
Jonathan dan Yuko pergi ke kantor untuk mengerjakan proyek mereka. Selena dan Macika berbincang santai sambil menonton TV di rumah Selena.
Macika : Bi, Bibi terlihat sangat bahagia ya menjadi istri paman Jonathan.
" Bibi sangat bahagia menjadi istri Jonathan sayang."
"Semua orang bisa melihat kebahagiaan itu bi, Paman Jonathan terlihat sangat mencintai Bibi Begitupun sebaliknya Bibi sangat mencintai Paman Jonathan."
"Jonathan adalah pria yang penuh kasih, dia bagiku dia adalah suami terbaik di dunia." Selena berbincang dengan Macika sambil tersenyum cantik menatap foto Jonathan di dinding. "Apa kau tahu Macika semenjak aku hamil, Jonathan menjadi sangat cerewet kepadaku. Ini tidak boleh itu tidak boleh kau tahu alasannya, dia takut aku jatuh dia takut aku tidak bisa dia takut aku terluka. Sangat konyol bukan aku ini bukan anak kecil yang apa-apa harus dibantunya." Tertawa lebar pada Macika, Macika pun tertawa mendengar perkataan Selena.
"Ceritakan kepadaku bi tentang kisah cinta bibi dan paman Jonathan, aku ingin tau." Mata Macika berbinar-binar.
"Kisah perjalanan cinta kami sangat rumit Macika, perjuangan Jonathan mendapatkanku tidak mudah. Dulu Papaku menjodohkan aku dengan Jonathan aku sempat menolak karena aku sudah mempunyai kekasih tapi aku tetap dipaksa menikah dengan Jonathan sampai akhirnya aku menikah dengan Jonathan, awalnya aku memang tidak bisa melupakan kekasihku, tapi karena kasih sayang Jonathan dan ketulusan cintanya begitu besar kepadaku aku bisa melupakan kekasihku dan mencintai Jonathan sepenuh hati."
"Wahh.. Paman sangat hebat, Semoga Bibi dan Paman selalu bahagia selamanya."
"Terimakasih Macika, ceritakan kepadaku tentang kisahmu dan Yuko." Ucap Selena tersenyum cantik kepada Macika.
"Ah tidak bi, kisah cintaku dengan Yuko sangat buruk."
"Ayolah, tadi aku sudah bercerita kan."
"Baiklah bi, akan aku ceritakan. aku ini hanya gadis desa Bi, aku berasal dari keluarga sederhana Ayahku terlilit utang pada Yuko. Mengetahui aku adalah putri Ayahku yang sedang terlilit hutang, Yuko memintaku untuk menjadi istrinya dengan imbalan melunasi semua hutang Ayahku dan memberikan perkebunan miliknya di desaku dan sejumlah uang. Aku tidak tahu saat itu apa yang harus aku lakukan aku ingin membantu Ayah. Jadi aku terpaksa menerima tawaran Yuko untuk menjadi istrinya, kami menikah di rumahku di Indonesia lalu Yuko membawaku ke Korea bi."
"Dulu Yuko mempunyai banyak wanita, setiap wanitanya mengajaknya lebih serius. Yuko selalu memutuskan hubungannya dengan wanita itu, Kau beruntung jika mendapatkan suami seperti Yuko dia sangat mencintaimu. Aku bisa melihat cinta dan ketulusan di mata Yuko seperti Jonathan kepadaku."
"Isst benarkah Tuan Monyet itu dulu seorang Playboy bi?"
Selena mengangguk.
"Memang sih selama aku mengenal Tuan Monyet itu dia selalu baik kepadaku dia tidak pernah membuatku dalam kesulitan dia selalu bersikap manis padaku tapi yang tidak aku sukai dia itu sangat mesum kepadaku bi, setiap hari dan melakukannya walaupun aku sudah menolak namun dia memaksaku. Aku sangat kesal padanya."
Selena tertawa lebar pada Macika. "Macika sayang, itu sudah menjadi kewajiban bagi seorang istri kita harus melakukan kewajiban kita dengan baik, sayang."
Selena dan Macika berbincang panjang lebar dan mereka sangat senang. Tiba-tiba suara mobil Jonathan terdengar oleh Mereka. Selena berlari menuju bagasi.
Selena : Suamiku pulang, aku akan menyambutnya.
Jonathan dan Yuko turun dari mobil Ferrari hitam milik Jonathan. Selena menghampiri Jonathan dan memeluk erat tubuh Jonathan.
"Sayang, sudah pulang."
"Ehh jangan berlari sayang nanti jatuh, Hati-hati dengan calon bayi kita."
"Kau ini selalu saja mengomel kepadaku."
"Aku mencemaskan anak istriku apa salah."
"Tapi aku merindukanmu sayang." Selena memonyongkan bibirnya.
"Baru berpisah beberapa jam saja."
Yuko tersenyum melihat Jonathan dan Selena. Yuko melihat Macika di belakang Selena. "Ehmmm... tidak ada yang merindukan aku, ingin memelukku."
Jonathan dan Selena saling menatap satu sama lain dan tersenyum.
Selena : Macika, ayo peluk suamimu. (menggoda)
Macika : Apa ? tidak Bi.
Yuko menyahut. " Kau tidak merindukan aku Macika." mengerutkan keningnya.
Macika : Ohhh... tentu tidak, aku sangat senang jika kau pergi ke kantor. Aku bosan melihat tingkahmu setiap hari sangat menyebalkan."
Yuko : Macika...
Macika : (Wekkkk.) Mengulurkan lidahnya.
Jonathan, Selena, Yuko dan Macika masuk ke dalam rumah. Selena masuk ke dalam kamarnya diikuti Jonathan, Selena duduk di sofa sambil memakan buah Strawberry kesukaannya, Jonathan datang menghampiri Selena.
"Sayang, aku punya hadiah untukmu."
"Benarkah." Mata Selena berbinar.
"Iya, tunggu akan aku ambilkan. Aku meninggalkannya di mobil."
"Baiklah."
****
Jonathan kembali kepada Selena dan memberikan sebuah kado kepada Selena.
Selena : Apa ini sayang?"
"Buka saja istriku."
Selena terkejut melihat dress indah keluaran terbaru yang Jonathan hadiahkan kepadanya.
(Ilustrasi dress hadiah untuk Selena)
"Suamiku, ini sangat indah."
"Tak seindah senyumanmu sayang."
"Terimakasih Jonathan."
"Pakailah nanti malam sayang, kita akan pergi makan malam diluar. Aku sangat rindu berkencan denganmu."
"Baiklah." Mencium pipi Jonathan kilas.
*****
"Hei Tuan Monyet, kembalikan ponselku aku mau menang nih."
"Tidak mau."
Macika memonyongkan bibirnya dan menutupi wajahnya dengan selimut.
"Macika..."
"Jangan bicara padaku."
"Aku punya hadiah untukmu."
"Hah.. apa?" mata Macika berbinar-binar.
"Akan aku ambilkan." Yuko mengambil kotak dan memberikan kepada Macika. Macika membuka kotak dan terkejut.
"Apa ini."
"Itu namanya Lingerie sayang."
"Ih... aku tidak mau memakainya."
"Harus dipakai nanti malam."
"Harus.." Jawab Yuko menatap tajam Macika
"Aku tidak mau." Macika memalingkan wajahnya.
"Ohh.. tidak mau, aku akan meminta perkebunan dan uangku pada ayahmu."
"Isssshhh... iya iya, nanti aku pakai."
Yuko tersenyum puas mendengar perkataan Macika.
****
Pintu kamar Yuko diketuk
"Tok tok tok."
Yuko dan Macika membuka pintu dan melihat Jonathan dan Selena berdandan rapi dan serasi.
Macika : Wahh.. Bibi kau sangat cantik mengenakan dress ini."
"Oh iya, ini hadiah dari suamiku Jonathan, tadi dia memberikannya kepadaku."
"Wahh.. Paman Jonathan kau sangat baik." ucap Macika.
Yuko menatap Macika "Apa aku tidak baik, aku juga memberikan kamu hadiah kan tadi."
Macika melirik Yuko tanpa membalas perkataan Yuko.
Jonathan : Baiklah, kami hanya ingin memberitahu, malam ini kami mau keluar, mau jalan-jalan.
Yuko : Baiklah Paman, Jaga Bibi dan keponakanku ya.
"Tenang saja Yuko. Jonathan tersenyum tampan kepada Yuko.
Jonathan dan Selena menuruni anak tangga dan keluar rumah. Yuko menarik tangan Macika paksa dan mengunci pintu kamar.
"Eh gimana sih."
"Dirumah hanya ada kita, para pelayan tidak akan menghentikan aku kan."
"Apa mau mu, jangan mesum lagi kamu ya."
"Terserah aku lah."
"Macika pakai lingerie yang aku belikan tadi atau."
"Sudah jangan mengancamku. Aku akan pakai."
Macika keluar kamar mandi dan kini memakai lingerie pemberian Yuko.
(Ilustrasi lingerie merah pemberian Yuko)
Yuko berbinar melihat tubuh Macika.
Yuko : Istriku...
"Aku tidur dulu ya, selamat malam." Macika berbaring dan menutupi tubuhnya dengan selimut.
Yuko tersenyum licik kepada Macika, Yuko membuka selimut Macika dan **** tubuh Macika.
"Ih Tuan Monyet." protes Macika kepada Yuko.
Tanpa mendengar perkataan Macika, Yuko melucuti lingerie Macika dan membuka pakaiannya. Yuko menghujamkan batangnya pada liang bawah Macika. Macika mendesah.
"Ahhhhhhh." Mereka bertempur hebat malam ini.
Terimakasih sudah mampir ke novelku. Yang mau tau tentang kehidupan Yuko dan Macika bisa baca novelku yang judulnya Kembang desa jadi Milyarder.
ada juga novelku satunya
• Jeritan hati wanita malam
Terimakasih.