Best Husband

Best Husband
Bertemu Sanran



Mereka keluar Hotel, selama mereka di Alaska, Jonathan menyewa mobil Lamborghini seperti koleksinya di London.


Mereka menuju rumah Sanran. Kini mereka telah sampai.


Selena turun dari mobil dan berjalan cepat menuju rumah Sanran. Mungkin Selenaku sangat rindu pada temannya.


Selena menekan bel pintu dan seseorang membuka pintunya.


Selena terkejut melihat Sanran ada dihadapannya.


"Sanran......"


"Selena....."


Mereka saling berpelukan erat melepaskan rindu. Jonathan tersenyum tampan melihat Selena sangat bahagia. Jonathan melihat wanita cantik dengan mata coklat berbinar dan rambut pirang panjang sangat menawan, tetapi Selena lah yang paling menarik, bicara Jonathan dalam hati.


"Selena kenapa tidak mengabariku jika akan datang."


"Aku ingin mengejutkanmu."


"Aku sangat terkejut melihatmu.Aku sangat bahagia Selena."


"Eh Sanran, perkenalkan suamiku Jonathan."


"Hai Kakak ipar."


Jonathan tersenyum. "Hai Sanran."


"Ayo kalian silahkan masuk, aku akan buatkan minuman untuk kalian."


Mereka masuk kedalam rumah Sanran dan Sanran memberikan minuman hangat untuk mereka.


"Selena apa kamu ingat saat kita mengambil baju Tristan teman kita dulu."


Selena melebarkan matanya. "Iyahh, aku ingat (tertawa cekikikan dengan Sanran) dia keluar gedung sekolah dengan sangat malu."


Dalam hati Jonathan


Hah waktu kecil Selena adalah seorang yang jail.


Sanran. "Kita dulu sangat nakal Selena.(tertawa terbahak bahak)."


"Apa kamu ingat Sanran, saat kita lari dari kejaran guru killer. Kita memanjat pohon dan aku tidak bisa turun (tertawa terpingkal-pingkal)."


"Sudah Selena, perutku sakit karena tertawa terus. Kakak ipar, apa kamu tau dulu Selena sangat tomboy."


"Benarkah sayang? mengapa sekarang kamu bisa feminim seperti ini." Jonathan menggoda Selena.


"Sanran hentikan omong kosongmu." Selena melirik Sanran tajam.


"Iya iya tuan putri."


Selena dan Sanran bercanda dengan penuh tawa. Jonathan merasa nyaman melihat Selena tersenyum lebar.


Selena mengingat orang tua Sanran yang sangat baik kepadanya.


"Sanran, dimana mami papi mu."


"Sanran terdiam."


"Sanran.." Selena menepuk pundak Sanran.


"Ma..mami sudah tiada dan Papi sakit keras sekarang."


"Ha... Sanran, aku tidak tau jika mami meninggal dan papi sakit. Maafkan aku, aku turut prihatin dengan keadaanmu. Dimana papi, aku akan menemuinya."


"Papi di rumah tanteku di Belanda untuk berobat karena aku sudah tidak punya uang untuk membawa papi ke rumah sakit."


Selena memeluk Sanran. "Sanran kuatkan hatimu, jangan melemah."


Sanran menangis. "Aku sangat sedih Selena.


Sanran berkeluh kesah kepada Selena, Jonathan merasa iba terhadap Sanran. Tapi karena hari sudah malam, Jonathan dan Selena pulang ke Hotel.


(Hotel)


Selena duduk di sofa dan melamun. Jonathan menghampiri Selena dan mencium kening Selena kilas.


"Aku sangat kasihan pada Sanran,sayang."


"Sebenarnya aku juga kasihan."


"Jonathan sayang, aku ingin membantu Sanran, aku ingin memberi dia uang untuk berobat Papi. Tapi aku sudah tidak bekerja, uangku dan segalanya aku tinggal di Jepang. Aku tidak membawa sepeserpun dari kerja kerasku."


"Semua harta dan tahta Jonathan Lie adalah milik Selena Lie."


(Flashback)


Jonathan adalah orang terkaya nomor satu di London, ia memiliki koneksi bisnis yang kuat.


"Baiklah, aku akan mengirimkan uang pada Sanran."


Selena menelpon Sanran dan memberitahu jika akan mengirimkan uang.


Selena mengirimkan uang 10 juta Dollar lewat Bank dan Sanran menerimanya. Sanran menelpon Selena.


"Selena... aku sangat sangat berterima kasih padamu. Berikan ucapan terima kasihku pada Jonathan suamimu."


"Baiklah, kita kan teman Sanran. Harus saling membantu."


"Terimakasih Selena."


"Sama-sama, baiklah aku akan mematikan telponnya."


Selena mematikan panggilan dan tersenyum cantik kepada Jonathan, Jonathan mencium bibir Selena kilas. Tiba-tiba ponsel Jonathan berdering.


"Kring.. Kring.. Kring.."


"Hallo ada apa Jien."


"Maaf tuan, besok malam ada pertemuan dengan klien dan tidak bisa diwakilkan kepada siapapun. Harus anda sebagai Presdir yang menemuinya."


"Apa tidak bisa diundur sampai lusa."


"Tidak bisa Tuan, lusa klien akan pergi ke Eropa. Ini pertemuan membahas harga saham jika Tuan tidak hadir, saya takut ada yang memanipulasi."


"Baiklah aku akan datang besok."


Jonathan menatap Selena.


"Kenapa menatapku Sayang."


"Selena, kita harus pulang ke London besok pagi."


"Kenapa?"


"Aku ada meeting dengan klien, ini sangat penting. Apa kamu marah?"


"Mana mungkin aku marah pada Suamiku yang sangat aku cintai."


"Selena kamu sangat pengertian, aku mencintaimu." mencium bibir Selena kilas.


"Hiyyaaaaa.. Jonathan suamiku, tidurlah sekarang karena besok pagi kita pergi ke Bandara. Jika kita kesiangan akan jadi masalah."


"Tidak mau."


"Eh... kenapa."


"Hanya mau tidur jika kamu memeluk dan menciumku."


"Suamiku terkenal dingin dan cuek tapi ternyata sangat manja."


"Aku manja pada Istriku."


"Baiklah aku akan memelukmu, Jonathan. Tidurlah."


Jonathan dan Selena naik ke ranjang untuk tidur. Selena memeluk Jonathan, Jonathan mencium kening Selena kilas.


"Selena aku mencintaimu."


"Aku juga mencintaimu."


Mereka memejamkan mata dan tertidur pulas."