Best Husband

Best Husband
Amarah Jonathan



°•Rumah Jonathan•°


Selena merasa tertekan dan sedih dengan perlakuan Verell padanya, ia merasa tidak pantas menjadi Nyonya Lie lagi. Selena hanya duduk di ranjang kamar sepanjang hari sampai ponselnya berdering, tertulis nama Alexa di layar.


"Hello, Alexa."


"Hi, Selena. I'm in London right now. What about our plans?"


(Aku sedang berada di London sekarang Bagaimana dengan rencana kita?)


"Alexa, Actually now I'm very depressed by Verell actions."


(Alexa Sebenarnya sekarang saya sangat tertekan dengan ulah Verell.)


"What did Verell do to you?"


(Apa yang dilakukan verell padamu?)


Selena menceritakan semua kejadian yang menimpanya dan menceritakan bahwa ia ingin berpisah dengan Jonathan. Alexa menyalahkan Selena karena bersikap bodoh terhadap Jonathan. Alexa akan datang ke rumah Jonathan malam ini.


*****


Jonathan sampai di gerbang rumah, Penjaga membukakan gerbang dan Jonathan memarkirkan mobil Lamborghini emasnya di Bagasi. Jonathan masuk ke dalam rumah dan bergegas ke dalam ruang kendali. Jonathan menyalakan laptop yang terhubung dengan semua titik CCTV rumah.


(Jonathan)


Kemarin malam pukul 1 kan Selenaku, Okey akan aku lihat.


Jonathan Melihat titik CCTV yang ada di dapur dan melihat Selena. Ia sangat terkejut ketika melihat Verell menghampiri Selena dan tangannya memeluk pinggang Selena.


"Ahhh... Sialan. Beraninya menyentuh Istriku."


Jonathan terus melihat apa yang Verell lakukan kepada Selena.


Jonathan melihat Verell mencumbui tubuh Selena dan melihat Selena menangis. Mata Jonathan memerah, tubuhnya terasa panas. Ia sangat sangat marah melihat perlakuan Verell terhadap Selena. Ia tidak bisa menerima kalau Istrinya dilecehkan.


"Verell, kau tidak bisa lepas dari genggamanku. Kau telah melecehkan wanita kesayanganku sampai wanitaku ingin berpisah denganku. Okay Verell, lihat apa yang akan aku lakukan."


Tiba-tiba Jonathan mendengar suara mobil Yamato masuk ke dalam Bagasi. Dengan


amarah yang sangat besar, Jonathan berjalan mencari Verell.


Yamato dan Verell duduk di sofa mewah Jonathan dan melihat Jonathan berjalan ke arahnya.


Verell menyapa. "Hei Tuan Jonathan."


Jonathan menarik kemeja Verell dan melempar Verell ke dinding. "Brukkkk..."


Yamato berteriak.


"Jonathan apa yang kamu lakukan pada putraku."


"Diam." Jonathan membentak Yamato dan melotot padanya.


Selena mendengar suara gaduh dibawah dan ia mencari tau apa yang terjadi. Semua pembantu melihat Jonathan dan Verell. Selena pun melihat Jonathan dengan amarah yang sangat besar dan Verell yang tersungkur di lantai.


"Jonathan....." Selena menuruni anak tangga dengan cepat.


Jonathan mengambil Guci keramik mahalnya dan memukulkannya kepada Verell.


"Prakkkk......"


Selena berteriak. "Suamiiikuuuuuu........ Hentikan."


Verell berdarah banyak akibat terkena hantaman Guci Jonathan.


Yamato memukul Jonathan namun Jonathan menepis tangan Yamato, Jonathan memiting Yamato. Jonathan melempar Yamato ke lantai dan ia mendekati Verell. Jonathan memukul wajah Verell berulangkali dengan tangan besarnya dan Verell muntah darah.


"Beraninya kau menyentuh Istriku." Ucap Jonathan dengan mata merah padam.


Selena kaget mendengar perkataan Jonathan.


"Jonathan sudah tau apa yang terjadi."


Tiba-tiba polisi datang dan menangkap Yamato dan Verell.


Yamato


Tiba-tiba Alexa muncul dari pintu rumah Jonathan.


"Your mistake for faking data and trying to sell my island to Jonathan."


(Kesalahan anda karena memalsukan data dan mencoba menjual pulau saya kepada Jonathan.)


Selena tersenyum kepada Alexa.


"Putramu juga mencoba memerasku dan melecehkan aku."


Jonathan bingung mendengar perkataan Alexa.


"Sorry, Miss. Which island do you mean?"


(Maaf, Nona pulau mana yang kamu maksud?)


"Kine Island in Canada that they offer you is my island, I have never invested my island in anyone."


(Pulau Kine di Kanada yang mereka tawarkan kepada Anda adalah pulau saya, saya tidak pernah menginvestasikan pulau saya pada siapa pun.)


Jonathan menatap Komisaris Polisi.


"Bawa mereka ke kantor polisi, beri mereka pasal berlapis karena sudah menipuku dan mencoba melecehkan istriku ohh iyaa satu lagi, pemerasan terhadap istriku."


"Siap Tuan Lie, Anda tenang saja kami akan mengurus kasus ini."


Komisaris polisi membawa Yamato dan Verell pergi dari rumah Jonathan menuju Kantor Polisi, Yamato dan Verell ditahan dan menjadi tersangka.


Sementara itu Selena dan Jonathan berterimakasih kepada Alexa karena sudah memanggil polisi dan melaporkan Yamato dan Verell.


"Alexa, you are my friend, thank you for helping me and Jonathan"


(Alexa kau memang teman ku terima kasih telah membantuku dan Jonathan.)


"You're welcome It's a friend's duty to help his friends in need. Alright my business is over I will go home to Canada."


(Terima kasih kembali, sudah menjadi kewajiban seorang teman membantu temannya yang membutuhkan. Baiklah urusanku sudah selesai aku akan pulang ke Kanada.)


"Okay."


Alexa pergi dari rumah Jonathan. Selena menghampiri Jonathan yang pakaiannya menjadi amburadul karena telah menghajar Verrel dan Yamato.


"Jonathan apa kau baik-baik saja? Apa ada yang terluka, apa ada yang sakit katakan padaku sekarang." cemas kepada Jonathan. Jonathan tersenyum tampan kepada Selena.


"Jonathan kenapa kamu malah tertawa menatapku?" Selena memicingkan matanya.


"Istriku kamu sangat mencemaskan aku ya.. kamu sangat mencintai aku kan. Mengapa kamu ingin berpisah denganku?"


Selena menangis menatap wajah Jonathan.


"Aku sudah tidak pantas menjadi istrimu. Aku sudah tidak pantas menjadi Nyonya Lie. Ada pria lain yang sudah menjamah tubuhku."


Jonathan memeluk Selena erat dan mencium kening Selena.


"istriku jangan berkata seperti itu kau tetap istriku kau adalah satu-satunya Nyonya Lie. Aku tak perduli apa yang sudah terjadi padamu yang aku tahu aku hanya akan mencintai Selenaku. Mengapa cintamu menjadi lemah begini Selena, harusnya kau menceritakan apapun kepada suamimu ini."


"Jonathan maaf, aku takut kamu marah padaku." Mengeratkan pelukannya kepada Jonathan dan terus menangis. Jonathan melepas pelukan dan menghapus air mata Selena.


"Jangan menangis istriku aku tidak akan tahan melihat air matamu menetes. Aku sangat mencintaimu, Sayang apa kau masih ingin berpisah denganku?"


Selena memukul kecil dada Jonathan dan tersenyum cantik.


"Tentu tidak, dasar Jonathan bodoh kau kira aku rela berpisah denganmu. Aku juga berat mengatakan itu padamu."


"Terimakasih Selenaku." Jonathan merangkul pinggang Selena dan menaiki anak tangga menuju kamarnya.


Terima kasih sudah mampir ke Novel ku.


Jangan lupa like dan komen ya.. Kasih saran dan ide untuk kelanjutan ceritanya juga boleh.


Oh iya, Silahkan baca novelku yang satunya ya.


Kembang desa jadi Milyarder


Terimakasih 😘 😘