Best Husband

Best Husband
Sekali lagi (21+)



(Selena)


Aku membuka mataku, aku melihat Jonathan suamiku di sampingku dengan banyak bekas ciuman di dada yang ku buat semalam. Aku tersenyum tipis dan menyentuh dada Jonathan.


Jonathan terbangun dan menyentuh tanganku, ia tersenyum padaku.


"Selamat pagi kekasihku."


"Selamat pagi Jonatan sayang."


"Ada apa menyentuhku, masih menginginkan aku lagi."


"Apa sih, pagi buta sudah bicara mesum padaku."


"Biarkan saja, aku bicara mesum pada wanitaku sendiri."


"Terserah kau saja, aku akan mandi sekarang."


Selena beranjak dari ranjang dan Jonathan menarik tangan Selena hingga Selena jatuh dalam pelukan Jonathan dan Selena berada diatas tubuh Jonathan.


"Selenaku, temani aku. Mandinya nanti saja."


"Kamu ini benar-benar ya."


"Katamu semalam, kamu akan melakukan kewajibanmu untuk melayaniku."


"Aku terjebak dalam ucapanku sendiri."


"Kamu ingin mandi kan Selenaku."


"Hem..."


"Ayo kita mandi."


"Kita?"


"Iya, kita mandi bersama."


"Mana ada, aku malu kalau seperti itu."


"Sayang, kamu istriku. Kenapa harus malu."


"Baiklah."


Jonathan membopong tubuh Istrinya menuju kamar mandi.


Jonathan membuka piyama Selena dan melihat banyak bekas ciumannya semalam.


"Yammpun Selena, lihat badanmu penuh dengan bekas cinta."


Selena melihat dirinya di kaca dalam kamar mandi.


"Hya.. Jonathan memang sangat ganas."


"Oiya.. aku ganas terhadap istriku."


"Tapi lihat badanmu, juga banyak bekas ciumanku (tertawa lebar)."


"Ohh... begitu, sekarang aku akan menyerangmu ya."


"Tidak tidak, maaf(tertawa)."


Jonathan menyalakan shower dan menarik Selena. Mereka mandi bersama. Jonathan menanggalkan pakaiannya. Kini mereka tidak memakai satu pun pakaian.


"Sayang, ini akan terlihat jika kita keluar Hotel nanti." Selena memprotes halus pada Jonathan.


"Biarkan semua orang tau kalau Selena Harisson sekarang milik Jonathan Lie."


Jonathan mencium bibir Selena dan melilitkan lidahnya dalam mulut Selena, Selena memeluk suaminya erat dengan shower yang masih menyala.


Selena melepas ciuman panas itu dan menyabuni tubuh Jonathan. Jonathan juga menyabuni tubuh Selena lalu mereka membilasnya. Jonathan mencium bibir Selena lagi dan tangannya menyentuh dada Selena. Selena memperlihatkan ekspresi wajah yang begitu menggoda sampai-sampai Jonathan tidak tahan.


"Selena aku akan melakukannya lagi."


"Disini? aku sudah menahan dingin."


"Baiklah, kita akan melakukannya diranjang."


Jonathan menggendong Selena keluar kamar mandi dan meletakkannya di atas ranjang.


(Selena)


Jonathan melebarkan pahaku dan ia menjilati kewanitaanku. Ini terasa sangat geli. Jonathan * dadaku, aku hanya diam karena menahan kenikmatan yang sedang aku rasakan. Jonathan mengarahkan miliknya ke kewanitaanku dan memasukkan miliknya.


Ah... Aku merasakan sesuatu yang mengganjal, Jonathan bergerak perlahan diatasku. Jonathan **** tubuhku dan mempercepat gerakannya. Aku merasa ada sengatan listrik di kewanitaanku bersamaan dengan semburan hangat dari Jonathan. Aku dan Jonathan mencapai * dan aku sangat lelah sekarang.


Jonathan merebahkan tubuhnya di sampingku dan tersenyum padaku.


"Selena, aku sangat puas."


"Ternyata kamu sangat mesum."


Jonathan tertawa cekikikan.


"Kenapa kamu tertawa sayang."


"Kamu ini sangat menggairahkan sayang, pantas saja setiap melihatmu aku tidak bisa menahan hasrat untuk menyerangmu."


"Dasar manusia mesum."


"Oho.. berani pada Suaminya."


"Tidak, maaf sayang." memasang wajah imut dengan tanpa pakaian ditubuhnya.


"Selena cepat pakai bajumu. Jika tidak akan menyerangmu lagi."


Selena memakai baju hangat dan memakainya tidak lupa juga syal untuk menutupi bekas ciuman dilehernya.


Selena mencarikan baju hangat Jonathan dan memakaikan pada Jonathan.


(Dalam hati Jonathan)


Selena, kau telah menyerahkan hal berhargamu padaku. Aku akan mencintaimu dan menjagamu sayang."


(Dalam hati Selena)


Jonathan, terus cintailah aku sepenuh hati. Jangan pernah berubah dan ingin meninggalkanku.


Selena teringat jika akan menemui Sanran.


"Suamiku, ayo kita pergi ke rumah Sanran."


"Ayo sayang."