Best Husband

Best Husband
Rindu (21+)



Jonathan menuju ke rumahnya bersama Yamato dan Verell.


Verell berusaha mengambil hati Jonathan agar tidak mencurigai maksud Yamato yang sebenarnya. Verell berpura-pura menjadi orang yang baik.


Selena memasak makanan di bantu para pelayan, tiba-tiba suara mobil Ferrari milik Jonathan. Selena segera melihat ke bagasi mobil dari dalam jendela.


"Hah... Yamato, Verell... Bagaimana ini, aku harus apa."


Mereka masuk kedalam rumah Jonathan.


Verell melirik kesana kemari mencari keberadaan Selena. Jonathan duduk di sofa mewahnya dan mempersilahkan Yamato dan Verell duduk.


"Duduklah Tuan Yamato, Verell."


"Iya iya."


"Oh iya.. aku akan memperkenalkan kalian kepada istriku."


Mata Verell berbinar-binar tidak sabar menemui Selena. Jonathan menyuruh pelayan memanggil Selena.


Selena datang menemui Jonathan dan juga Tuan Suo.


"Hai Sayang, kamu memanggilku." Ucap Selena sembari menunduk malas dengan keberadaan Tuan Suo itu.


"Ehh... kenapa istriku yang cantik ini belum mandi dan juga masih memakai celemek, bukankah aku sudah bilang sayang kalau akan ada tamu." protes lembut kepada Selena.


"Memang kenapa Jonathan, aku akan hanya berdandan cantik untukmu saja. Bukan untuk pria lain kan." Menyindir Verell.


"Ehemm.. Selenaku sekarang bicaranya sangat manis, sini duduk di sampingku sayang."


Selena menuruti kemauan Jonathan dan duduk disampingnya. Jonathan merangkul pinggang Selena.


"Perkenalkan ini istriku Selena, dia istri yang sangat baik, aku sangat mencintainya."


Verell menahan emosi mendengar perkataan Jonathan.


"Tuan Jonathan, istrimu ini sangat cantik. Dia artis Jepang kan, aku tau banyak tentangnya karena aku adalah penggemar beratnya dulu." Verell menatap Selena.


"Hahaha.. iya dulu Sebelum artis multitalenta, tapi sekarang dia memilih untuk mengurus rumah tangganya saja dan meninggalkan pekerjaannya."


Yamato menyahut pembicaraan mereka. "Verell, kamu juga harus bisa punya istri seperti Nyonya Lie, jangan seperti pacarmu di Jepang itu yang meninggalkanmu dan menikahi pria lain." Menyindir Selena.


"Aku sudah menemukan orangnya Ayah, aku akan segera menikahi wanita itu."


Jonathan tersenyum tipis mendengar perkataan Ayah dan anak itu. Selena menatap Yamato dan Verell tajam.


Pelayan datang dan menghidangkan makanan untuk Tuan dan tamunya. Mereka makan dengan santai, Verell menatap Selena diam-diam. Ketika Selena melihat Verell, Verell mengedipkan sebelah matanya. Selena memasang wajah kesal pada Verell.


Selesai makan, Jonathan mengantarkan Yamato dan Verell ke kamar tamu.


"Tuan Yamato, kamar ada disini ya."


"Dan Verell, kamar kamu disini." Menunjuk depan kamar utama.


"Baik, Tuan Jonathan terimakasih untuk kebaikanmu."


"Tidak masalah." Jonathan tersenyum tampan.


Jonathan dan Selena masuk ke dalam kamarnya dan "Klekkkk." pintu ditutup oleh Jonathan.


"Selena mengapa kamu tidak ceria seperti biasanya."


"Tidak apa-apa, aku hanya bosan karena tidak ada kamu."


"Wanitaku rupanya merindukan aku ya."


"Hemmm, tidak terlalu."


"Oh begitu yaa... awas saja kau."


Selena tertawa, " Sudahlah jangan bercanda terus, cepatlah mandi."


"Baiklah tuan putri, pangeran akan mandi."


"Ishh... kau ini Jonathan."


Jonathan pergi ke kamar mandi dengan langkah tegap layaknya paskibra. Selena tertawa cekikikan melihat tingkah laku suaminya.


Jonathan selesai mandi dan naik ke ranjang, ia mendekati Selena yang sibuk membaca komik.


"Selenaku, bacanya nanti lagi ya."


Tiba-tiba Jonathan mendongakkan wajahku menatap wajahnya, ia mencium dan melumat bibirku. Lidahnya berputar putar dengan agresif membuat aku kewalahan.


Jonathan dengan cepat menanggalkan pakaianku dan tersenyum tampan menatap wajahku, Jonathan menjilati telingaku penuh nafsu membuat aku terbang.


"Ughhh." Suara Selena yang sangat seksi membuat aku semakin bersemangat melakukannya. Aku menciumi leher Selenaku dan membuat bekas ciuman panas dariku, Selena memelukku dan mengelus punggungku, kini Selena telah terbuai dengan aksiku. Aku membalikkan tubuhnya hingga kini Selena berada diatas m tubuhku. Aku memegangi dada Selena dan memainkannya, Selena memejamkan matanya menikmati permainanku. Selena mengecup bibirku lembut dan aku membalasnya dengan lumatan, aku memasukkan lidahku dalam bibir Selena. Lidah kami saling berputar putar dan Selena menggigit lembut bibirku. Kini aku kehabisan nafas dan melepaskan ciuman panas Selena. Wajah Selena turun ke dada bidangku dan membuat kecupan meninggalkan bekas-bekas ciumannya. Aku tidak kuasa menahan hasrat, aku ingin segera melakukannya. Aku membalikkan tubuh Selena berada dibawahku. Aku menjilati seluruh tubuh Selena. Leher, dada perut dan kewanitaannya. Selena mengerang nikmat dengan perlakuanku padanya.


"Uhhhhh..."


Jonathan melepas celana dalamnya dan mengarahkan miliknya ke milik Selena. Jonathan memasukkan miliknya dalam-dalam dan Selena berteriak seksi.


"Ahhhhh.........."


Jonathan mengecup mesra bibir Selena dan melakukan gerakannya perlahan. Jonathan semakin bernafsu melihat bongkahan besar di dada Selena yang naik turun seiring dengan gerakannya. Jonathan mempercepat gerakannya dan semakin cepat, Selena berkeringat dingin dan merasakan sesuatu yang mengganjal di tubuh bagian bawahnya. Selena mengerang dan menggigit bibir bawahnya.


"Ahhh....ahhh....ahh...... Sa...yanggg, Jonathan..kuu.... Ah......." Selena mencapai tujuan bersamaan dengan semburan hangat dari Jonathan Lie.


Di depan pintu kamar Jonathan, Verell menguping apa yang terjadi di dalam kamar. Verell mendengar erangan Jonathan dan mantan kekasihnya itu. Verell menjadi sangat kesal pada Jonathan.


"Bisa-bisanya dia menikmati tubuh wanitaku, awas saja kamu Jonathan. Aku tidak akan mengampunimu. Verell masuk ke kamarnya dengan penuh amarah.


Disisi lain Jonathan dan Selena yang merasakan indahnya cinta. Jonathan mencabut miliknya dan mencium kening Selena.


"Jonathan aku sangat lelah, lelah menghadapi serangan darimu."


"Tidurlah dalam pelukanku sayang."


"Tidak mengenakan baju?"


"Mengapa, aku sudah tau dan merasakan tubuhmu. Masih malu padaku."


Selena menoleh Jonathan dan memeluknya, mereka tidur bersama dalam keadaan telanjang bulat.