can we be together

can we be together
bab 14



Bastian melajukan mobilnya di jalan yang cukup lancar, ia melajukan mobilnya tanpa tujuan arah yang pasti, pikiran dan hatinya tidak sejalan, ia merasa bingung harus bersikap seperti apa, sebelumnya ia tidak pernah merasakan seperti ini sebelumnya.


Mobil Bastian berhenti di sebuah tempat yang sepi dan luas, tanah tertutup rumput - rumput halus dengan batu nisan yang berjajar rapih. Bastian melangkahkan kakinya ke salah satu nisan yang tertulis Aurora putri. ia terdiam untuk sesaat ada kerinduan yang menjalar ke hatinya satu tahun lebih tidak cukup melupakan Aurora putri, malah kerinduan itu semakin menjadi, ada sesak yang teramat sangat yang menusuk dadanya begitu sakit hingga Bastian tidak kuat menahan tangis, keluarlah cairan bening dari sudut matanya membasahi pipi nya itu. Ia usap dengan segera air Mata itu, Sekuat apapun pria itu pasti ia mempunyai kelemahan begitu juga dengan Bastian kelemahannya ditinggal untuk selama - lamanya oleh orang yang mengenalkan cinta dan kasih sayang yang belum pernah ia rasakan selama hidupnya.


"Hai…" sapa Bastian yang sudah berdiri di depan nisan Aurora putri dan Bastian berbicara seperti ada Aurora putri di depan nya." Aku seperti melihatmu dengan wajah yang berbeda akhir - akhir ini, dia begitu mirip dengan Sifat mu yang manja, bawel, periang, tidak tau malu, Ada sifat mu di diri dia yang membuat ku rindu," untuk sesaat Bastian terdiam ia memikirkan Amelia. " Apakah aku egois bila aku mendekati dia karena mirip dengan sifat mu?, apakah aku boleh melakukan itu kepada nya?, karena aku masih mencintaimu dan tidak bisa melupakan mu, apakah aku akan menjadi pria yang jahat Aurora?" Hanya ada keheningan yang di dapat setelah Bastian terdiam, tidak ada jawaban dari pertanyaan nya itu. 


Bastian berucap lagi. "Setiap bersamanya hatiku terasa menghangat, kekosongan di hatiku seperti terisi, apakah aku mencintai dia atau aku hanya tidak bisa melupakan mu karena dia sama seperti dirimu yang periang dan ceria, aku seperti pria yang bodoh di hadapan mu saat ini," ada tarikan di sudut bibir Bastian, saat ini ia merasa orang yang paling bodoh di hadapan Aurora putri. "Aku pulang dulu ya sayang, terimakasih udah mau mendengar cerita ku ini, hari ini aku lupa untuk membawa bunga kesukaan mu, nanti kalau aku kesini lagi aku janji akan membawakan nya untuk mu  I love you." Ucap Bastian sambil melangkah berlalu menjauh menuju mobil yang terparkir tidak jauh dari tempat Aurora putri beristirahat.


Bastian melajukan mobilnya di jalan yang cukup lancar. hari sudah sore Bastian memutuskan memberhentikan mobilnya di sebuah toko upside down cake cafe yang berada di sebelah taman bunga yang biasa Bastian kunjungi bila musim semi tiba. Bastian memesan segelas kopi dan kue lemon, ia duduk dengan santai di sana sambil memegang sebatang rokok di tangannya. Sampai ia tidak sengaja melihat sosok yang mengusik pikirannya akhir-akhir ini.


" gadis kecil itu lagi sedang apa dia disini?" gumam Bastian Yang melihat Amelia berjalan masuk ke toko yang ia kunjungi.


Amelia bosan di mansion dan ia memutuskan untuk pergi ke taman bunga, siapa tau ia bisa melihat Bastian yang tidak pernah membalas dan mengangkat pangilan darinya, tapi sayang Bastian tidak ada di sana akhirnya ia memutuskan ke cafe yang ada di sebelah taman bunga yang menjual banyak jenis cake dan minuman. Amelia masuk kedalam toko untuk memesan cake rasa red velvet dan segelas es teh lemon. Amelia tidak sadar kalau di toko itu juga ada Bastian.