Best Husband

Best Husband
Ungkapan Cinta



Selena sedang tidur di kamarnya. Tiba-tiba Selena berteriak "Papa.. Papa..Papa......"


Jonathan mendengar suara Selena dari kamar samping. Jonathan lari ke kamar Selena. Jonathan membuka pintu kamar dan melihat Selena mengigau.


"Selena sayang, bangun."


"Papa.......Papaa...(menangis)."


"Selena bangunlah."


Selena membuka mata dan memeluk Jonathan.


"A..aku takut.. hiks hiks."


"Kamu hanya mimpi buruk sayang, ceritakan padaku."


"Aku melihat Papa dibunuh oleh penjahat. Aku takut, Jonathan."


Memeluk Selena. "Tenangkan dirimu, minum air ini." Jonathan memberikan segelas air putih kepada Selena.


"Selena, itu hanya mimpi. Aku akan menelpon Papa Ronald untukmu agar kamu tidak cemas.


Jonathan mengambil ponsel dari sakunya dan menelpon Papa Ronald.


(Tut..Tut..Tut..)


(Ronald)


"Hai Jona, ada apa menelpon Papa malam-malam begini?"


"Putri Papa merindukan Papanya, Pa. Dia menangis."


"Berikan pada Putriku."


"Sayang ini Papa, dia ingin kamu bicara."


"Papa....(menangis) Lena rindu Papa."


"Putriku.. Buah hati Papa jangan menangis."


"Apa Papa baik-baik saja."


"Hemmm.. Baik sayang, jangan khawatirkan keadaan Papa."


"Baiklah Pa, aku lega. Lena akan tidur dan Papa juga harus tidur. Jangan File terus. Kesehatan Papa penting.Okey!"


"Siap laksanakan, Nyonya Lie."


"Papa... jangan menggodaku."


"Baiklah Papa akan tutup telponnya. Selamat malam dan jaga kesehatan baik-baik."


"Okey Pa."


Selena mengembalikan ponsel Jonathan dan tersenyum cantik.


"Terimakasih."


"Sama-sama, tidurlah aku akan kembali ke kamarku."


Jonathan pergi ke pintu kamar dan Selena berbicara.


"Takut......"


Jonathan kembali dan menatap Selena, Jonathan tersenyum tampan.


"Tidurlah, aku akan menjagamu."


"Terimakasih."


(Pagi)


Selena terbangun dan kaget melihat Jonathan tidur di sofa.


"Heiii... Bangun." Selena terlihat kesal pada Jonathan.


"Ahhhhh.. Selenaku, pagi-pagi buta sudah marah."


"Kenapa tidur di kamarku. Sana kembali ke kamarmu."


"Kamu tidak ingat semalam."


"Semalam apa, apa yang kamu lakukan padaku. Jangan-jangan..."


"Kamu mengigau dan ketika aku pergi ke kamarku, kamu ketakutan kan."


"Astaga, aku lupa. Sekarang pergilah dan jangan kemari."


(Dalam hati Jonathan)


Ada apa dengan wanitaku, semalam dia memeluk dan bermanis manis padaku, sekarang marah-marah. Wanita memang selalu membingungkan, apapun yang pria lakukan selalu salah.


Pergilah dengan wanitamu, aku tidak akan peduli(angkuh).


Selena pergi ke bawah untuk sarapan, dimeja makan ada Jonathan, Selena membuang muka pada Jonathan. Jonathan hanya menggeleng kepala dan lanjut makan.


Suara bel pintu utama, Jonathan meminta pelayan membuka pintu dan mempersilahkan tamunya untuk masuk, memang semalam keponakan Jonathan menelpon kalau dia akan datang besok pagi.


Tapi bukan keponakan Jonathan yang datang melainkan Cristia.


(Cristia)


"Selamat pagi Jonatan"


(Jonathan)


Kamu.. (kaget) mengapa kemari, pulanglah. Jangan membuat suasana hatiku kacau."


"kedatangan kekasih malah bicara seperti itu, Jona ku yang manis."


"Jangan menguji kesabaranku. Cristia pergi aku tidak ingin melihatmu."


Selena diam mencoba menahan amarahnya.


Tiba-tiba Cristia duduk di pangkuan Jonathan, itupun terang-terangan di hadapan Selena istri sah Jonathan.


"Bruakkkk.." Selena memukul meja makan.


"Hei.. perempuan tidak punya harga diri, beraninya kau mendekati suamiku, itupun terang-terangan di depan mataku. Selena berdiri dan melangkah mendekati Cristia yang berada di pangkuan Jonathan. Selena menjambak rambut Cristia dan melempar Cristia ke lantai.


"Selama ini aku memilih diam, tapi tidak untuk sekarang dan selamanya. Kau mencoba menghancurkan rumah tanggaku? Akan ku habisi kau dengan tanganku. Selena mencekik leher Cristia, Cristia kesakitan.


Jonathan menghawatirkan kedepannya jika Selena seperti ini akan timbul masalah dengan hukum.


Jonathan menarik tangan Selena dan memeluknya dari belakang erat, Selena meronta ingin memberi pelajaran kepada Cristia. Cristia yang tersungkur di lantai menatap Selena tajam. Selena terus meronta.


Jonathan membalikkan badan Selena, menatap dalam matanya.


"Istriku, tenangkan hatimu (meraba wajah Selena). Jangan kau kotori tanganmu dengan menyentuh Wanita rendah ini."


Jonathan memanggil penjaga dan menyuruh penjaga membawa Cristia pergi. Cristia pergi dan Selena masuk kedalam kamar dengan emosi.


Jonathan mengikuti Selena dan masuk kedalam kamar Selena.


Selena melihat Jonathan dan membuang muka. Jonathan menghampiri Selena yang tengah duduk di ranjang.


(Selena)


"Pergilah, jangan menggangguku. aku ingin sendiri."


Jonathan hanya berdiri dan diam.


(Selena)


"Apa kamu tidak dengar, cepat pergi."


(Jonathan)


"Apa kau marah padaku, kau cemburu?"


Selena diam


(Jonathan)


"Selena.. apa kau cemburu?"


Selena menatap tajam mata Jonathan.


"Iya aku cemburu, aku tidak senang melihat Cristia mendekatimu, menggodamu, dan ya.. kemarin aku melihat dia mencium pipimu. Kenapa kamu tidak bicara padaku. Apa kau menyukainya, aku sangat benci padamu."


Jonathan sangat terkejut dengan kata-kata yang baru saja ia dengar.


"Selena apa ini sungguh."


Selena diam.


"Selena katakan padaku sekali lagi."


Selena menangis. "Jonathan aku mencintaimu, aku tidak ingin melihatmu bersama wanita manapun. Kamu suamiku, milikku dan selamanya milikku."


Jonathan memeluk Selena erat, menciumi kening,pipi,hidung dan bibir Selena kilas.


"Selena hari ini kau membuatku merasa sangat bahagia. Sampai-sampai aku ingin meledak."


"Suamiku, terus peluk aku, aku merasa nyaman berada dalam pelukanmu."


"Kau panggil aku apa."


"Suamiku, Jonathan Lie."


"Jangan tinggalkan aku Selena, aku mencintaimu."