
Jonathan dan Selena masuk ke dalam kantor. Seluruh Pegawai menyambut dengan antusias.
Sebelumnya Jonathan sudah meminta Sekretarisnya untuk menyiapkan acara sambutan untuk Selena. Istri Pemilik Lie Grup.
Sekretaris datang dan memberi ucapan selamat kepada Bos nya dan Selena. Semua Pegawai memberikan selamat. Jonathan merangkul pinggang Selena. Ia membuat pengumuman.
"Kalian semua, saya kumpulkan karena saya ingin memperkenalkan istri saya Selena. Selena ayo perkenalkan dirimu sayang.(tersenyum).
"Hallo semua.. Saya Selena berasal dari Jepang. Saya istri Tuan Jonathan Lie(tersenyum)".
Salah satu staf menjawab.
"Nyonya Selena, saya tahu banyak tentang Anda. Anda adalah artis Jepang multitalenta faforit saya. Saya merasa beruntung dapat bertemu dengan Anda."
"Benar, Saya sangat mengidolakan sosok Selena Sakura Harisson."
"Terimakasih, tapi sekarang jangan panggil aku Sakura Harisson, Aku adalah Selena Lie."
Jonathan menatap istrinya dan mencium keningnya kilas.
"Apa ini, kau membuat aku malu dihadapan staf mu."
"Cieeeeee......" semua staf bertepuk tangan dan gembira.
(Selena)
Salah satu staf kantor melirik aku dengan tatapan mata yang tajam. Ketika aku melihat, dia pura-pura tidak melirikku. siapa dia?
Aku bertanya kepada Jonathan.
"Siapa wanita itu"
"Dia Cristia."
"Mantan kekasihmu?"
"Iya sayang"
"Oh.."
Perut Selena terasa sedikit sakit, ia pergi ke toilet. Jonathan tidak membiarkan Selena pergi sendiri. Jonathan mengantarkan ke toilet.
"Jonathan kamu tunggu disini, aku akan masuk ke dalam."
"Hem(tersenyum)"
5 menit kemudian Selena keluar dari Toilet.
Selena melihat Jonathan bersama Cristia. Selena diam dan mendengarkan pembicaraan mereka.
(Cristia)
"Jona.. aku sangat merindukanmu, mengapa kau pergi dariku. Aku tidak suka melihat Selena dengan dirimu. Rasanya ingin aku lenyapkan dirinya. Aku masih mencintaimu. (Selena mencium pipi Jonathan)."
"Jangan sentuh aku lagi atau aku akan memecat mu dari Lie Grup (membentak dan mendorong Cristia). Aku adalah pria beristri dan Selena adalah Istriku, ratuku, segalanya dalam hidupku. Kau bilang ingin melenyapkan Selena, kau akan mendapat kesedihan abadi dalam hidupmu. Jangan macam-macam dengan Nyonya Lie, ingat sekarang kamu hanya anak buahku. Panggil aku Tuan dan panggil Selena Nyonya Lie."
Cristia menangis. "Jona.. ini benar kamu.."
Selena mendengar semua pembicaraan itu, sebenarnya Selena sangat muak pada Cristia karena mencium Suaminya tapi ia senang karena Jonathan setia padanya.
Selena keluar dan pura-pura tidak mendengar. Selena menghampiri Jonathan dan Cristia.
Selena datang "Hai Sayang, maaf terlalu lama menunggu. Aku merapikan rambutku tadi."
"Tidak masalah Sayang. Lain kali jika lama aku akan ikut kedalam saja, aku tak kuasa jika tidak melihat dirimu selama 5 menit pun."
"Kau mencintaiku?"
"Selena.. apa kau ragu padaku."
"Tidak."
Selena memeluk Jonathan dan mencium Bibir Jonathan. Selena mengakhiri dan melihat Cristia.
"Hei, Nona ini kenapa menangis."
"Tidak ada apa-apa Nyonya."
Cristia pergi meninggalkan Sejoli itu.
Selena menatap Jonathan tajam.
"Ayo pulang, aku badmood."
"Selenaku, kau ini kenapa. Tadi sangat mesra sekarang marah."
"Jangan bertanya, ayo pulang."
Mereka bergegas dan masuk ke dalam mobil. Diperjalanan Selena hanya diam. Entah apa yang merasuki Selenaku.
"Sayang, mau makan?"
"Tidak, aku mau pulang dan tidur."
"Kenapa kamu marah Selenaku?"
"Aku tidak marah, aku baik."
Jonathan bingung dan melesatkan mobil menuju Rumah.
(Rumah)
Selena turun dari mobil menuju Rumah. Selena masuk mendahului Jonathan. Sampai dikamarnya, Selena mandi dan langsung berbaring di ranjang dan ia terlelap dalam tidurnya.