can we be together

can we be together
Bab 27



Malam pun tiba. Amelia, Kaylen dan Debora sedang berada di mansion Amelia. Mereka sudah siap untuk berangkat ke club malam. Jam menunjukkan pukul 10 malam, mereka sedang menunggu Gerry untuk menjemput mereka. Karena bosan menunggu lama, karena Gerry belum juga datang, akhirnya mereka memutuskan berselfi ria. Mereka begitu menikmati malam ini yang penuh dengan canda dan tawa ada saja hal-hal yang menarik untuk mereka bahas.



Akhirnya Gerry pun sampai di mansion tanpa banyak lama mereka langsung menuju club one night.


Setelah menempuh 40 menit berkendara akhirnya mobil yang ditumpangi mereka sampai di depan club. 


Mereka berempat melangkah bersama memasuki ruangan VVIP yang sudah di pesan oleh Bavel yang ada di lantai 2 dengan kaca besar yang bisa melihat pengunjung yang ada di lantai bawah. Mereka disambut dengan hangat oleh Bavel.


" Hai Gerry, apa kau berangkat bareng dengan mereka," ucap Bavel yang melihat Gerry datang dengan tiga wanita cantik.


" Ia, aku kesini dengan mereka. Selamat ulang tahun Bavel semoga acaranya berjalan sukses," ucap Gerry. " Enjoy the party Gerry," ucap Bavel sambil melangkah mendekati tiga wanita yang ada di belakang Gerry.


"Selamat datang para beautiful woman, aku senang kalian mau menghadiri acara ku ini," sambut Bavel dengan ramah saat melihat Amelia, Kaylen dan Debora sudah hadir di cara ulang tahunnya.


" selamat ulang tahun Bavel, ini hadiah dari kami," ucap Kaylen yang langsung menyerahkan kado yang isinya parfum sultan.


" Terima kasih atas kadonya. Kau tidak usah repot-repot untuk membawa kado untuk ku, dengan kehadiran kalian aku sudah senang. Enjoy the party, aku tinggal dulu ya," kata Bavel yang berlalu pergi untuk menyambut sahabatnya yang lain.


Musik DJ sudah berdentum dengan sangat kencang. Warna-warni cahaya lampu menyinari ruang yang redup ini. Mereka bertiga duduk di bangku yang bentuk nya melingkar dan ada meja di tengah bangku itu. Di atas meja sudah tersaji banyak minuman beralkohol dan tersaji berbagai jenis aneka makanan.


Amelia menuangkan Vodka kedalam gelas kecil di putarnya gelas itu dan diciumnya aroma Vodka yang ada di dalam gelas sebelum Amelia meminum nya.


Amelia dan Kaylen menari dengan sangat gembira. Mereka menikmati musik DJ dengan gerakan tari liarnya.


Amelia menikmati waktu kebersamaan dengan sahabat nya itu, sedangkan Debora sedang asyik dengan sahabat prianya.


Amelia tidak sadar bahwa ada sepasang mata yang memperhatikan nya saat ia berada di lantai dansa. Mata itu tidak pernah lepas saat melihat Amelia berada di club malam ini.


Dia gengam gelas yang ada ditangannya itu dengan sangat kuat, saat melihat Amelia di dekati oleh seorang pria yang ia tidak kenal sapa itu.


Ia semaki marah saat melihat pria itu seprti ingin mencium Amalia, padahal pria itu hanya berbisik di telinga Amelia karena musik DJ berdentum dengan sangat keras.


" Kau sedang lihat apa Bas?" tanya Axel yang memperhatikan Bastian dari tadi.


Bastian tidak menjawab, ia terus minum dengan pandangan terus menatap Amelia.


Akhiri pria itu pergi menigalkankan Amelia dan Kaylen untuk ke lantas atas. tetapi tidak berselang lama Amelia dan Kaylen di dekati oleh pria lain dan seperti nya Amelia terlihat risih dengan kehadiran pria itu.


Bastian yang sudah sangat marah dengan kehadiran pria itu dan baju yang di kenakan Amelia ia langsung menghampiri mereka berdua dan langsung menarik tangan Amelia dengan sangat kencang untuk keluar dari club malam itu. Sedangkan Kaylen hanya bisa melihat jika temannya di bawa paksa oleh pria yang ia kenal siapa itu, dari foto yang Amelia tunjukan.


Sedangkan Axel hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah aneh kakak angkatnya itu.