
Selena dan Jonathan sampai di rumah. Para pelayan dan pengawal menyambut mereka. Selena dan Jonathan berjalan ke atas menuju kamar Jonathan. Selena masuk dan diikuti Jonathan.
Kamar yang begitu mewah, seperti surga.
Jonathan merasa tubuhnya lengket dan akan mandi.
"Selenaku, aku akan mandi."
" Hem" cuek.
Jonathan bergegas ke kamar mandi. Selena melihat-lihat kamar Jonathan yang rapi sampai Selena menemukan sebuah foto wanita cantik yang sangat mirip dengannya. Selena melebarkan matanya "siapa wanita ini, dia seperti fotocopy diriku" Selena meraba wajahnya.
"ehemm" Jonathan berada dibelakang Selena.
" Kenapa Selena, itu foto Cristia mantan kekasihku, maaf aku lupa membuang fotonya. karena selama ini aku jarang pulang ke rumah. Aku hanya tidur di hotel tapi sekarang sudah ada kamu, aku akan selalu menemanimu."
"Apa kau menikahiku karena ini?"
"(tertawa) tentu tidak Selena, aku mendengarmu dari Papa Ronald, awalnya aku menolak tapi setelah aku menemuimu aku merasa Jantungku berdebar dan setelah melihat kau menangis rasanya hatiku hancur. Karena itu aku ingin menikahimu."
"Terserah kau saja, Jonathan."
Selena pergi ke ranjang untuk beristirahat dan Jonathan ke meja kerja yang ada dikamarnya.
Selena berbaring dan memandang Jonathan diam-diam. "Jonathan, kamu sangat tampan, sangat sangat tampan." Tiba-tiba terlintas wajah Verell yang membuat pikiran Selena kacau.
"ahhhhh.. Verell hanya masa laluku, sekarang aku ini Selena Jonathan Lie. Tapi aku sangat merindukan kekasihku." Selena memikirkan hal itu sampai larut malam. Jonathan pergi ke ranjang dan berbaring di samping Selena. Jonathan menarik selimut Selena dan berbagi selimut dengannya. Malam ini adalah malam pertama mereka di rumah. Jonathan memeluk Selena dari belakang dan Selena menunjukkan ekspresi kalau dia tidak suka dan belum siap menjalani kewajibannya. Meski Selena tidak mengungkapkan namun Jonathan peka. Jonathan pergi ke kamar lain untuk sementara waktu ia tidur terpisah dengan istrinya.
"Aku tau Selena, untuk sementara aku akan tidur di kamar sebelah. Jika kau butuh sesuatu kau bisa datang ke kamarku."
Sebenarnya Selena tak enak hati tapi bagaimana lagi Selena tak bisa membohongi perasaannya.
"Maafkan aku Jonathan(menangis)."
"Heiii... jangan menangis, ada apa dengan Selenaku. Aku dengar dirimu sangat tegar tapi apa ini(menyipu air mata). Apa masalahnya jika kamu belum siap, aku akan menunggumu hingga saat itu tiba."
"Terimakasih Jonathan."
Jonathan meninggalkan Selena menuju kamar sebelah.
Selena dan Jonathan tidur terpisah meski mereka sepasang suami istri yang sah.
Selena memejamkan mata dan terlelap dalam mimpi, begitupun dengan Jonathan.
Keesokan hari, pintu kamar Selena diketuk dari luar.
"tok tok tok..."
Selena terbangun dan membuka pintu ternyata itu pelayan yang mengantarkan sarapan dan ada setangkai bunga Mawar Putih.
"Selamat pagi nyonya, saya mengantarkan sarapan untuk Nyonya."
"Kenapa harus diantar Bi. Saya bisa turun ke bawah kan."
"Tapi ini perintah Tuan Lie,nyonya."
"Baiklah,bawa masuk ke dalam."
Selena tersipu malu "Jonathan kamu sangat Romantis. Aku menyukainya."
Selena mengambil vas bening berisikan air dan menaruh Mawar itu di dalamnya. Selena memakan makanan itu sampai tidak tersisa.
Selena keluar kamar dan mencari Jonathan dikamar sebelah. Selena tidak menemukannya, mencari ke kamar mandi tapi tidak ada. Selena kebawah menanyakan pada pelayan tapi tidak ada yang memberi tahu Selena tentang keberadaan Jonathan. Selena merasa khawatir dengan suaminya, Selena mencoba menelpon Jonathan berkali-kali tapi tidak ada jawaban. Ohhhh Jonathan,"" kamu dimana.
Selena menuju kamarnya dengan raut muka sedih dan khawatir.
(1 jam kemudian)
tiba-tiba pintu diketuk dan dibuka.
"Jonathan(kaget)."
"Hai sayang."
Selena menghampiri Jonathan dan memarahi Jonathan seperti anak kecil.
"Darimana kamu ini, aku mencarimu sejak pagi tapi kamu tidak ada. Kesana kesini tidak ada,aku telpon tidak kamu jawab, aku sangat kesal padamu. Aku membencimu,aku tidak menyukaimu,aku tidak.." Jonathan mencium bibir Selena dengan tiba-tiba untuk menghentikan Omelan istrinya.
"Ayolah istriku.. aku keluar sebentar untuk memberikanmu hadiah."
"Benarkah."
"Apakah aku pernah bohong, tutup matamu."
Selena menutup mata dan Jonathan memberikan sebuah kotak merah yang sudah dibuka, dengan kalung berlian indah didalamnya.
"Buka matamu sayang."
Selena terkejut "wow.. ini kalung berlian terbaru dari Paris kan. Limited edition dan ini sangat sangat mahal. Apakah ini untukku?"
"Tentu, aku tahu kalau kalung yang kamu pakai itu pemberian Verell. Sini akan aku lepas dan akan aku pakaikan ini dilehermu."
"Baiklah."
Jonathan melepas kalung Verell dan memasangkan kalung baru darinya di leher putih Selena.
Setelah kalung dipasangkan, Selena tersenyum cantik kepada Jonathan.
"Apa kau bahagia Seleb cantikku."
"Iya, terimakasih."
"Kamu sangat cantik Selena." Jonathan mendekatkan bibirnya ke bibir Selena dan menciumnya dengan lembut, Selena membalas ciuman Jonathan. Jonathan memeluk pinggang Selena dengan erat, ummbb... suara dari ciuman panas itu.
Selena mengakhiri ciuman itu karena Selena mulai terbawa suasana panas.
(Dalam hati Selena)
Jonathan, aku rasa tidak buruk hidup denganmu. Aku mulai bisa melupakan Verell. Semoga aku bisa mencintaimu.
(Dalam hati Jonathan)
Lihat saja Selena, aku akan bisa membuat dirimu mencintaiku. Aku akan menjagamu sampai ajal menjemputku. Apapun akan aku lakukan untuk kebahagiaanmu.Teruslah hidup denganku dan jangan tinggalkan aku.