Beby Abigail

Beby Abigail
Zein



❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


Happy reading guys 😘😘😘


Di ruang keluarga saat ini Kanaya sedang menangis dalam pelukan Clarissa,dia mengadu jika gadis bernama Beby selalu mengganggunya, membuat keluarga Greyson geram.


"Ini tidak bisa dibiarkan." ucap Athar, dia tidak terima jika ada yang berani menganggu Princess nya.


"Cari tahu semuanya tentang Beby itu." perintah Robert pada anak buahnya.


"Baik Tuan."


"Sebentar lagi kan acara ulang tahun perusahaan, ada baiknya kita juga memperkenalkan Caroline pada Publik, agar mereka mengetahui kalau princess Greyson sudah kembali." ucap Clarissa.


"Athar setuju Mom." jawab Athar.


"Baiklah,,"


Kanaya diam diam tersenyum karena sebentar lagi semua orang akan tahu kalau dirinya adalah princess Greyson.


"Mom,,, aku ingin jalan jalan." rengek Kanaya manja.


Mereka tersenyum dengan tingkah Kanaya, mereka ingin menebus waktu yang terbuang selama delapan belas tahun lamanya,jadi apapun keinginan Kanaya pasti akan mereka kabulkan.


"Princess nya Abang mau jalan jalan kemana?" tanya Athar.


"Hm,,, ke Mall saja." jawab Kanaya setelah berpikir sebentar.


"Kalau begitu siap siap dulu ya,,,"


Di Restoran Zein masih mencoba mendekati Beby yang terlihat begitu lengket dengan Nathan.


"Beby mau nambah ?" tawar Zein.


Beby lagi lagi hanya memandang Zein kemudian menatap Nathan, Nathan hanya mengangkat bahu nya.


"Apakah sebelum nya kita pernah bertemu Om?" tanya Beby.


Zein merasa tua dipanggil Om oleh Beby, memasang wajah sedikit masam.


"Jangan panggil aku Om Beby aku masih belum setua itu kok."


"Lalu Beby harus panggil apa kan Om memang sudah tua." ucap Beby dengan polos.


"Aku seumuran dengan Nathan, samain saja saat kamu manggil Nathan."


"Beby harus panggil Sayang juga."


"Hah,,," Zein tercengang dengan jawaban Beby.


Zein menatap Nathan meminta penjelasan, Beby ini sebenarnya siapanya Nathan, tidak mungkin Adiknya kan karena dia tahu Nathan ini anak tunggal.


"My Wife." ucap Nathan Singkat, padat dan jelas.


"What,,, kapan nikahnya.?" heran Zein.


Dan Nathan tidak menjawabnya dia memilih mengacuhkan saja pertanyaan Zein.


"Beby panggil Zein Abang saja." ucap Nathan dengan senyuman yang penuh arti.


"Abang,,," ucap Beby, dan ucapan Beby benar benar membuat Zein berdesir, ada rasa bahagia yang tak dapat dia jabarkan, seakan menemukan sesuatu yang telah lama hilang.


"Boleh Abang memeluk Beby?" tanya Zein, Beby mengangguk.


Zein segera memeluk tubuh mungil Beby,tidak terasa ada setetes air mata jatuh dari pelupuk matanya, siap Beby ini sebenarnya mengapa dia merasa begitu menyayangi Beby, padahal ini adalah pertemuan pertamanya dengan Beby.


Beby membalas pelukan Zein, dia juga merasa nyaman di peluk Zein, rasanya berbeda seperti saat dirinya memeluk Vania, mengingat Vania tanpa terasa Beby menangis.


Zein yang merasa dadanya basah kaget,mengapa Beby menangis Apakah dirinya terlalu kencang memeluknya, segera dia melepaskan pelukannya.


"Hei,,, kenapa Nangis?" tanya Zein lembut.


"Hiks,, pelukan Abang seperti pelukan Kakak."


jawab Beby.


"Sudah,, sekarang Vania sudah bahagia, jadi jangan nangis lagi ya,,," Nathan menarik Beby ke dalam pelukannya.


"Kita ke Time zone yuk,," ajak Nathan, mata Beby langsung kembali berbinar.


"Ayo,,,!" ucap Beby dengan semangat.


Nathan dan Zein ikut tersenyum melihat Beby tersenyum.


"Aku ikut " ucap Zein.


"Gak ada kerjaan?"


Zein tidak menjawab pertanyaan Nathan, soal pekerjaan bisa dia selesaikan kapan kapan saja sekarang dia lebih memilih ikut bersama Beby saja.


Mereka berjalan beriringan masuk ke dalam Mall, banyak orang menatap Beby iri karena di iringi dua pangeran tampan.


Beby asik sendiri bermain sementara Nathan dan Zein hanya menunggu bertepatan dengan itu Kanaya , dan yang lainnya juga sedang berada di Mall itu juga.


"Bang,, bukannya itu Bang Zein ya,," ucap Kanaya pada Athar.


"Masak sih dek, ini kan jam kantor dan Abang tadi bilang ada Meeting mana mungkin Abang berada di mall." jawab Athar.


"Itu,,," tunjuk Kanaya pada arah Zein yang sedang berdiri bersama Nathan.


"Iya itu Bang Nathan."


Mereka sedikit bingung pasalnya tadi saat dia menghubungi Zein dia bilang kalau ada meeting tapi malah berada di Mall, atau mungkin Abangnya itu ada meeting di salah satu Restoran yang ada di mall ini pikir Athar.


"Zein,,," panggil Clarissa saat sudah sampai di depan Zein dan Nathan.


Zein dan Nathan menoleh melihat ternyata ada keluarga Greyson.


"Mommy,,"


"Kok kamu disini?" tanya Mommy nya.


"Ada keperluan ." jawab Zein singkat.


"Sama Nathan juga." ucap Clarissa.


"Iya Aunty." jawab Nathan, mereka sudah saling mengenal karena memang Orang tuanya merupakan sahabatan.


"Kalian Meeting disini?" tanya Robert.


"Hm,,," jawab Zein.


Kanaya memandang Nathan tanpa berkedip, dia begitu terpana dengan ketampanan Nathan, Clarissa yang menyadari putri nya itu tertarik dengan Nathan tersenyum, dia akan sangat setuju jika Putrinya bersama dengan Nathan, karena Mommy nya Nathan adalah sahabat baiknya.


"Nathan kenalkan ini Caroline, putri bungsu Aunty."


"Carolina,," ucap Kanaya malu malu sambil menyodorkan tangannya, tapi Nathan tidak menyambut uluran tangan Kanaya dia memilih mengabaikan saja dan pandangannya kembali fokus pada Istri mungilnya yang sedang asik bermain.


Kanaya menarik kembali tangannya, menunduk kan kepalanya, memasang tampang semelas mungkin.


"Bang Zein,,," panggil Kanaya.


"Hm,,," dehem Zein.


"Bang aku mau ke toilet." rengek Kanaya.


Zein menatap Kanaya malas, entah mengapa dia tidak menyukai adiknya itu, padahal dulu dia sangat bersemangat untuk mencari adiknya itu, tapi sekarang entahlah,,


"Lalu?" tanya Zein.


"Abang bisa tidak anterin Kanaya?"


Zein menatap Beby yang sedang asyik bermain, dia tidak ingin nanti saat dia pergi Nathan membawa Beby pulang, jadi dia enggan untuk beranjak dari sana.


"Minta anterin sama petugas saja." Zein menolak dengan datar.


"Tapi,,," mata Kanaya sudah berkaca-kaca membuat Athar, Clarissa dan Robert tidak tega,berbeda dengan Zein dan Nathan yang merasa jengah dengan tingkah Kanaya.


"Ya sudah ayo dek biar Abang saja yang antar kamu." Athar membuka suara.


Setelah Athar dan Kanaya pergi, Robert menatap tajam Zein, yang ditatap tetap fokus melihat Beby tanpa menghiraukan Daddynya.


"Zein,,," desis Robert.


"Hm,,," balas Zein.


"Kenapa sih kamu itu bersikap tidak baik pada Princess, bukannya dari dulu kamu begitu menunggu kedatangan Princess,tapi mengapa sekarang bersikap seperti itu?" tanya Robert.


"Lalu aku harus bersikap seperti apa Dad?" Zein balik bertanya pada Sang Daddy.


"Sayang,, seharusnya kamu lebih lembut pada Adikmu, dia hanya ingin kamu perhatikan." Clarissa berkata dengan lembut.


"Jangan terlalu dingin gitu" lanjut Clarissa.


"Zein malas harus bersikap lembut karena itu memang bukan sifat Zein mom." balas Zein.


"Sayang,,,, Abang,,,!" teriak Beby.


'Deg,,,'


_


_


_


TBC


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK 😘😘😘