
Jonathan berbaring di samping Selena, setelah sekian lama ia melihat senyuman di wajah Selena. Jonathan merasa sangat bahagia.
Jonathan : Sayang..
Selena : Iya?
"Kau terlihat sangat bahagia."
"Iya, semua karena Sanranku."
"Karena Sanran saja? Tidak karena ku." (iri)
"Kenapa iri seperti itu." (tersenyum cantik)
"Aku tidak iri."
"Jonathan, kamu selalu membuat aku bahagia, ketahuilah bahwa Selena sangat beruntung mendapat suami seperti Jonathan Lie." mencium pipi Jonathan.
"Sayang, aku ingin bicara serius padamu."
"Katakan."
Jonathan ragu mengatakannya melihat kondisi Selena yang depresi.
"Sudah lama kita tidak melakukannya, sebenarnya aku sangat ingin tapi kondisimu selama ini kurang baik kan."
"Ingin apa?" (polos)
"Ingin dirimu."
"Kau ini sangat mesum ya, seperti Yuko saja." (tertawa meledek Jonathan)
Jonathan mendekatkan wajahnya pada Selena dan mencium bibir Selena dengan lembut, Jonathan membuka piyama yang Selena kenakan. Jonathan juga membuka piyamanya. Selena masih mengenakan Bra dan CD warna Pink. Jonathan menjilat telinga Selena, Selena menahan tengkuk Jonathan.
(Dalam hati Selena)
Sayang maafkan aku yang melupakan kewajibanku sebagai seorang istri, aku larut dalam kesedihan. Malam ini aku akan menebus kesalahanku sayang..
"uhhh..." desah Selena.
Jonathan turun ke leher Selena, ia membuat bekas ciuman dileher Selena lalu turun ke dada besar Selena. Ia melepaskan Bra dan menduselkan wajahnya ke dada Selena. Jonathan memainkan put*ing susu Selena dan menyentilnya. Jonathan *** payudara Selena dan menghisap kuat payudara besar Selena. Selena memejamkan mata menikmati permainan yang Jonathan berikan.
Jonathan membuka CD Pink yang Selena kenakan dan membuka celananya. Jonathan merenggangkan kedua paha Selena dan menciumi aroma kewanitaan milik Selena, Jonathan menjilat ** Selena.
"Umhh..." suara keluar dari mulut Jonathan. "Sshhhhh...Ahhh.." Selena mendesah.
Jonathan memasukkan lidahnya kedalam lubang milik Selena, Selena menggigit bibir bawahnya.
Libido Jonathan mengeras, seraya ingin masuk ke dalam sangkarnya. Jonathan mengarahkan libidonya kedalam lubang milik Selena.
"Selenaku, aku mencintaimu." (mencium kening Selena.)
"Slep..." Seluruh batang milik Jonathan telah masuk kedalam liang bawah Selena. Jonathan mencium bibir Selena, Selena membalas ciuman panas Jonathan dengan lembut.
Jonathan menggoyangkan pinggulnya keatas dan kebawah lalu memutar. Selena juga menggoyang erotis tubuhnya.
Jonathan mengangkat kaki Selena dan mengangkangkan paha Selena lebar-lebar, Jonathan lebih cepat menggenjot tubuh Selena. Payudara Selena yang sangat besar menjadi naik turun. Jonathan **** tubuh Selena dan terus menggenjot tubuh Selena.
Selena : Ahhhhh... Jonathan jangan terlalu cepat sayang kau menyakitiku
Jonathan : Maaf sayang, aku terlalu merindukanmu.
Jonathan mengendorkan miliknya dan menghentikan aksinya untuk beberapa saat.
Jonathan kembali menyerang tubuh Selena, wajah Jonathan mendekati ** Selena "Sayang, dirimu semakin nikmat." Jonathan menjilat ** Selena dengan sangat agresif. Ia merasa ** yang tengah ia rasakan ini sangat enak, Jonathan kembali menggenjot Selena. Selena dan Jonathan mendesah.
"Ahhhh Ahhh Ahhhhh....." desah seksi Selena
"Ouuuhhhh... Ahhh... Jonathan...."(suara berat dari mulut Selena, ia mencapai maks)
"Ouhhhhhh..." Jonathan menumpahkan spermanya ke dalam liang ** Bunga.
"Crot crot crot."
Jonathan dan Selena mendapatkan kepuasan malam ini.
****
Jonathan dan Selena keluar kamar untuk sarapan, mereka menuju ke arah meja makan.
Selena melihat pintu kamar Sanran terbuka, Selena dan Jonathan masuk ke dalam kamar Sanran. Sanran sedang mendengarkan musik di Ponselnya.
Sanran : (menoleh ke arah Selena dan Jonathan) Selamat pagi Selenaku, Selamat pagi kakak ipar.
Selena : Selamat pagi Sanranku.
Jonathan tersenyum kepada Sanran.
Sanran : Ada apa?
Selena : Ayo kita sarapan dulu
Sanran : Ayo, beri aku makan yang banyak ya
Selena : (tertawa) Tentu Sanran
Jonathan, Selena dan Sanran turun ke bawah untuk sarapan. Pelayan telah menyiapkan banyak makanan di meja.
Selena mengambilkan makanan untuk Jonathan lalu mengambil makanan untuknya. Sanran berbinar-binar melihat makanan yang sangat banyak, ia memakan semua makanan yang ada.
Jonathan : Selena aku tidak mau makan
Selena : Mengapa?
"Tidak mau, kecuali kau suapi."
"Sangat manja."
"Ayolah." Jonathan meminta kepada Selena, Selena menyuapi Jonathan dengan telaten.
Sanran : Wah wah pemandangan apa ini, kalian membuat jiwa kejombloanku menjerit saja. Selena, kakak ipar semoga kalian selalu bahagia (tersenyum kepada Selena dan Jonathan)
Jonathan dan Selena tersenyum kepada Sanran.
Selena : Sanran cepat habiskan makananmu
Sanran : Tenanglah Nyonya, masalah makan Sanran adalah rajanya. Kau tidak perlu khawatir. (mengedipkan sebelah matanya)
Selena tertawa lebar dan menggelengkan kepalanya melihat tingkah sahabatnya itu.
Mereka selesai makan, Jonathan pergi ke kantor.
Jonathan : Sayang aku akan ke kantor, kau jagalah dirimu baik-baik.
Selena : Iya sayang, tenanglah (memeluk Jonathan erat) Jangan pulang terlalu larut, aku akan merindukanmu
Jonathan mengecup bibir Selena kilas, "Baiklah Tuan Putri."
Sanran : Kalian pasangan yang sangat cocok, aku sangat senang melihat kalian berdua (tersenyum tulus)
Selena : Oh iya sayang, nanti aku akan pergi bersama Sanran. Kami akan berbelanja dan menonton film di bioskop, Apa boleh?
Selena : Tidak, tidak. Uang yang kamu transfer kepadaku masih sangat banyak. Aku akan gunakan yang masih ada
Jonathan : Kenapa tidak dihabiskan, aku bekerja siang malam untukmu (tertawa)
Selena : Kau ini. (menonjok kecil dada Jonathan)
"Baiklah istriku, aku pergi ke kantor ya. I LOVE YOU."
"I LOVE YOU TO."
Jonathan mencium kening Selena dan tersenyum ramah kepada Sanran.
(Dalam hati Sanran)
Terimakasih Tuhan, kau sudah memberi suami yang baik seperti Jonathan kepada Selenaku. Aku sangat senang melihat mereka, semoga hanya maut yang memisahkan mereka.
Selena : Sanran, Apa yang kau pikirkan? Ayo cepat kita bersiap lalu kita pergi jalan-jalan.
Sanran : Oke..
Selena dan Sanran telah bersiap, Mereka pergi ke bagasi untuk mengambil mobil.
Sanran : Wah banyak sekali mobil sport mu Selena (menganga)
Selena : ini mobil koleksi milik suamiku Jonathan (tersenyum cantik)
Sanran : (Menunjuk ke mobil Ferrari merah milik Jonathan) Wah Mobil itu bagus sekali sangat menarik Mobil ini sangat indah Selena Ayo kita gunakan mobil yang ini saja untuk jalan-jalan
Selena tersenyum "Naiklah ke mobil, kita akan pergi tanpa supir hari ini. Hanya kita berdua."
Sanran naik ke mobil, Selena mengemudikan mobil Ferrari itu dengan santai.
(Ilustrasi mobil Ferrari yang digunakan Selena dan Sanran)
Di perjalanan Selena dan Sanran terlihat sangat gembira mereka bercanda gurau.
Sanran : Selenaku Kau sangat beruntung memiliki suami seperti Jonathan. Dia tampan, mapan dan juga sangat menyayangimu dia juga memiliki segalanya yang menjadi milikmu. Aku harap kelak aku akan mendapat suami seperti Jonathan. Ah kau membuat ku iri saja..
Selena : Sanran kau jangan iri padaku jika bisa memilih aku akan menjadi dirimu. Kau ini sama cantik baik dan sehat tidak mandul sepertiku (tersenyum cantik)
Sanran ; Selena... (mengerutkan keningnya)
Selena : Ayolah Sanran, aku hanya bercanda saja jangan seperti itu.
Sanran : Kau ini.
Selena : Kita sudah sampai di Mall, ayo kita turun.
Selena dan Sanran sampai di Mall, Selena memarkirkan Mobilnya di tempat parkir Mall. mereka masuk dan berbelanja, Selena membeli baju hangat untuknya dan Jonathan.
Setelah mereka selesai berbelanja mereka makan es krim di restoran Mall.
Selena : Aku sangat bahagia hari ini Sanran.
Sanran : Aku juga sangat bahagia Selena.
Selena : Terimakasih Sanran.
Sanran : Ayolah, kita ini sahabat kan.
Selena tersenyum cantik kepada Sanran.
Sanran : Selena ayo kita pulang, kita sudah lama bersenang-senang.
Selena : Baiklah.
Selena membayar tagihan di Mall dan pergi ke mobil lalu pulang ke rumahnya. Selena mengambil jalan pintas untuk menghindari kemacetan panjang, ia melewati jalanan sepi dengan banyak pohon besar. Tiba-tiba beberapa preman menghadang mobil Selena yang sedang melaju menuju rumahnya. Selena mengerem mendadak mobil Ferrarinya.
"Cttt.."
Selena : Ada apa ini?
Sanran : Siapa mereka Selena?
Salah satu preman itu mengetuk kaca mobil Ferrari Selena sementara yang lainnya menghadang mobil Selena.
"Keluar..." teriak preman yang mengetuk kaca mobil Ferrari Selena.
Selena : Sanran aku sangat takut
Sanran : Tenanglah, kau cepat hubungi Jonathan. Aku akan mengatasi preman-preman tak berguna ini.
Selena : Jangan keluar (menahan tangan Sanran yang akan membuka pintu mobil)
Sanran : Selena tenanglah, kau tau kan aku ini Sanran. Aku sangat pandai dalam hal bela diri.
Selena : Mereka sangat banyak (cemas)
Sanran : Percayalah, kau cepat hubungi Jonathan dan jangan keluar dari mobil.
Selena : Baiklah,
Selena menghubungi Jonathan sementara Sanran keluar mobil mengatasi preman-preman itu.
Sanran : Mau apa kalian? (melepaskan kaca mata hitamnya)
"Wow sangat cantik bos, kita akan bersenang-senang malam hari ini." preman itu tertawa lebar.
"Selain mendapatkan mobil mahal, kita juga mendapatkan mangsa. Hahaha." preman itu tertawa lebar. Lalu semua preman tertawa lebar juga.
Sanran : Jangan bacot kau, rasakan ini. (Sanran menendang mulut salah satu preman itu) preman-preman lainnya mengerang Sanran bersamaan, dengan lincahnya Sanran mengatasi preman-preman itu. Dalam waktu sekejap, Sanran berhasil melumpuhkan lawannya. Selang beberapa saat Jonathan datang bersama mobil polisi, polisi menangkap preman preman itu dan membawanya ke kantor polisi. Jonathan menolong Sanran dan Selena keluar dari mobil. "Jonathan...." Selena berlari ke arah Jonathan, ia memeluk erat tubuh Jonathan dan menangis.
"Aku sangat takut sayang."
"Tenanglah Selenaku kau baik-baik saja sekarang aku sudah ada bersamamu." Jonathan mengelus rambut panjang Selena.
"Preman-preman itu ingin merampokku dan Sanran, aku takut jika diriku dan Sanran mengalami sesuatu hal yang buruk."
"Tidak akan. Aku akan menjagamu sayang, kau jangan takut lagi."
Selena melepas pelukannya. "Sanran Apakah kau terluka? Apakah preman preman itu melukaimu?"
"Mana mungkin mereka bisa melukaiku. aku ini kan Sanran, kau seperti baru mengenalku saja."
Jonathan : Sanran aku sangat berterima kasih karena kau sudah menyelamatkan istriku tercinta aku akan membalas budi mu.
"Hei kakak ipar tidak usah sungkan seperti itu. Selena adalah sahabatku Aku sangat menyayangi Selena sepenuh hati, Jadi wajar saja jika aku menolongnya. tidak usah membalas budi jika teman mana ada balas budi."
"Baiklah Dan, mulai sekarang kau bukan hanya sahabat Selena tapi kau juga temanku."
Sanran tersenyum cantik kepada Jonathan dan Selena, Jonathan merangkul pinggang Selena. "Ayo kita pulang pekerjaanku di kantor sudah selesai."
Terimakasih sudah mampir ke novelku, baca juga novelku satunya
• Kembang desa jadi milyarder
• Jeritan hati wanita malam
Jangan lupa like dan komen ya biar author semakin semangat nulisnya.. Sorry agak telat karena author lagi ada masalah percintaan.hahaha