Beby Abigail

Beby Abigail
Best friend



❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


Happy reading guys 😘😘😘


"Tapi Mommy suka sama istrinya Nathan itu Dad,, tapi,, seperti mirip seseorang gitu Dad." ucap Mommy nya Nathan.


"Ya,,, kepolosan dia membuat Putra kita bertekuk lutut di hadapan nya."


"Betul sekali Dad, Mommy sudah tidak sabar untuk balik ke Indonesia."


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


Senin Pagi keluarga Greyson lagi sarapan bersama, mereka terlihat bahagia hanya Zein lah yang bersikap dingin.


"Aku berangkat,,"ucap Zein meninggalkan meja makam.


"Abang Zein tidak menyukai Caroline ya,,," ucap Kanaya memasang wajah memelas memandang kepergian Zein.


"Tidak dek Bang Zein memang seperti itu kok."


Athar menenangkan Kanaya, dia sebenarnya bingung dengan Abangnya karena dia begitu semangat mencari Adik bungsunya, tapi saat sudah ketemu dia bersikap dingin.


"Tapi,, Bang Zein tidak pernah menyapa Carolina."


"Sudah lah Princess jangan bersedih, sekarang kan hari pertama kamu sekolah jadi jangan sedih sedih ya,,," hibur Clarissa.


Wajah Kanaya kembali ceria, mengingat dia akan sekolah di sekolah yang terkenal ke elitan nya.


"Daddy tidak mau terjadi apa apa sama kamu,jadi Daddy mengutus sepuluh orang Bodyguard untuk menjaga kamu." ujar Robert.


"Tapi,,,"


Ucapan Kanaya langsung di potong oleh Robert.


"Tidak ada bantahan Princess."


"Ini demi kebaikan kamu juga sayang, kami tidak ingin hal buruk terjadi dengan kamu lagi, cukup tujuh belas tahun kita berpisah." ucap Clarissa dengan sendu.


"Baik Bunda." ucap Kanaya.


Setelah menyelesaikan sarapannya Kanaya pergi sekolah diantar seluruh keluarga Greyson minus Zein, diikuti Sepuluh Bodyguard di belakangnya.


Sampai di sekolah mereka di sambut tatapan kagum penghuni sekolah, siapa yang tidak mengenal keluarga Greyson, keluarga terhormat yang kekayaannya tidak akan habis tujuh turunan.


Kanaya menunduk karena menjadi pusat perhatian sebelumnya dia tidak pernah menjadi pusat perhatian.


Ditempat lain Beby masih asik bergelung di bawah selimut tebalnya, sedari tadi Nathan mencoba membangunkan Beby.Namun, Beby malah makin nyenyak tidurnya saat Nathan mengusap Pipinya.


"Dear,,,, bangun dulu." Ucap Nathan walau sedikit kaku karena sebelumnya tidak pernah bersikap lembut pada siapa pun.


"Egh,,,, Bunda Beby masih ngantuk." rengek Beby yang mengira jika Bundanya yang telah membangunkan dirinya.


Nathan sudah siap dengan setelan kerjanya, hanya menunggu sang putri tidur membuka mata.


"Dear,, kamu mau telat sekolah?" mendengar kata sekolah Beby segera membuka matanya, melihat jam, dia langsung berteriak.


"A,,,, Beby terlambat lagi." bukannya lari ke kamar mandi, Beby justru berteriak sambil melompat lompat di atas kasur membuat Nathan semakin gemas dengan istri kecilnya itu.


"Dear,,,, cepat mandi." ucap Nathan.


"Om siapa ya?" ucap Beby dengan tampang bodohnya.


Nathan menatap Beby dengan tajam, sementara yang di tatap hanya nyengir.


"Beneran Kamu lupa hm?" Nathan ikut naik ke atas ranjang.


Beby mengangguk lucu, sekarang dia sudah menerima Nathan sepenuhnya karena sekarang hanya Nathan yang dia punya, dia tidak akan mencari ibu kandungnya cukup Nathan saja.


Nathan menangkap tubuh mungil Beby kemudian menggelitiknya membuat Beby tertawa dengan kencang.


"Hahaha,,,,, Beby mau pipis Bang." ucap Beby.


"Apa?" Nathan tidak suka Beby memanggilnya dengan Abang.


"Sayangnya Beby." Akhirnya Nathan melepaskan Beby menyuruhnya segera mandi.


Dia menyiapkan semua keperluan Beby sekolah, terbalik biasanya kan Istri yang menyiapkan keperluan Suami, lah ini Suami menyiapkan keperluan Istri.


Nathan mengantarkan Beby sekolah, Beby memegang lengan Nathan dengan erat sudah hampir sepuluh menit dia berdiam diri dalam mobil Nathan, Beby tidak mau turun karena sudah terlambat.


"Beby boleh tidak bolos sekolah lagi?"


"No,,, !


"Ya sudah ayo aku antar." dari tadi Nathan sudah menawarkan agar mengantarkan Beby tapi Beby selalu menolaknya.


"Tidak mau " tolak Beby.


Beby berjalan dengan pelan, memikirkan alasan apa dirinya terlambat, sambil menggigit kukunya.


Di dalam kelas Kanaya sedang memperkenalkan dirinya.


"Halo,,, kenalkan nama aku Carolina Angelina Greyson semoga kita bisa berteman." ucap Kanaya memperkenalkan dirinya.


"Carolina kamu bisa menduduki bangku kosong." ucap pak kumis dengan lembut, dia ter kenal sebagai guru killer namun pada princess keluarga Greyson di bersikap berbeda karena tadi di ruang guru Tuan Greyson sudah me wanti wanti agar putrinya di istimewa kan.


Kanaya berjalan menuju bangku kosong sebelah Lia.


"Maaf disini ada orangnya tapi belum datang." ucap Lia.


"Tapi aku maunya duduk disini." Balas kanaya dengan nada sedikit angkuh yang membuat Lia dan Feli tidak menyukai Kanaya.


"Tapi itu tempat duduk Beby." sambung Feli.


"Carolina kamu cari tempat duduk yang lain ya,, itu tempat duduk Beby." Pak kumis menyuruh Kanaya mencari tempat duduk yang lain.


"Daddy,,,!" teriak Kanaya keras membuat Bodyguard yang sedang menunggunya di depan kelas segera memasukinya mendengar teriakan Nona mudanya.


"Ada apa ini?" tanya salah satu Bodyguard Kanaya.


"Tolong hubungi Daddy bilang kalau Carolina gak di kasih tempat duduk." ucap Kanaya sambil menghentakkan kakinya.


Pak kumis memijit kepalanya, belum sempat mengeluarkan suaranya pintu kelas kembali terbuka, masuklah Beby dengan tampang polosnya.


"Hehehehe,,, Assalamu'alaikum pak ganteng." ucap Beby.


"Waalaikum salam." jawab Pak kumis.


"Beby kamu telat lagi."


"Hehehehe,,, iya pak." jawab Beby sambil nyengir.


"Aku mau duduk disini." Kanaya melettakan tasnya di meja Beby,membuat Beby menatap Kanaya tidak suka.


"Itu tempat duduk Beby.." Beby buru buru mendekat ke mejanya.


"Tapi gue mau duduk disini." Kanaya mulai mengeluarkan sifat aslinya.


"Tapi ini tempat duduk Beby."


"Tuan ingin berbicara dengan Anda." ucap Bodyguard Kanaya pada pak kumis.


"Halo,,," ucap Pak kumis pelan namun masih bisa di dengar seluruh penghuni kelas.


"Saya tadi kan sudah bilang, perlakukan putri saya dengan istimewa." ucap Robert di sebrang sana.


"Maaf Tuan tapi, masalah tempat duduk itu memang sudah ada yang menempati, jadi,,".


"Saya tidak mau tahu, pokoknya tempat duduk itu harus jadi tempat duduk putri ku." potong Robert.


Semuanya mendengar apa yang di ucapkan Robert karena memang di Loundspeek, Kanaya menatap Beby dengan tatapan merendahkan.


Tanpa di duga Beby merampas ponsel di tangan Pak kumis kemudian berkata dengan keras.


"Beby tidak akan memberikan kursi Beby untuk anak om."


'Deg,,,' jantung Robert berdetak kencang mendengar teriakan Beby.


"Kalau kamu tidak mau memberikan kursi kamu untuk Princess, maka siap siap kamu akan saya keluarkan dari sekolah dan tidak akan di terima di sekolah manapun." ucap Robert membuat Beby bungkam seketika.


Beby berpikir kalau dia di keluarkan dan tidak sekolah, nanti Bunda dan kakaknya akan kecewa akhirnya dia menundukkan kepalanya kemudian melangkah menuju bangku kosong di belakang.


Pak kumis dan yang lain sebenarnya tidak tega pada Beby. Namun, tidak ada yang bisa melawan keluarga Greyson kecuali keluarga Romanov.


Kanaya tersenyum puas segera dia duduk di sebelah Lia, Lia melirik Feli kemudian mengangguk, secara bersamaan mereka berdiri berjalan menyusul Beby ke belakang,Beby adalah sahabat mereka dari kecil jadi jika Beby pindah dia akan ikut juga.


Bel istirahat berbunyi,semua keluar berhamburan meninggalkan kelas menuju kantin, tidak ada yang mengajak Kanaya berkenalan karena mereka tidak menyukai sifatnya tadi.


"Kok kalian pindah juga?" tanya Beby pada Lia dan Feli.


"Karena sahabat kita pindah jadi kita harus ikut juga dong." jawab Feli.


"Hehehehe,,, kita kan Best friend." sambung Lia, mereka bertiga berpelukan layaknya Teletubbies.