
Sudah 20 menit semenjak Amelia meminum Vodka pemberian Gerry. Sekarang badannya menjadi tidak nyaman ia selalu menggeliat seperti orang yang sedang menahan kencing.
" Kau kalau mau buang air kecil pergilah ke toilet. Jangan menjadi ulat yang menggeliat seperti itu." ucap Debora yang melihat Amelia seperti gelisah.
' Bagus rencana ku berhasil, obatnya bekerja,' gumam Gerry dalam hati.
" Sepertinya aku tidak enak badan. Aku merasa panas di sekujur tubuh ku dan aku gelisah, ada rasa yang aneh di badan ku ini. tempat ini panas sekali, Aku pulang duluan ya," ucap Amelia yang langsung berdiri dari duduknya setelah mendapatkan anggukkan kepala oleh Debora dan Kaylen.
Kaylen menyarankan untuk Gerry mengantarnya, " Biar Gerry mengantarmu pulang," ucap Kaylen yang langsung mendapat anggukan kepala dari Amelia karena ia benar-benar sudah tidak nyaman dengan tubuhnya.
Gerry yang mendengar itu tentu saja senang karena tinggal selangkah lagi ia akan mendapatkan Amelia.
"Biar ku antar Amelia," ucap Gerry yang langsung melangkah turun dari lantai atas yang diikuti Amelia dengan tubuh yang terus menggeliat seperti ulat. "Sepertinya aku mempunyai obat untuk mu, karena aku pernah mengalami gejala seperti mu. Apa kau mau?" kata Gerry berbisik di telinga Amelia dan itu membuat Amelia tambah panas dingin. Ia seperti menginginkan yang lebih ada gairah yang keluar dari dalam tubuhnya. Amelia hanya menganggukkan kepalanya saja, sambil menggigit bibir bawah nya.
Gerry yang melihat itu tersenyum miring.
" Aku menaruh obat itu di dalam kamar hotel, seperti nya masih ada beberapa obat lagi yang ku simpan di dalam tas ku. Ayo kita kesana dulu," ajak Gerry dengan berbisik dan langsung menarik tangan Amelia untuk mengikuti langkah nya.
Sedangkan Kaylen dan Debora hanya melihat Amelia yang berlalu pergi tanpa ada rasa curiga dan tidak memperhatikan Amelia yang bersikap aneh itu.
Bastian yang melihat Amalia dengan pria yang ia temui di kamar mandi itu menuruni tangga bersama Amelia, Bastian pun mengikuti langkahnya.
Karena sejak masuk kedalam bersama Amelia ia memutuskan untuk open table di ruang VVIP itu, untuk bisa mengawasi Amelia dari dekat. Axel yang merasa ditinggal sendirian di sofa pun, berteriak memanggil-manggil namanya tetapi diacuhkan oleh Bastian.
Dengan perasaan marah dan kesal Bastian mengendor pintu yang baru saja tertutup itu.
Gerry yang baru saja masuk merasa kesal karena pintu yang baru saja tertutup sudah diketuk dengan sangat kencang.
"Amelia, kau tunggu dulu di sofa itu, aku akan membukakan pintu dulu. tunggu aku sebentar ya," ucap Gerry yang berlalu membukakan pintu yang diketuk dari luar dengan sangat keras. " Siapa sih mengganggu saja," gerutu Gerry sambil membuka pintu.
Saat pintu dibuka dari dalam. Gerry tidak menyangka akan mendapatkan satu pukulan yang membuat ujung bibirnya berdarah dan ia langsung terjatuh di lantai karena Gerry tidak siap dengan pukulan yang mendadak itu dengan nada marah Gerry berucap, " Apa yang kau lakukan!! Ini namanya kekerasan," ucap Gerry yang langsung bangun dan membalas pukulan yang Bastian berikan.
Tetapi sayang pukulan itu berhasil ditangkap oleh Bastian. Gerry yang melihat itu marah dan mencoba melepaskan tangan yang sudah dipegang oleh Bastian. Bastian yang melihat Gerry memberontak ia pun mendorongnya menggunakan satu tangan yang memegang tangan Gerry dan mendorongnya hingga Gerry kembali terjatuh karena Gerry tidak kuat menahan dorongan dari Bastian yang ternyata tenaganya sangat kuat. Bastian menatap Gerry yang berada di bawah dengan amarah yang membara dengan segera ia mengeluarkan pistol yang selalu ia bawa dan menodongkan pistol itu pada kepala Gerry.
Gerry yang melihat itu langsung ketakutan dan menunduk dengan badan yang sudah bergetar dan mengeluarkan keringat karena ia merasa tegang dan takut dalam waktu bersamaan.
Sambil menodongkan pistol Bastian berucap," Jauhi Amelia karena dia milikku. Jangan coba-coba kau mendekatinya lagi dan berbuat jahat terhadapnya, kalau tidak ingin nyawamu mati oleh pistol ku ini. Ingat itu!" Bastian berucap sambil menekan ujung pistol itu ke kekepala Gerry.
Gerry yang mendengar itu hanya bisa menganggukkan kepalanya saja tidak berani berucap atau membantah pria yang ada di hadapan nya ini.
" Sudah Sana kau pergi!! Aku tidak ingin kau berada dekat dengan Amelia lagi!" usir Bastian.
Gerry yang mendengar itu langsung pergi dari dalam kamar hotel itu dengan sangat terburu-buru.
Bastian langsung masuk ke dalam untuk mencari Amelia. Bastian melihat sekitar ruangan tetapi ia tidak menemukan Amelia dan ia mencoba masuk ke dalam kamar yang sudah terbuka pintunya dan dilihatnya ternyata Amelia tidak berada di dalam kamar tetapi Bastian melihat pintu kamar mandi itu terbuka. Dengan segera Bastian masuk, ia tidak menyangka apa yang Amelia lakukan di dalam kamar mandi itu.