
Amelia membulatkan matanya saat ia tahu siapa orang yang ada di hadapannya saat ini. Panas nya udara tadi didalam mobil mengalahkan panasnya udara di luar mobil. Padahal saat ini diluar angin berhembus kencang sampai-sampai menerbangkan helaian rambut Amelia yang tergerai indah yang terlihat sedikit berantakan akibat pergulatan mereka tadi di dalam mobil.
Amelia merasakan udara di luar benar-benar terasa panas hingga ia susah untuk bernapas, Amelia kehilangan suaranya untuk kata-kata, tenggorokannya terasa tercekat, wajahnya terlihat pucat, bibirnya terkulum kedalam, ia hanya bisa menundukkan wajahnya saja tanpa mau berkata apa-apa.
Tamat sudah riwayat nya saat ini. Sekali lagi ia merutuki pria yang telah menaruh obat itu untuk dirinya. Amelia hanya ingin bersenang-senang seperti teman-teman yang lainnya yang menikmati masa-masa remaja selama ini kehidupan nya bagaikan burung dalam sangkar emas. Sekalinya Amelia bisa keluar ia langsung terjerat karena orang-orang tahu betapa berharganya dirinya.
"Ini yang kamu lakukan saat di luar , Amelia?" Suara berat memecah keheningan malam yang begitu sunyi dan sepi.
Amelia yang mendengar itu menaikan wajahnya menatap manik-manik yang terlihat nyalang "Papah … ini nggak seperti apa yang papa kira," ucapnya dengan suara lirih.
Pria yang disebut Papah hanya bisa menghembuskan nafas nya dengan sangat berat, "Terus kamu kira penglihatan Papah sudah tidak berfungsi dengan baik? Papa ingin kalian segera menikah sebelum beritanya tersebar lebih jauh lagi. Kamu kira Papa ada disini karena sebuah kebetulan belaka?"
Bagaikan tersambar petir mereka berdua saat mendengar ucapan dari pria yang tidak muda lagi usia nya yang bernama Randi Saguna orang terkaya dan terpandang, memiliki perusahaan di berbagai bidang yang bernama Saguna Grup. Ada yang menaruh rasa hormat dengan dirinya dan ada yang menaruh benci terhadap dirinya. Bagai dua mata pedang yang saling berlawanan.
Bastian yang mendengar itu tentu saja tidak terima, "Aku tidak setuju!" tolak Bastian dengan suara dingin nya.
Randi Saguna yang mendengar itu tersenyum sinis sambil menatap wajah Bastian yang terlihat shock akan apa yang baru saja ia dengar. "Aku tidak butuh persetujuan dari kalian berdua. Ini masalah reputasi ku. Kau tau apa yang sudah aku keluarkan untuk menutup berita ini agar tidak tersebar? ... Sebuah saham perusahaan ku, harus aku relakan untuk nama baik yang sudah ku bangun dengan susah payah. Jika kau tidak mau dengan pernikahan ini, tak apa. Tapi kau harus mengganti rugi atas apa yang telah kau lakukan terhadap putri ku dan saham yang aku relakan agar berita ini tidak tersebar. Aku tau putri ku itu masih perawan. Tapi karena kecerobohan nya, ia merelakan nya begitu saja." Bastian yang mendengar itu terdiam. Ia menyesal telah membatu orang lain yang ia tidak kenal dan berujung petaka untuk dirinya meski kenikmatan di awal dan kesialan di akhir.
Bastian cukup sering mendengar nama Randi Saguna dan ia penasaran dengan sosoknya, mangkanya ia tahu siapa orang yang ada di hadapannya saat ini.
Papah Randi terdiam untuk sesaat dan menatap anaknya yang berdiri di hadapan saat ini. "Aku sudah berulang kali berbicara kepadamu Amelia. Jangan pernah mempercayai siapapun. Ini konsekuensi untuk dirimu, karena kau tidak mendengarkanku. Kau sudah terjebak dengan permainan musuh Papah. Kau seharusnya tidak kabur dari pengawasan yang Papa berikan,"Amelia yang mendengar itu hanya terdiam seribu bahasa karena apa yang ia lakukan saat ini murni kesalahan dirinya yang tidak pernah mau mendengar ucapan Papah nya itu.
"Tapi … Pah. Bagaimana dengan Abian Bahran?" tanya Amelia dengan suara lirih nya.
"Memangnya dia mau menikah dengan keadaanmu yang seperti ini, yang sudah tidak perawan? Apa dia tidak keberatan dengan keadaanmu yang sekarang yang sudah bekas laki-laki lain? Dan, bagaimana tanggapan keluarga mereka? Papah tidak ingin dibuat malu untuk itu semua," Pertanyaan bertubi-tubi langsung keluar begitu saja oleh Papah Randi Saguna.
Amelia yang mendengar itu langsung jatuh terduduk dan menangis terisak ia seperti tersadar akan kesalahan yang ia buat.
Bastian hanya bisa mengusap wajah nya terlihat frustasi dengan semua ini. Bastian hanya bisa mengumpat di dalam hati. Ia tidak bisa berkutik karena ia sadar orang yang ia hadapi saat ini siapa "Aku akan menikahi nya tapi hanya di atas kertas karena aku tidak mencintainya," ucap Bastian pada akhirnya.
"Baiklah, tidak masalah buatku. Karena aku hanya ingin status yang jelas untuk anakku. Hanya 1 tahun, ia hanya 1 tahun pernikahan kalian," ucap Randi Saguna tanpa ragu.
Akhirnya malam yang gelap dan sunyi itu diakhiri dengan ke piluan seorang wanita yang bernama Amelia Clarissa Saguna.