Best Husband

Best Husband
Aksi Verell (18+)



"Verell."


"Hai Baby."


"Verell lepaskan aku." Meronta ingin melepaskan pelukan Verell.


"Selena jika kau melawanku aku akan tunjukkan foto panas kita ketika berpacaran dulu."


"Foto apa maksudmu."


Verell menunjukkan beberapa foto panas dirinya dan Selena. Tanpa sengaja Verell juga menunjukkan foto panasnya dengan wanita lain.


"Ini adalah foto kita dulu Baby. Eh maaf yang satunya bukan kamu ya Selena Suo." tertawa tipis.


"Jadi dulu kamu selingkuh, benar yang dikatakan oleh Papa. dan satu lagi namaku Selena Jonathan Lie. Bukan Suo."


"Jangan sebut namanya." Verell kesal dan mendorong Selena ke dinding. Verell mendekap tubuh Selena.


"Verell lepas."


"Jika kamu melawan, aku akan memberikan foto ini pada Jonathan, Jonathan akan mempercayaiku karena kamu sudah bohong dengan tidak memberi tau jika aku mantanmu. Kamu malah mengijinkan seorang mantan tinggal dirumahmu."


Dalam hati Selena. (Oh tidak, aku terjebak dalam permainanku sendiri.)


"Turuti kata-kataku jika tidak ingin Jonathan tau."


Selena tidak bisa melawan Verell, dia harus mencari cara untuk menaklukkan kejahatan Verell.


Verell mendekatkan wajahnya ke wajah imut Selena. Verell mencium bibir Selena dengan penuh nafsu, Verell melumat bibir Selena namun Selena tidak membalas ciuman Verell.


"Selena, balas ciumanku atau aku akan pergi ke kamar Jonathan sekarang juga."


"Baiklah baiklah. Aku akan membalas ciumanmu."


"Julurkan lidahmu."


Selena menjulurkan lidahnya dan Verell melilit lidah Selena dengan lidahnya. Mereka berciuman dan Verell memejamkan mata menikmati hal ini. Tangan Verell beraksi membuka kancing Piyama Selena, Selena menahan tangan Verell.


"Selena lepaskan tanganmu atau aku."


Selena melepaskan tangannya dan Verell membuka kancing piyama Selena dan melihat dada Selena dibalut dengan Bra renda hitam terlihat sangat indah.


"Ohhhh... Selena, milikmu semakin besar dan kenyal."


Verell membuka kancing depan Bra Selena dan menyembulah dada Selena dengan ****** coklat kemerahan. Verell dada Selena dan memutar-mutar tangannya di dada Selena, Verell tertawa tipis melihat wajah Selena. Verell bertambah semangat ketika Selena memohon untuk dilepaskan, Verell menghisap dada Selena bagian kiri dan tangannya dada bagian kanan Selena. Selena meneteskan air mata.


Verell menghisap kedua buah **** itu bergantian lalu menarik narik dengan bibirnya dan membuat bekas cupang di buah **** itu, Verell menjilati pu**** Selena dan menggigitnya kecil.


Kini Verell menuju leher Selena dan menjilatinya. Hasrat Verell semakin kuat untuk melampiaskan nafsunya pada Selena.


Tiba-tiba ponsel Verell berdering, Verell mengangkat panggilan itu dan Selena mendorong tubuh Verell, Selena lari ke kamar dan memeluk Jonathan. Jonathan terbangun dari tidurnya.


"Selena... kenapa terlihat takut."


"Tidak, aku hanya ingin memelukmu."


"Baiklah aku akan memelukmu sayang, tidurlah."


"Jonathan aku ingin bertanya, apa kamu pernah menyentuh wanita sebelum aku."


"Aku hanya pernah menyentuh dirimu sayang dan hanya dirimu yang akan aku sentuh."


Jonathan memeluk Selena erat, Selena tidak bisa tidur memikirkan sesuatu yang mengganjal di pikirannya.


(Selena)


Jonathan, apa yang harus aku lakukan sekarang, aku telah dijamah pria lain, memang bukan semua tapi ada yang menyentuh istrimu. Apa kamu akan marah dan menceraikan aku Jonathan.


Selena tidak bisa tidur semalaman.


*****


"Pagi Sayang." Jonathan mencium kening Selena. "Eh kenapa istriku tidak tidur, dan apa ini air mata."


Selena memeluk Jonathan erat tanpa menjawab pertanyaan Jonathan.


"Selena kamu kenapa?"


"Jonathan aku ingin kita berpisah."


"Apa??? Hentikan leluconmu, aku tidak menyukai lelucon seperti ini."


"Ini bukan lelucon, aku ingin mengakhiri hubungan diantara kita."


"Mengapa?"


"Sudahlah Jonathan, pokoknya aku ingin kita berpisah." Selena bangun dan beranjak keluar kamar.