Best Husband

Best Husband
Dijodohkan



Setelah Verell dan Selena selesai pemotretan merekapun jalan-jalan.


Verell : Baby kamu mau jalan-jalan kemana ?


Selena : Kemanapun asal denganmu Baby.


Verell : Benarkah? (mencubit pipi Selena karena gemas)


Selena : Aww... Babyyy sakittttt.. (mengeluh manja pada Verell


Verell : (tertawa) maaf Baby, aku mencintaimu Selenaku. Baiklah, sebagai permintaan maaf ku, aku akan mengajak kamu ke Mall. Kita beli Ice cream kesukaan kamu.


Selena : Baiklah.


Mobil Verell sampai di parkiran Mall dan mereka masuk kedalam Mall. Selena bertemu banyak fans dan banyak yang meminta berfoto dengannya dan tiba-tiba ada seorang laki-laki yang mendorong Selena hingga Selena tersungkur.


Selena : Ahhhhh sakit. (tersungkur)


Verell : (kaget) Selenaaa.. apa kamu baik-baik saja(membantu Selena berdiri) sebentar aku akan mengejar laki-laki itu.


Laki-laki itu berlari meninggalkan Selena. Para fans dan Verell mengejar laki-laki itu namun tidak bisa menangkapnya. Dalam benak Verell Siapakah laki-laki itu?


Verell kembali menghampiri Selena


Verell : Maaf Baby,aku tak bisa mendapatkan laki-laki itu.


Selena : Tidak masalah. Ayo kita pergi beli ice cream saja.


Verell : Baiklah ayo baby. Menuju kedai ice cream dan setelah makan ice cream itu mereka pulang. Verell mengantarkan Seleb Cantik itu kembali rumah megahnya.


Rumah Selena


Selena : Baby ayo masuk.


Verell : Aku akan langsung ke kantor Baby, Papi dan klien sudah menunggu.


Selena : Tapi aku masih merindukanmu (memeluk Verell)


Verell : Maaf Baby , Bulan depan kita akan pergi ke Paris untuk berlibur.


Selena : Benarkah?


Verell : Apa kau senang ?


Selena : Sangat (tersenyum)


Verell : Oke, bulan depan kita ke Paris (memeluk kekasihnya)


Selena turun dari mobil Verell dan masuk ke dalam rumah. Sampai diruang tamu Selena dikejutkan kedatangan Papanya dan juga ada seorang lelaki bersama Papanya.


Selena : Papa (Terkejut) Katanya papa sebulan di Amerika kok Papa udah pulang?


Ronald : Pergi bersama Verell lagi kamu (menatap Selena dengan penuh amarah)


Selena hanya terdiam membisu seperti patung


Ronald : Jawaaabbbbbb (bentak Ronald)


Selena : Iya Pa..(air matanya berlinang)


Selena : Maaf pa, tapi Selena mencintai Verell (mendekati Papanya dan menangis)


Ronald : Sudah jangan menangis sayang, maaf tapi Papa tetap tidak mengijinkan kamu bersama Verell. Dan ini perkenalkan rekan bisnis Papa, Jonatan Lie.


Jonathan : Hai Nona Selena, aku Jonatan Lie.(mengulurkan tangannya)


Selena : Selena.(mengulurkan tangan juga)


Ronald : Jonathan ini pria baik dan bertanggung jawab Selena. Ia masih umur 30 tahun tapi sudah bisa membuat sukses perusahaannya dan koneksinya di bidang bisnis sangatlah berpengaruh.


Selena : Lalu ....


Ronald : Dia akan menjadi suamimu. Papa berniat menjodohkan kalian berdua. Kalian akan menikah dalam waktu dekat ini


Selena : Whaaaat????? tidak mau Pa. aku hanya akan menikah dengan Verell.


Ronald : Sudah Papa bilang lupakan dia. Dia itu anak musuh bisnis papa dan Verell hanya ingin memanfaatkan kamu Sayang.


Selena menangis dan lari meninggalkan Papanya dan Jonathan ke kamarnya.


Jonathan : Om,dada saya terasa sesak saat melihat putri Om menangis dan mengapa saya menjadi lemah seperti ini.


Ronald : Sudahlah Jo, saya tau kamu menyukai putri saya diam-diam. Lagipula ini yang terbaik untuk Selena. Om Percaya padamu Jo dan jaga baik-baik kepercayaan Om ini.


Jonathan : Saya sangat mencintai Putri Om, Saya akan menjaga kepercayaan Om. Baiklah om, saya akan ke kantor


Ronald : Hati-hati dan yahhh sabar untuk mendapatkan Selena


Jonathan : Iya om (tersenyum dan bergegas ke parkiran mobil.


Kamar Selena


Selena menangis dan mengeluh sambil memeluk foto mendiang Mamanya


Selena : Maaaa, Lena sedih maa. Selena akan dijodohkan dengan pria yang tidak Lena sukai.


Selena menangis sampai malam dan Selena berniat untuk kabur.


Jam di dinding menunjukkan pukul 23.30 WIB dan Selena akan melancarkan aksinya.


Selena mengemas beberapa pakaian, dan membawa sejumlah uang yang ada dibrankas pribadinya dan ia membuka pintu kamarnya "kleeek" dan mengendap perlahan-lahan. Selena sampai di pintu utama, Selena melihat penjaga tengah siaga seakan siap menggagalkan aksinya. Selena menunggu penjaga lengah dan akhirnya Selena bisa melewati pintu utama rumah megahnya. Kini Selena berlari menuju gerbang namun Satpam mengetahui dan menangkap Selena. Memang tadi Selena mendengar Papanya memerintahkankan semua penjaga agar siaga. "Sial.." dalam benak Selena. Penjaga membawa Selena ke Ronald Papanya. Mengetahui itu Ronald sangat marah kepada putrinya.


Ronald : Apa kurangnya Papa padamu (membentak) Papa hanya ingin yang terbaik untukmu.


Selena : Maaf Pa, Selena tidak mencintai Jonathan. Selena hanya mencintai Verell kekasihku.


Ronald : Kamu ini hanya menjadi pion keluarga Verell untuk menghancurkan bisnis Papa.


Selena : (menangis) Tidak Pa, Verell dan Lena saling mencintai.


Ronald : Tidak, dengan begini Papa memutuskan akan menikahkan kamu dengan Jonathan Minggu depan dan maafkan Papa, mulai saat ini kamu tidak boleh keluar kamar. Untuk Job kamu Papa akan mencancel dan mengganti rugi uang kontrak. Berikan Ponselmu sekarang.


Selena : Paaaaa... Selena mohon jangan lakukan ini.


Ronald : ( mengambil ponsel Lena) penjaga, bawa Putriku ke kamar dan kunci pintunya.


Penjaga membawa Selena ke dalam kamarnya, Selena hanya bisa pasrah sekarang, ia tidak mendapatkan fasilitas apapun di kamarnya. Kebetulan jendela kamar Selena dipasangkan teralis jadi Selena tidak bisa kemana-mana sampai hari pernikahannya dengan Jonathan.