
°• 2 Tahun Kemudian •°
Sore itu, Jonathan dan Selena akan pergi keluar rumah menggunakan mobil Lamborghini emasnya, Mereka pergi ke restoran untuk dinner. Jonathan dan Selena berjalan menuju bagasi mobil, tiba-tiba Selena mual dan berlari ke kamar mandi.
"Huekkkk." Selena muntah.
Mendengar hal itu, Jonathan langsung pergi ke kamar mandi untuk melihat keadaan Selena.
"Sayang ada apa denganmu, apa kalau sakit, Ayo kita ke rumah sakit."
"Tidak sayang aku baik."
"Ayolah sayang kita pergi ke rumah sakit. Aku tidak mau terjadi apa-apa denganmu."
"Tenang lah suamiku tersayang aku baik-baik saja jangan cemaskan aku. Ayo kita pergi dinner saja kamu lapar kan."
"Setahuku aku mempunyai istri yang penurut, tapi sekarang kenapa wanita yang ada di depanku ini tidak menurut kepadaku. Apa kau tau Selena, aku sangat sedih." menyindir.
"Sayang, kamu menyindir aku ya (tertawa tipis) kamu sangat menggemaskan (mencubit pipi Jonathan) Baiklah Ayo kita karena sakit sekarang."
"Nah gitu dong sayang." Jonathan mengelus rambut panjang Selena.
****
Rumah sakit Lie (Milik Jonathan Lie)
Setelah menunggu beberapa saat dokter keluar setelah memeriksa Selena.
"Bagaimana keadaan istriku dokter, apa istriku baik." Tanya Jonathan kepada dokter, ia terlihat sangat cemas.
Dokter tersenyum ramah pada Jonathan.
"Tenanglah Tuan Jonathan, Nyonya Lie justru saat ini dia sedang mengandung."
Jonathan dan Selena terkejut.
"Benarkah."
"Iya Tuan, Nyonya."
Mata Jonathan berkaca-kaca, ia tidak bisa membendung rasa kebahagiaannya. Selena tersenyum cantik pada Jonathan.
"Istriku, terimakasih." Jonathan memeluk Selena erat dan mencium kening Selena.
"Kita harus bersyukur kepada Tuhan sayang."
"Iya sayang, nanti kita akan memberi santunan kepada anak yatim." ucap Jonathan sambil mengelus rambut panjang Selena.
"Selamat ya Tuan Lie, Nyonya Lie." Dokter tersenyum dan memberi ucapan selamat kepada kami.
"Terimakasih dokter, karena kamu sudah memberi kabar yang sangat baik kepadaku gajimu bulan ini menjadi 5 kali lipat." Ucap Jonathan kepada dokter.
"Terimakasih Tuan Jonathan."
Jonathan tersenyum ramah pada dokter.
"Kamu ini kenapa dari tadi tersenyum-senyum sendiri sayang?" Tanya Selena kepada Jonathan.
"Apakah kau tau Selena, hari ini hari yang sangat-sangat bahagia. Terimakasih sayang, kau jagalah kesehatanmu dan calon bayi kita."
"Tidak bisa."
"Kenapa tidak bisa." Jonathan mengerutkan keningnya.
"Bagaimana aku bisa menjagaku dengan baik, jika suamiku selalu meninggalkan aku ke kantor."
Jonathan tersenyum tampan. "Aku ke kantor untuk bekerja sayang." mencubit pipi Selena.
"Kau jangan sering lembur sayang, apa kau tau jika aku di rumah sendiri aku selalu merindukanmu."
"Benarkah, kita hanya berpisah untuk beberapa jam saja." Jonathan tertawa kecil.
"Bagiku sejam seperti setahun jika tidak bersamamu."
"Baiklah Tuan putriku, aku akan sering dirumah. Aku akan mengerjakan pekerjaanku di rumah."
",Aku mencintaimu." Selena mencium pipi Jonathan kilas.
Jonathan tersenyum tampan pada Selena.
******
Penjaga membukakan gerbang dan Jonathan masuk. Jonathan memarkir mobilnya di bagasi. Jonathan membukakan pintu mobil untuk Selena.
"Sayang, kau sedang hamil jangan turun dari mobil sendiri nanti kau jatuh."
Selena melotot dan tertawa lebar pada Jonathan. Jonathan membuka pintu mobil dan menuntun Selena turun
"Sayang, aku bukan anak kecil kenapa harus seperti ini."
"Sudahlah sayang, kau ini sedang hamil. Harus hati-hati dalam segala hal, aku hanya tidak mau kesayanganku kenapa-kenapa."
Jonathan memberi tau semua orang rumah tentang kehamilan Selena, semua orang rumah terlihat sangat bahagia.
Kami masuk ke dalam kamar, Jonathan menggandengku dan membaringkan ku ke atas ranjang.
"Beristirahatlah istriku, jangan sampai kau lelah." Jonathan mencium kening Selena kilas dan menarik selimut untuk menutupi tubuh Selena.
"Tidurlah sayang, aku akan menjagamu."
"Tidak mau tidur jika kau tidak memelukku."
Jonathan tertawa kecil dan segera berbaring di samping Selena.
"Aku akan memelukmu sayang." Jonathan memeluk Selena.
Selena menoleh Jonathan dan Selena membenamkan wajahnya di dada bidang Jonathan. Selena dan Jonathan terlelap dalam tidurnya.