Best Husband

Best Husband
Kedatangan Sanran



°• Rumah Sakit •°


Jonathan dan Selena dirawat di RS yang sama. Jonathan tidak mengalami luka serius namun tubuhnya masih sangat lelah sementara Selena mengalami luka serius akibat terpental dari mobil.


Jonathan terbangun dari tidurnya akibat obat biusnya. Ia membuka mata dan mengingat istrinya.


"Dok, bagaimana keadaan istriku, aku akan menemuinya." Jonathan bangun dari ranjang RS.


"Tuan Lie, Anda harus beristirahat dulu, Anda masih lemah."


"Jangan melarangku." Melepas paksa infus ditangannya dan segera mencari Selena.


Jonathan meminta seorang suster menunjukkan ruang Selena dirawat, suster itu menunjukkan ruangan Selena.


Jonathan melihat Selena yang masih terbaring tidur, Jonathan mendekat dan mencium kening Selena, Sebuah tangan menyentuh pundak Jonathan.


Jonathan : Dokter, bagaimana keadaan istriku


"Tuan Lie, saya mohon maaf."


"Kenapa? ada apa."


"Nyonya Lie mengalami keguguran dan akibat benturan kecelakaan tadi ia mengalami kerusakan rahim. Hingga rahim Nyonya Lie harus diangkat."


Jonathan terdiam membisu, matanya memerah menahan air mata. Selena yang pura-pura tidur langsung melotot


Selena : Apa maksudmu Dokter, jangan sembarangan kau. (membentak)


Jonathan : Sayang jadi kau hanya pura-pura tidur.


Selena : Dokter katakan, kau hanya bohong. Janinku baik-baik saja kan dan rahimku masih baik.


Dokter menatap Jonathan dan Selena dengan mata meminta maaf karena tidak bisa menyelamatkan bayi dalam kandungan Selena.


Selena : Jonathan, pasti dia bohong. (histeris)


Jonathan : Sayang, bersabarlah. Kita harus menerima kenyataan ini. (menahan tubuh Selena yang histeris).


Selena : Tidak, tidak, tidak mungkin aku menjadi mandul. (berteriak)


Jonathan : Sayang... (menahan tubuh Selena)


Tiba-tiba Selena pingsan, Dokter memanggil suster untuk merawat Selena.


*****


(10 Hari Kemudian setelah dokter selesai mengangkat rahim Selena)


Selena sudah diijinkan untuk pulang, Kini Jonathan dan Selena sudah ada di rumah Jonathan.


Selena duduk diam di kamarnya. Semenjak ia tau tentang kegugurannya dan kerusakan pada rahimnya, Selena menjadi depresi. Ia tidak mau keluar kamar dan selalu melamun. sementara Jonathan, selalu berusaha menenangkan hati Selena walaupun hatinya terasa sesak dan sangat hancur.


Jonathan : Selamat pagi Selenaku.. (tersenyum)


Selena hanya melamun menatap jendela kamar


Jonathan : Istriku, lihatlah aku.. (Jonathan memakai baju badut dengan tomat dihidungnya.


Selena terus menatap jendela kamar tanpa menghiraukan Jonathan. "Calon bayikuu... tidak.. dimana...." Selena berteriak histeris.


Jonathan : Sayang.. (memeluk Selena erat)


"Jonathan selamatkan calon bayi kita, aku mohon aku mohon kepadamu. Tolong selamatkan salon bayi kita." (menangis)


"Selena, Tenanglah kau harus bisa menerima kenyataan ini bahwa calon bayi kita sudah tiada." Jonathan mengecup kening Selena kilas.


Selena diam membisu, mengalir air mata di pipi Selena. "Sayang, Apakah aku sudah tidak bisa memiliki bayi lagi, aku tidak akan memiliki anak seumur hidup ya?" (menatap Jonathan dengan tatapan kosong)


"Selena, jangan berkata seperti itu kita akan cari jalan keluarnya, kita bisa mengadopsi anak di Panti Asuhan kan."


"Apa maksudmu, apa kau tidak menatap wajah keluargamu yang sangat menginginkan keturunan dari dirimu, dari keluarga Lie?"


"Aku tau sayang, tapi takdir berkata lain. Aku tidak bisa memberinya."


"Jonathan bukan kau tapi aku, aku yang tidak bisa memberikan anak. Berpisahlah denganku dan kau menikah lagi kau akan memiliki keturunan."


"Selena..." Jonathan membentak keras Selena.


"Kenapa, apa aku salah. Mengapa mempertahankan wanita mandul seperti aku."


Jonathan memeluk Selena erat dan menangis. "Selena jangan berkata seperti itu, jangan meminta aku untuk berpisah denganmu. Aku sangat mencintaimu kita akan hadapi semua ini bersama-sama."


Selena menangis sejadi jadinya di pelukan Jonathan. Jonathan mengelus rambut panjang Selena "Sudah sayang jangan menangis."


****


Jonathan bertemu dengan sekretarisnya Jien di kantor, Jonathan meminta Jien mengatur jadwal meeting dengan klien.


Jien : Selamat pagi tuan Jonathan, senang bertemu anda kembali bagaimana keadaan anda dan nyonya Lie?


Jonathan : Terima kasih, aku dan istriku baik-baik saja. (menutupi keadaan Selena yang sedang depresi) Oh ya tolong Atur jadwal meeting ku untuk hari ini dan besok.


"Baik Tuan."


Jonathan masuk ke dalam ruangannya, ia duduk di kursi kerja dan menyandarkan kepalanya. Ia memikirkan Selena dan juga keluarga Lie yang sangat ingin keturunan darinya. Jonathan merasa stres dengan semua ini, tiba-tiba ia tertidur di kursi kerjanya.


Ia bermimpi Selena melahirkan seorang bayi laki-laki tampan, Selena menggendong bayinya. Jonathan menghampiri Selena dan mencium pipi bayi itu, Jonathan menatap Selena "Putra kita, sayang."


Selena tersenyum cantik kepada Jonathan, "Iya, dia putramu. Keturunan keluarga Lie."


"Selena aku sangat senang sekali." memeluk Selena erat dan meneteskan air mata. Tiba-tiba Jien masuk ke dalam ruang kerja Jonathan dan membangunkan Jonathan dari tidurnya.


"Permisi Tuan Jonathan."


Jonathan membuka mata "Ada apa?"


"Meeting kita satu jam lagi Tuan, apa Tuan sedang tidak enak badan, perlukan saya membatalkan pertemuan ini."


"Tidak Jien, saya akan pergi."


"Baiklah Tuan."


*****


Selena termenung di kamar, ia sangat depresi. Selena melihat fotonya bersama Sanran sahabatnya terpasang di dinding.


"Aku akan bercerita kepada Sanran, mungkin dia bisa menenangkan aku." gumam Selena. Selena menelpon Sanran, "Tut.. Tut.. Tut.."


"Sanran, kau ada apa." cemas.


"Tidak, Selena aku baik. Ada apa menelponku."


"Aku ingin bercerita kepadamu Sanran."


"Ada apa Selena?"


Selena menceritakan tentang kecelakaan mobil yang ia alami bersama Jonathan termasuk tentang keguguran dan rahimnya yang rusak, Selena menangis tersedu saat menceritakan semua. Sanran yang mendengar perkataan Selena, meneteskan air mata.


Sanran : Selena... (hiks..hiks..) Kau harus bisa menghadapi kenyataan ini, kau wanita pemberani kan.


Selena : Aku sangat kasihan kepada Jonathan suamiku, ada kekecewaan yang mendalam dimatanya. Aku tau itu, (menangis)


"Semua ini sudah menjadi takdir, Jonathan pasti tau itu."


Selena : Sanran, apa aku ini wanita yang sangat buruk? aku tidak bisa punya anak.


Sanran : Selena jangan berkata seperti itu atau aku akan memukulmu


Selena dan Sanran menangis, Sanran sangat


sedih mendengar kejadian yang menimpa Selena.


Sanran : Selena aku akan menutup telepon dulu, aku akan ke rumah Bibi ku.


Sanran menutup panggilan dan terjatuh lemas tak berdaya di lantai. Ia menangis, "Selenaku.. Mengapa kau seperti ini." Sanran memandangi fotonya bersama Selena di dinding, Sanran semakin histeris. "Selena, aku akan ke London untuk menemanimu agar kau sedikit terhibur olehku."


Hari itu juga Sanran pergi ke London, ia datang ke rumah Jonathan untuk bertemu sahabatnya Selena. Ia sampai di rumah Jonathan pada malam hari.


****


Sanran mengetuk pintu rumah Jonathan,


"Tok..tok..tok.."


Seorang pelayan membuka pintu, "Anda siapa?"


"Hai, saya Sanran sahabat dekat Selena."


"Selamat datang Nona Sanran, silahkan masuk."


"Terimakasih."


Sanran masuk bersamaan dengan seorang pelayan dari rumah Jonathan. "Dimana Nyonya mu Bi."


"Nyonya Selena sedang ada dikamar bersama Tuan Jona. Nyonya selalu mengurung diri di kamar dan tidak mau makan."


"Benarkah? Dasar Selenaku seperti balita saja. Aku akan menghukumnya nanti." menggelengkan kepalanya. "Ayo bawa aku ke kamar Selenaku bi, aku akan memarahinya."


Pelayan dan Sanran pergi ke kamar Selena dan Jonathan, pelayan membuka pintu dan Jonathan membukakannya. "Tok tok.."


"Permisi Tuan, Nyonya."


"Iya ada apa Bi."


Tiba-tiba Sanran menyelonong masuk ke kamar Selena dengan melewati Jonathan begitu saja. Sanran melihat Selena duduk di sofa mewah sambil melamun, Sanran juga melihat makanan kesukaan Selena yang tidak Selena makan.


"Selenaku.. Aku dengar kau tidak mau makan ya, gimana sih." Sanran nerocos kepada Selena, Selena memalingkan wajahnya ke arah Sanran, Selena terkejut "Sanran?"


"Iya, ini Sanran bukan hantu. Kenapa tidak mau makan, aku sangat marah padamu."


Selena berdiri dan memeluk erat tubuh Sanran. "Kau kemari, kau datang untuk menemuiku."


"Iya.. aku datang untuk memarahimu, Bagaimana bisa kau tidak mau makan."


"Sanran peluklah aku dulu."


Sanran menangis, "Selena, aku sangat merindukanmu. Kau jangan seperti ini mengurung diri seperti anak kecil."


Selena mengusap air mata Sanran, "Aku sangat sedih Sanran."


"Kau harus bisa menerima kenyataan ini Selenaku."


Selena menangis, Sanran memeluk Selena erat.


Jonathan yang dari tadi menyaksikan kedua wanita yang saling menyayangi itu angkat bicara.


"Selena." Jonathan mengelus rambut panjang Selena. Selena melepas pelukannya dengan Sanran "Ada apa Jonathan?"


"Benar yang temanmu katakan, kau jangan bersedih. Kami selalu ada untukmu."


"Aku adalah wanita terberuntung di dunia karena mendapat suami seperti Jonathan Lie dan sahabatku Sanran."


"Oke Selenaku, sekarang Sanran ada disini dan kau harus menuruti kemauanku. Kau harus makan sekarang." Sanran mengambil makanan di meja kamar Selena dan menyuapi Selena.


Jonathan tersenyum tampan kepada Selena. "Kau harus makan sayang." "Terimakasih Nona Sanran, berkat dirimu Selenaku mau makan."


"Hei kakak ipar, jangan panggil aku nona, panggil saja aku Sanran."


"Baiklah Sanran." Jonathan tersenyum.


Selena selesai makan, "Sanran kau harus lama ya dirumahku."


"Baiklah, asal kau selalu menuruti kemauanku ya."


"Ah dasar kau, masih saja seperti itu." Protes Selena kepada Sanran.


Sanran tertawa lebar pada Selena. "Dimana kamarku, aku akan berbaring karena aku sudah lelah."


Jonathan menyuruh pelayan mengantarkan Sanran ke kamar depan kamarnya, Sanran dan pelayan pergi meninggalkan Jonathan dan Selena.


Jonathan menutup dan mengunci pintu kamar, Jonathan membopong tubuh Selena ke ranjang.


Terima kasih sudah mampir ke Novel ku.


Jangan lupa like dan komen ya.. Kasih saran dan ide untuk kelanjutan ceritanya juga boleh.


Oh iya, Silahkan baca novelku yang satunya ya.


• Kembang desa jadi Milyarder


• Jeritan hati wanita malam


Terimakasih 😘 😘