Best Husband

Best Husband
Gara-gara Lingerie (21+)



Jonathan dan Selena pergi ke Bandara dan kembali pulang. Kini mereka telah sampai di London.


Jonathan memerintah orangnya membawa mobil Lamborghini dan Ferarri koleksinya untuk menjemput Jonathan dan mengantarkan Selena pulang. Jonathan harus segera ke kantor jadi tidak pulang bersama Selena.


"Selena sayang, kau pulanglah bersama pengawal. Nanti setelah selesai meeting aku akan pulang ke rumah."


"Cepatlah pulang Jonathan."


Jonathan tersenyum tampan dan mengangguk pada Selena. Selena masuk ke dalam mobil Lamborghini bersama pengawal pribadi dan pergi ke rumah Jonathan. Sementara Jonathan masuk ke dalam mobil Ferarri dan pergi ke Kantor untuk meeting dengan klien.


Jonathan sampai di kantor dan masuk ke dalam ruang meeting.Jien asisten Jonathan dan Klien sudah menunggu.


"Selamat sore, maaf saya terlambat." sikapnya dingin.


Memang Jonathan orang yang dingin kepada siapapun kecuali kepada Selena.


"Tidak masalah Tuan Lie, apakah kita bisa memulai meeting kita sekarang?"


"Silahkan Tuan Suo."


Mereka membicarakan bisnis, Jonathan menyetujui kerja sama dengan perusahaan Suo di Jepang.


Mereka berjabat tangan dan mengakhiri pertemuan hari ini.


"Baiklah Tuan Lie, terimakasih atas kerjasama Anda. Saya pamit dulu (tersenyum licik)."


"Mengapa buru-buru."


"Saya akan ke Eropa sekarang."


"Baiklah."


Tuan Seo meninggalkan Jonathan, Jonathan sudah tidak sabar pulang menemui Selena.


Jonathan bergegas menuju mobil Ferarri miliknya dan melesat ke rumah. Sesampai di rumah Jonathan bertanya pada kepala pelayan.


"Dimana Nyonya Selena."


"Dikamar Tuan."


Jonathan masuk ke dalam kamarnya dan melihat Selena memakai lingerie warna Hitam, kontras dengan warna kulitnya yang putih mulus.


"Sayang, kamu sangat seksi." Ucap Jonathan membuat wajah Selena memerah.


"Benarkah."


"Tentu, jangan keluar kamar dengan lingerie sayang. Banyak pelayan diluar nanti mereka melihatmu. Jika dikamar saja memakai lingerie nya biar aku yang lihat."


Selena tersenyum cantik kepada Jonathan dan mencium bibir Jonathan. Jonathan tersenyum tampan.


"Eh.. sekarang kamu yang memulai ya.."


Jonathan membopong tubuh Selena ke ranjang dan membaringkannya. Jonathan melepas pakaian kerjanya dan **** tubuh Istrinya.


"Selenaku, kamu sudah menggodaku. Sekarang kamu akan dapat hukuman ya."


"Tidak takut."


Jonathan meraba dada Selena dan menghisap secara bergantian, Selena mendesah membuat Jonathan semakin bertambah semangat melakukannya, Jonathan menghantam Selena dengan miliknya.


"Ahhh..ahhh..." Suara Selena terdengar sampai keluar kamar membuat pelayan tertawa dan bergosip.


Jonathan membolak-balik tubuh Selena sampai Selena merasa sangat lelah. Kini Selena hampir mencapai tujuan namun Jonathan melambatkan gerakannya. Selena tidak menyukainya


"Hei wanitaku, aku tidak akan membiarkan kamu sampai secepat ini."


Selena mengerutkan keningnya. Jonathan bergerak cepat dan lebih cepat, kini Jonathan dan Selena mencapai tujuan bersamaan di iringi erangan berat Jonathan dan Selena.


Jonathan mencabut miliknya dan berbaring di samping Selena, Selena menatap Jonathan.


"Apa kamu puas Selenaku?"


"Jangan menggodaku." Wajah Selena memerah.


Selena mengarahkan kepalanya ke bahu Jonathan dan memeluk tubuh Jonathan.


"Sayang ,gimana meeting kamu tadi?"


"Baik. Aku menyetujuinya"


"Dengan perusahaan mana sih." Ucap Selena dengan manja.


"Dengan perusahaan Seo, sayang."


"Apa???" Selena kaget dan melotot.


"Kenapa sayang."


"Perusahaan Suo asal Jepang bukan."


"Iya."


"Jonathan, apa kamu tau banyak tentang Suo grup."


"Iya aku tau, aku juga kenal dengan Presdir Yamato Suo."


"Ya sudah, kalau begitu."


(Dalam hati Selena)


Yamato Suo adalah papanya Verell, pasti ini rencana Verell dan papanya untuk menghancurkan Aku dan Jonathan kenapa kamu bisa percaya secepat itu, entah apa yang merasukimu. Apa yang harus aku lakukan sekarang untuk suamiku Jonathan...