Best Husband

Best Husband
Kecelakaan



°• Jonathan •°


"Hari ini aku sangat lelah, seharian di kantor membuat kepalaku menjadi sedikit pusing." Jonathan bersandar di ranjang kamar menatap Selena yang tengah tertidur pulas. "Istriku yang manis, tidurlah sayang. Aku akan memasak untukmu."


Jonathan pergi ke dapur dan memasak makanan favorit Selena lalu ke kamar membawa masakannya untuk diberikan kepada Selena.


Jonathan duduk di samping Selena yang masih tertidur pulas. "Selena, bangunlah. Aku sudah memasak untukmu." Selena membuka mata perlahan dan melihat makanan yang dibawa suaminya. "Sayang kau memasak untukku."


"Iya sayang. Ayo makanlah akan aku suapi"


"Tidak tidak, aku akan makan sendiri. Kau pasti sangat lelah seharian bekerja di kantor lalu kau memasak untukku, biarkan aku memakannya sendiri."


"Baiklah." Jonathan memberikan makanannya kepada Selena, Selenamakan dengan lahap.


"Selena, makanlah dengan pelan atau kau akan tersedak."


"Tenanglah sayang, untuk urusan makanan itu keahlianku. Aku akan baik-baik saja."


Jonathan terkekeh mendengar ucapan Selena, ia menatap Selena dengan penuh cinta.


°• Dalam hati Selena •°


Masakanmu ini sangat enak tapi mengapa aku mual ya. Apa karena aku sedang hamil? Tapi mana mungkin aku tidak memakan makanan yang sudah ia buat dengan penuh cinta. Suamiku aku tau kau sangat lelah hari ini tapi kau masih juga merawatku. Aku mencintaimu Jonathan Lie.


Youra masuk ke dalam kamar Jonathan dan Selena. "Selamat pagi Jonathan, selamat pagi Selena." mencium kening Jonathan dan Selena bergantian.


Jonathan : Mami. Ada apa?


"Ada apa? mengapa bertanya seperti itu.Tentu saja mami akan menemani Selena putri mami." tersenyum.


Selena : Benarkah Selena sekarang menjadi putri mami. Mata Selena berbinar-binar.


"Ya sayang, kau bukan seperti menantuku tapi seperti putriku sendiri, putri bungsu dalam keluarga Lie."


Selena menangis.


Youra : Kau kenapa sayang?


"Mami.." memeluk Youra


Jonathan : Selena kau kenapa?


"Jonathan, Apa kau tahu sejak kecil aku tidak pernah mendapat kasih sayang dari seorang Mami. Aku sangat merindukan kasih sayang seorang Mami. Kekarang aku mempunyai ibu mertua yang baik sehingga mengingatkan aku pada mami."


Youra memeluk Selena dan mencium kening Selena kilas. "Mulai sekarang kau adalah Putri Mami, jangan sungkan bercerita apapun pada Mami sayang."


"Iya mi."


"Jaga kehamilanmu sayang, jaga cucu Mami."


Selena tersenyum cantik kepada Youra.


Youra : Baiklah, Mami akan menemui papi. Jona, kau jagalah putriku.


"Okey."


*****


(2 Hari kemudian)


Keluarga Lie sudah pulang meninggalkan rumah Jonathan, termasuk Yuko dan Macika.


Selena : Sayang sekarang rumah kita kembali sepi seperti dulu hanya ada aku kamu dan pelayan. (sedih)


"Jangan sedih Selenaku sebentar lagi akan ada keluarga baru di rumah ini, buah hati kita yang kecil dan lucu." mengelus perut Selena dan menciumnya. "Jagoan Papa, sehat yang sayang."


"Apa kau sudah tidak sabar menantikan kehadiran buah hati kita, sayang."


"Tentu saja Selena, Aku sudah lama ingin menjadi seorang Papa."


Selena tersenyum cantik kepada Jonathan. "Sabar sayang sebentar saja yang akan menjadi seorang Papa."


Jonathan mengelus perut Selena. "Selena aku akan mandi dan ke kantor, ayo kita mandi bersama."


"Tidak, aku sedang malas. Hanya ingin berbaring seperti ini."


Jonathan : Selena...


Selena : Baiklah.


Jonathan menggendong Selena ke kamar mandi. Jonathan membuka pakaian Selena dan pakaiannya. Mereka mandi di bawah shower, Jonathan dengan telaten memandikan istrinya.


"Jangan menyebut aku badut atau akan aku adukan kepada Mami Youra."


"Hei.. Jangan seperti itu."


Selena dan Jonathan tertawa bersamaan.


Selena : Berbalik lah aku akan menggosok punggungmu.


Jonathan berbalik dan Selena menggosok punggung Jonathan, begitupun sebaliknya.


Mereka keluar dari kamar mandi, Selena menyiapkan pakaian kantor Jonathan dan membantunya ganti baju.


Jonathan : Akan aku pakai sendiri sayang. kau cepat kenakan pakaianmu, pakailah pakaian yang sopan aku akan mengajakmu ke kantor dan setelah itu kita bisa jalan-jalan.


"Jalan-jalan..? Oke tuan CEO." Mengedipkan mata kepada Jonathan. Jonathan tersenyum tampan kepada Selena


****


Diperjalanan Jonathan dan Selena tergurau.


Selena : Sayang, tebaklah. Malam apa yang paling menakutkan?


"Malam Jumat."


"Salah."


"Malam Senin."


"No no no."


"Lalu?"


"MALAMPIR. ik..ik..ik..ik..ik.." Selena menakuti Jonathan, Jonathan tertawa cekikikan melihat tingkah laku Selena.


Jonathan : Monyet apa yang paling menyebalkan, dan kenapa?


"Monyet jelek, karena dia jelek."


"No.. "


"Lalu apa." Tanya Selena kepada Jonathan.


"Tuan Monyet, karena dia sangat mesum kepada Macika." Jonathan tertawa lebar.


Selena terdiam. "Maksudmu Yuko?" tertawa lebar.


"Iya."


"Macika memanggilnya dengan sebutan Tuan Monyet. Ada-ada saja."


Mereka bergurau, tiba-tiba rem mobil Jonathan blong.


Jonathan : Selena mobilku kenapa? (panik)


"Kenapa Sayang?" (panik)


"Rem nya blong." Jonathan berusaha mengendalikan mobilnya. Ia mengklakson semua mobil didepannya namun mobil Jonathan kehilangan kendali dan menabrak pohon besar lalu Selena terpental keluar dan jatuh dengan perut dibawah. Jonathan yang ada di mobil tertatap kaca mobil, Segera berlari ke arah Selena.


"Selena..."


Jonathan dengan serendengan berlari ke arah Selena, karena kakinya terjepit bagian mobil yang penyok. Jonathan sulit berlari sampai-sampai ia jatuh bangun namun Jonathan berhasil meraih tubuh Selena. Selena berteriak kesakitan "Perutku..... Ahhh sakitnya.. Jonathan tolong." Selena menangis.


"Sayang, bersabarlah aku akan memanggil ambulance."


"Aku sudah tidak kuat lagi."


"Bertahanlah demi buah hati kita sayang."


Selena terus merintih kesakitan, ada darah mengalir di paha Selena, membuat Jonathan semakin cemas. Beberapa saat kemudian, Ambulan datang lalu membawa Jonathan dan Selena ke Rumah Sakit.


Terimakasih sudah mampir ke novelku. Yang mau tau tentang kehidupan Yuko dan Macika bisa baca novelku yang judulnya Kembang desa jadi Milyarder.


ada juga novelku satunya


• Jeritan hati wanita malam


Terimakasih.