tidurku, karena tanpa obat aku tidak bisa tertidur," kata Bastian.


" Jangan meminumnya, itu tidak baik. Sudah tidurlah jangan meminumnya, aku akan menjadi obat tidurmu," kata Amelia sambil mengulurkan tangannya.


Bastian pun meraih tangan itu, akhirnya ia merebahkan tubuhnya di samping Amelia dan memeluknya dari belakang.


" Tidurlah Bas, pasti ini sudah hampir pagi,"  kata Amelia.


Bastian yang mendengar itu semakin mengencangkan pelukannya, " Akan aku coba, ini pertama kalinya bagiku tidur tanpa bantuan obat,"


Akhirnya mereka berdua tertidur pulas dengan Bastian yang memeluk Amelia dari belakang.


...****...


Amelia lupa kau ia tidak memakai sehelai benang pun dan ia berjalan tanpa beban menuju meja.


" Ya, hallo Daddy," ucap Amelia setelah mengangkat panggilan telepon itu.


" Kau ada dimana sayang? Kata bibi Orina kalau tidak pulang ke mansion," kata Daddy yang berada di Amerika.


" Aku menginap di hotel one night club Daddy. Aku semalam mabuk berat bersama teman-temanku. Akhirnya kami memutuskan untuk menginap di hotel karena tidak ada yang berani mengendarai mobil," ucap Amelia berbohong karena ia belum siap membicarakan masalah Bastian kepada Daddy nya.


" Ya sudah, bangunlah. Pasti di sana sudah siang, Daddy tau pasti Daddy membangunkan mu," ucap Daddy Niko.


" Ia, aku akan bangun. sudah dulu ya Dad, I love you Dad," Setelah Daddy membalas ucapan Amelia, sambungan pun terputus. Amelia pun menaruh lagi ponselnya di atas meja dan kembali ke atas kasur.


Sebenarnya dari tadi Bastian sudah bangun dan melihat Amelia yang mengambil ponsel di dalam tasnya, tanpa memakai apa pun.


" Apa aku harus menikahi mu dulu baru bisa merasakan tubuhmu itu," ucap Bastian secara tiba-tiba yang membuat Amelia kaget. 


Amelia yang ingat pun Langsung membulatkan matanya, kenapa ia bisa melupakan hal ini.


" Tutup matamu Bas!!," triak Amelia yang langsung menutupi bagian sensitifnya dengan kedua tangannya.


Bastian yang mendengar itu tersenyum, " Aku sudah melihatnya dengan sangat jelas, tidak perlu kau tutupi lagi, itu sungguh pemandangan yang bagus," ucap Bastian yang membuat Amelia malu dan langsung berlari ke kamar mandi.


" Kau lucu sekali," ucap Bastian yang melihat Amelia berlari memasuki kamar mandi," Aku tidak menyangka, aku bisa tertidur dengan sangat pulas tanpa obat tidur ku, sepertinya aku harus segera menikahi mu secepatnya nya. Belalai ku ini langsung membesar saat melihat tubuhmu yang indah itu. Aku sampai pusing menahan nya," ucap Bastian seorang diri yang langsung beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi.


Tok…tok…


" Lia, apa kau tidak ingin mandi bersama ku?" ucap Bastian di belakang pintu. Karena saat ia ingin membuka pintu, pintu itu terkunci dari dalam.


" Tidakkk,"  teriak Amelia dari dalam. Karena ia benar-benar sangat malu, mungkin pipinya sudah seperti tomat sekarang ini.


" Apa kau yakin," tanya Bastian lagi.


" Sudah jangan ganggu aku!. belikan baju dan pakaian dalam untukku Bas," kata Amelia karena ia melihat baju yang semalam ia pakai sudah basah.


" Baiklah, aku akan belikan untukmu," ucap Bastian yang berlalu pergi untuk membeli pakaian yang Amelia minta.


Ini sudah kedua kalinya Bastian membelikan pakaian untuk Amelia. Dan ia dengan senang hati melakukan nya. Meski ia harus memasuki toko pakaian wanita dan sekarang ditambah harus membelikan pakaian dalam untuk Amelia yang ia sudah tahu ukurannya berapa.