Best Husband

Best Husband
Rencana Tuan Suo



Selena membuka mata dan melihat Jonathan sedang tertidur pulas. Selena tersenyum dan mencium bibir Jonathan. Jonathan terbangun dan melihat Selena, Jonathan tersenyum tampan.


"Jonathan." ucap Selena penuh cinta.


"Apa sayang."


"Apa hari ini kamu meninggalkan aku dan pergi ke kantor."


"Kenapa sayang."


"Aku ingin kamu disampingku."


"Baiklah aku akan ada disampingmu hari ini aku akan cuti."


"Benarkah sayang." Selena berbinar-binar mendengar perkataan Jonathan.


"Iya sayang." tersenyum tampan.


"Sayang, aku minta satu hal padamu boleh." Selena memasang wajah imut.


"Minta? Semua harta yang ku punya milikmu. Kenapa kamu minta sayang.


"Tidak, aku tidak membutuhkan hartamu. Aku butuh Jonathanku."


Jonathan mencium kening Selena kilas dan menatap Selena dalam.


"Katakan, apa yang kamu inginkan sayang."


"Aku ingin kita pergi jalan-jalan dan melihat Sunset di pantai."


Jonathan tertawa. "Hanya itu sayang."


Selena mengangguk. "Aku mohon..."


"Baiklah tuan putri, nanti sore kita ke pantai."


"Yey...." Selena senang sampai melompat-lompat kegirangan dari ranjang ke sofa, jungkir balik dan berjoget-joget.


Jonathan tertawa lebar. "Teruslah bahagia wanitaku."


******


Sementara itu Verell dan Yamato berada di taman rumah Jonathan. Yamato merencanakan sesuatu.


"Verell, bagaimana dengan proyek kita."


"Ayah tenang saja, aku sudah mengatasi semuanya."


"Bagus."


Tiba-tiba Jonathan berada di belakang Yamato dan Verrel, membuat Yamato dan Verrel sangat terkejut.


"Tuan Jonathan." Yamato dan Verell melotot dan kaget.


"Selamat pagi Tuan Suo. Mengapa anda kaget melihat saya?"


"Ti..tidak. Kami hanya kagum dengan dekorasi rumahmu."


Jonathan tersenyum tipis. "Anda terlalu berlebihan Tuan, Oh iya mari kita sarapan. Istriku sudah menunggu kita."


"Ayo Tuan." Verell bersemangat.


******


"Aku mau Barbeque saja sayang."


"Jonathan sebenarnya aku ingin makan sepiring berdua bersamamu, aku sangat ingin." memasang wajah imut.


Jonathan tertawa lebar. "Akan ku suapi kamu sayang."


Verell batuk dibuat-buat. "Ehemm...ehemm..."


Jonathan melihat Verell " Eh kenapa Verell."


"Tidak Tuan Jonathan, hanya tersedak."


"Oh..."


Verrel kesal melihat Jonathan dan Selena saling menyuapi makanan satu sama lain dengan sangat mesra, Verrel menatap Jonathan dengan penuh kebencian.


Semua menyelesaikan sarapan, Yamato dan Verell pergi meninggalkan meja makan menuju gym di rumah Jonathan. Verell melampiaskan kekesalannya pada Jonathan di alat-alat Fitness itu.


"Ayah aku sudah tidak bisa menahan diri."


"Lalu apa rencanamu."


"Aku akan merebut kembali Wanitaku dari Jonathan Lie."


"Gunakan cara pintar Verell, jangan meremehkan Jonathan."


"Aku tidak peduli, aku hanya mau Selena."


Selena melihat perbincangan Verell dan Yamato dari depan pintu ruang Gym. Selena kaget bukan main, Verell melihat Selena sedang berdiri di depan pintu.


"Selena, kemarilah sayang. Apa kamu mencari kekasihmu ini." Ucap Verell dengan percaya diri.


"Verell aku ingin bicara."


"Katakan sayang, apa kamu merindukan aku." tertawa lebar.


Selena melangkah ke arah Verell "Verell, lupakan aku sekarang aku sudah menjadi istri Jonathan. Hubungan kita hanya masa lalu."


"Apa maksudmu Selena." melototi Selena.


"Sudahlah jangan mengganggu aku dan Jonathan lagi."


"Tidak, kamu milikku dan selamanya milikku. Kamu hanya mencintaiku kan." Memegang wajah Selena.


"Lepaskan." Menepis tangan Verell. "Aku hanya mencintai suamiku Jonathan Lie."


"Tidak, Selena kamu kekasihku."


"Kita hanya masa lalu Verell, Tuan Yamato tolong jelaskan pada putra Anda jika dia salah."


Yamato hanya terdiam membisu. Selena meninggalkan Verell dan Yamato dari ruang Gym menuju kamarnya.


"Ayah aku tidak terima, aku tidak bisa lagi jauh dari Selena."


"Tenang Verell. Ayah akan membantumu."


"Lihat saja Selena, kamu akan memohon kembali padaku." tersenyum licik. "Ayah ayo segera kita lancarkan aksi kita."


Yamato tertawa lebar. "Ayo Verell."