can we be together

can we be together
Bab 28



Bastian menggenggam lengan Amelia dengan sangat kencang dan terus berjalan keluar club dengan langkah cepat. Dengan susah payah Amelia mengikuti langkah Bastian yang lebar itu dengan menahan sakit di lengan tangannya.


Setelah di luar club. Amelia mencoba melepaskan tangannya yang di genggam Bastian. di usap nya lengan yang merah itu sambil menatap wajah Bastian yang ada di hadapan nya itu.


" Apa yang kamu lakukan?! Kau mengganggu kesenanganku," ucap Amelia membentak.


" Sudah aku bilang, kau jangan memakai baju seperti itu bila datang kemari!" ucap Bastian dengan nada emosi juga.


" Maaf aku tidak mengenalmu, jadi jangan ikut campur bagaimana cara aku berpakaian," ucap Amelia dingin yang langsung meninggalkan Bastian yang terdiam menuju ke dalam club.


Deg.


Bastian yang mendengar itu langsung terdiam, ia tidak bisa berucap lagi. Ucapan yang waktu itu ia lontarkan untuk Amelia teriang lagi di telinga nya. Ia memejamkan matanya ada rasa sesal saat ini, karena telah mengeluarkan kata-kata itu kepada Amelia.


Bastian kembali ke dalam dan duduk di sebelah Axel. Bastian langsung menenggak minuman beralkohol itu langsung dari botolnya.


" Apakah wanita itu yang kau ceritakan?" tanya Axel sambil melihat Amelia yang sedang menari bersama Kaylen.


" Apa yang harus kulakukan El, sepertinya aku melakukan kesalahan besar?" ucap Bastian yang terlihat sangat frustasi.


" Ini saatnya memulai sesuatu yang baru Bas, dan mempercayai keajaiban dari sebuah permulaan. Kau bisa memperbaiki kesalahanmu itu. Mulai lah dari sekarang Bas," kata Axel yang tiba-tiba menjadi bijak.


" Aku harus mulai dari mana El?" tanya Bastian yang bingung harus dari mana. Sepertinya Amelia benar-benar tersinggung dengan ucapan nya waktu itu.


" Kenapa kau menjadi bodoh seperti ini Bas!, mulailah dengan mendekatinya secara perlahan," jawab Axel.


" Aku ingin ke toilet dulu," Bastian tidak menanggapi jawaban yang Axel berikan.


Axel yang mendengar itu hanya menganggukkan kepalanya saja, dan ia langsung berniat memesan makanan yang ada di club ini.


Bastian melangkah menuju toilet pria setelah di dalam ia bertemu pria yang mendekati Amelia di lantai dansa. Pria itu sedang berbicara dengan sahabatnya. Bastian hanya mendengarkan nya saja sambil buang air kecil. 


" Apa kau jadi memberi obat itu ke dalam minumannya?" tanya sahabat pria itu.


Bastian yang mendengar itu langsung teringat Amelia. Ia harus lebih hati-hati dengan ucapan pria itu karena Bastian tidak tau perempuan mana yang pria itu maksud.


Bastian memutuskan untuk terus memantau Amelia dari jauh, takut terjadi sesuatu dengannya.


Bastian kembali ke meja barnya dan langsung mencari di mana Amelia berada dari tempat duduknya, tetapi itu begitu sulit karena di lantai dansa sudah dipenuhi oleh lautan manusia yang sedang asyik menari.


Akhirnya Bastian berjalan menuju lantai dansa. Setelah ia menemukan Amelia ia langsung mendekatinya.


Kaylen dan Debora yang melihat itu berbisik di telinga Amelia.


" Pria yang menarik mu tadi ada di belakang mu saat ini, sebenarnya apa yang terjadi?" tanya kaylen yang penasaran karena Amelia tidak mau menceritakan masalah yang tadi.


Amelia yang mendengar itu mengacuhkan nya dan asik menari secara liar melepas rasa kesal yang selama ini Amelia rasakan terhadap Bastian dengan botol bir di tangan nya.


Kaylen dan Debora yang melihat itu tidak mau bertanya lagi. Mungkin Amelia belum siapa bercerita.


Bastian terus berdiri di belakang Amelia seperti tameng yang melindungi Amelia dari senggolan orang yang asik menari.


kaylen dan Debora yang melihat itu merasa mereka harus memberikan ruang untuk Amelia dan Bastian.


" Aku ke atas dulu ya Mel," kata Debora dan di susul Kaylen yang berbisik di telinga Amelia dan mereka melangkah kelantai Atas setelah mendapat anggukan dari Amelia.


Amelia tidak menghiraukan kehadiran Bastian di belakang nya. Ia terus menari dan sesekali menyesap minumannya yang ia bawa dalam botol.


Bastian yang melihat sahabat Amelia sudah pergi dengan segera Bastian memutar pinggang Amelia untuk menghadap nya.


Bastian menatap Amelia dengan mata tajamnya dan Amelia membalas tatapan itu meski ia harus mendongakkan kepalanya.


Amelia tidak bisa membohongi perasaannya. Ia begitu merindukan cinta pertama nya itu. Ada desiran aneh yang Amelia rasakan saat jarak mereka begitu dekat. Jantung Amelia terasa berdetak sangat cepat saat dada bidang Bastian menyentuh dadanya karena jarak mereka begitu intim saat ini.