Best Husband

Best Husband
Cemas kepada Selena



Selena pergi ke taman teras, ia menangis sesenggukan. Jonathan menghampiri Selena dan mengelus rambut panjang Selena.


"Istriku, kenapa kamu menangis. Coba ceritakan kepada suamimu."


"Jonathan pergilah, aku ingin sendiri."


"Sayang.." belum selesai bicara, Selena memotong ucapan Jonathan.


"Aku mohon pergilah."


Jonathan pergi ke kamar meninggalkan Selena di teras. Selena menangis sejadi-jadinya.


Selena bicara lirih sendirian.


"Suamiku, maafkan aku yang tidak bisa menjaga diriku dari laki-laki lain, tubuhku telah dijamah pria lain dan aku tidak mampu menatap wajahmu apalagi mendapat cinta darimu." Selena terus menangis.


Tiba-tiba saja tangan seseorang memeluk Selena dari belakang dan ternyata Verell.


"Baby, bagus sekali. Kamu ingin berpisah dengan Jonathan."


Selena membuang muka pada Verell. Verell merasa kesal karena diabaikan oleh Selena. Tangan Verell menyelinap ke dalam Piyama Selena. Selena berteriak pada Verell.


"Hey.. Jangan sentuh aku."


"Ohh.. baby, jangan seperti itu. Lagipula aku sudah mengetahui bentuk dan rasanya, coba lihatlah bekas ciuman dariku di dadamu sangat mempesona." Verell menyeringai.


Perkataan Verell bagai petir yang menyambar hati Selena. Selena meneteskan air mata dan merasa dirinya sudah tidak pantas menjadi Nyonya Lie. Selena pergi ke kamar meninggalkan Verell di teras. Verell merasa puas.


******


Dikamar, Jonathan merasa bingung dan cemas kepada Selena. Semalam dia baik namun sekarang meminta pisah.


Pintu kamar dibuka oleh Selena.


"Klekk."


Selena melihat kecemasan pada wajah tampan Jonathan. Tanpa menghiraukan Jonathan, Senela pergi ke kamar mandi dan membersihkan dirinya.


Biasanya ketika mandi di kamar mandi kamar, Selena tidak pernah mengunci pintunya tapi sekarang Selena mengunci pintu. Jonathan bertambah cemas kepada Selena.


Dikamar mandi, Selena membuka baju dan melihat bekas cupang dari Verell di dadanya. Selena menangis lirih merasa dirinya sudah tidak bersih lagi. Jonathan menunggu Selena disofa.


Selena keluar dari kamar mandi dan melihat Jonathan, Jonathan mendekati Selena namun Selena menghindari Jonathan.


"Selena.." Ucap Jonathan lembut.


"Selena sepagi ini mau tidur, biasanya kamu tidak seperti ini."


"Sudahlah." Selena melangkah ke lemari tapi Jonathan menarik pinggang Selena kedalam dekapannya.


"Istriku, jika aku bersalah padamu tolong katakan dan hukum aku, bunuh aku sekarang. Tapi jangan pernah berpisah dengan diriku. Engkau jantung hatiku Selena." Jonathan mendekatkan bibirnya ke bibir Selena namun Selena mendorong tubuh Jonathan.


Selena memakai baju dan pergi ke ranjang, Selena menutup seluruh tubuh dan wajahnya dengan selimut.


Jonathan menatap Selena penuh kecemasan dan Jonathan pergi ke kamar mandi.


*******


•°Kantor Lie Grup°•


"Sebenarnya ada apa dengan Selenaku, mengapa seperti ini. Aku tidak bisa bekerja jika seperti ini."


Tiba-tiba Yamato dan Verell membuka pintu ruangan Jonathan. Mereka masuk dan duduk di kursi depan Jonathan.


Yamato melihat Jonathan tidak fokus dan mengambil kesempatan untuk melancarkan aksinya.


"Tuan Lie, aku membutuhkan tanda tanganmu segera agar pulauku segera menjadi milikmu."


Jonathan tidak memandang Yamato sama sekali, Jonathan terus melamun memikirkan Selena.


"Hei Tuan Jonathan." Kata Verell.


Jonathan kaget dan tanpa membaca berkas, ia menandatangani surat perjanjian itu. Yamato dan Verell tersenyum menyeringai.


Yamato dan Verell keluar ruangan Jonathan dan merasa sangat senang sementara Jonathan masih melamun memikirkan Selena.


Tiba-tiba terlintas dipikiran Jonathan.


"Oh iya, Selena berubah dalam semalam setelah dia keluar kamar tengah malam kan. Aku akan lihat CCTV di semua sudut rumah. Iya aku akan pulang sekarang."


Terima kasih sudah mampir ke Novel ku.


Jangan lupa like dan komen ya.. Kasih saran dan ide untuk kelanjutan ceritanya juga boleh.


Oh iya, Silahkan baca novelku yang satunya ya.


Kembang desa jadi Milyarder


Terimakasih 😘 😘