
(Pagi Hari)
Jonathan akan pergi ke
kantor, sebelum itu Jonathan melihat Selena di kamarnya. Karena meskipun Selena sudah mengakui cintanya Jonathan belum berani meniduri wanitanya.
Jonathan melihat Selena sedang melakukan Video call. Jonathan mendengar suara Selena (Aku merindukanmu, sangat-sangat merindukanmu) dalam benak Jonathan, siapa yang dirin uuuweeeeleeekkkdukan Selena. Apakah dia menelpon Verell.
Jonathan menghampiri Selena dan dari belakang melihat sosok wanita di layar Ponsel Selena.
Selena melihat Jonathan dari layar Ponsel dan menoleh kebelakang.
"Hai sayang."
"Siapa itu sayang?"
"Perkenalkan teman masa kecilku, Sanran."
Jonathan hanya tersenyum pada Sanran melalui Video call itu. Sanran membalas senyuman dan mengatakan bahwa Jonathan harus menjaga temannya.
"Hai Jonathan, kamu harus jaga Selenaku dengan penuh kasih sayang dan cepat berikan aku keponakan (tertawa)."
Lagi-lagi Jonathan hanya tersenyum.
(Selena)
"Sanran, jangan membuat aku malu."
"Ayolah Selenaku, jangan malu-malu (menggoda)."
"Kamu ini, aku akan mematikan panggilan ini sebelum aku menjadi gila."
Selena mematikan panggilan dan tersenyum cantik kepada Jonathan.
"Temanku sungguh mengada-ada."
"Temanmu benar, kita harus memberikan keponakan(tertawa)."
"Sudah jangan menggodaku."
Selena merapikan kemeja dan dasi Jonathan.
"Selena sayang, aku dengar kamu rindu pada temanmu itu."
"Jonathan, aku sangat merindukan Sanran."
"Dimana Sanran tinggal."
"Sanran tinggal di Alaska, Amerika Serikat."
"Aku akan menyuruh Jien sekretarisku untuk memesan tiket pesawat ke Alaska."
"Benarkah."
"Apa aku pernah bohong padamu."
Selena menggelengkan kepalanya.
"Suamiku, terimakasih."
"Hanya terimakasih, tidak yang lain."
Selena mencium bibir Jonathan, Jonathan membalasnya.
Jonathan memeluk Selena dan mengusap punggung Selena perlahan.
Selena mengakhiri ciuman panas itu karena takut terbawa suasana.
"Kamu tidak ke kantor?"
"Aku ingin bersamamu."
"Ingin makan sesuatu?"
"Ingin memakanmu."
"Jangan menggodaku, aku akan memasak untukmu."
Selena meninggalkan Jonathan ke dapur.
Jonathan menelpon Jien agar memesan tiket pesawat ke Alaska untuknya dan Selena.
Jonathan menyusul Selena ke dapur, Jonathan memeluk Selena dari belakang.
"Selain bekerja aku juga merawat Papa Ronald kan."
"Aku semakin mencintaimu."
Tiba-tiba seseorang masuk ke dapur. Dia adalah Jien.
"Permisi Tuan."
Selena kaget dan melepaskan pelukan Jonathan.
"Jien."
"Ini tiket pesawat sudah saya dapatkan Tuan."
Jonathan menerima. "Terimakasih."
"Saya akan kembali ke kantor, Tuan."
"Pergilah, Hati-hati."
Jien meninggalkan mereka.
Jonathan memberikan tiket pada Selena.
"Ini untukmu."
"Alaska????(terkejut)"
"Hem.."
"Kapan kamu memesannya (berbicara terengah-engah karena bahagia)."
"Tadi ketika kamu pergi ke dapur, aku menelpon Jien agar memesan tiket. Apa kau senang."
"Sangat senang, aku mencintaimu Jonathan . Oiya.. ini tiket untuk besok kan, jadi aku akan mempersiapkan segala sesuatunya sekarang. Oh tidak.. aku tidak membawa baju hangatku. Aku meninggalkannya di Jepang. Bagaimana ini, di Alaska sangat dingin sekarang."
"Sayang, kita akan berbelanja setelah ini."
(Mall)
Selena dan Jonathan masuk ke Mall dan mencari keperluan untuk besok. Selena bertemu banyak fans dan banyak yang meminta foto bersama. Jika fans laki-laki yang meminta berfoto, Jonathan tidak mengijinkan. Jonathan posesif terhadap istri tercintanya.
Selena dan Jonathan naik ke lantai atas untuk memilih baju hangat Selena. Jonathan memilihkan baju hangat indah seharga 80ribu Dollar. Selena menyukai dan Jonathan membayarnya. Setelah itu, mereka berbelanja kebutuhan lainnya.
Sudah berjam-jam mereka berbelanja, Selena mulai lelah dan meminta pulang ke rumah.
Merekapun kembali ke rumah Jonathan.
Mereka sampai di rumah dan masuk kedalam kamar. Selena membuka kamarnya dan mengira Jonathan mengikutinya ke dalam kamarnya tapi Jonathan tidur dalam kamar sebelah.
(Dalam hati Selena)
Kenapa dia tidak mengikuti aku ke kamar. Dia kan suamiku. Aku akan cari cara agar dia berada di sampingku.
2 jam berlalu, Selena menemukan sebuah ide agar Jonathan menemuinya.
"Ah......... Jangan, jangan." Selena berteriak.
"Sayang, ada apa dengan dirimu."
"Sayang aku takut, aku melihat hantu."
"Jangan takut Sayang, ada aku." Jonathan mencium lembut bibir Selena.
"Ta.. takut."
"Aku akan menemanimu sayang, tidurlah aku akan menjagamu."
"Kamu juga harus tidur, besok kita pergi ke Alaska kan. Jangan sampai kamu kelelahan sayang."
"Baiklah Ratuku, aku akan tidur di sofa saja."
"Hah..(kaget) baiklah."
Selena kecewa karena Jonathan tidur di sofa.
Tapi Selena menyembunyikan kekecewaannya.
Jonathan berbaring di sofa mewah dan tertidur. Selena memandang Jonathan diam-diam, lalu ia larut dalam mimpi.