Beby Abigail

Beby Abigail
Seperti Badut



❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


Happy reading guys 😘😘😘


Di Mansion Greyson Clarissa tidak ikut sarapan karena tidak enak badan.


"Princess kamu sekolahnya sama Bang Athar ya,, Daddy mau menemani Mommy disini kasihan sendirian." ucap Robert.


"Iya Dad tidak apa apa aku sekolahnya di antar Abang saja." jawab Kanaya.


Setelah Kanaya berangkat sekolah di antar Athar, Robert memerintahkan Maid membawakan sarapan untuk Istrinya ke kamar.


"Mom makan dulu ya,," Robert berusaha membujuk Clarissa agar mau makan.


"Aku tidak lapar Dad." tolak Clarissa halus.


"Sayang,,, kamu kenapa?" tanya Robert lembut.


"Mommy,,,, "Air mata Clarissa mengalir deras.


"Beby,,, hati mommy sakit melihat Beby menangis, Mommy tidak percaya semuanya, tapi Carolina putri kita dan Mommy benar benar sulit, rasa sayangku hampir sama antara Caroline dan Beby,aku tidak bisa memilih Dad." Clarissa mengeluarkan semua unek uneknya.


"Daddy paham Mom,,karena aku pun sama, tapi jangan sampai Carolina mengetahuinya, kita kehilangannya hampir tujuh belas tahun apakah Mommy mau berpisah dengan Carolina lagi ? " tanya Robert,dijawab gelengan pelan Clarissa.


"Sekarang Mommy makan ya,, kita harus menyiapkan pesta ulang tahun perusahaan sekaligus memperkenalkan Princess."


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


Beby berangkat Sekolah di antar Nathan beserta kedua orang tuannya, tadi sebenarnya Zein juga ingin ikut tapi dia ada Meeting mendadak yang tidak bisa dia tinggalkan.


Sampai di sekolah Beby tidak mau turun, dia menunduk takut.


"Dear,,, ingat kata aku semalam apa?" tanya Nathan.


"Beby takut,,," Cicit Beby.


"Sayang,,, jangan pernah takut kami selalu di belakang Beby, kami akan selalu mendukung Beby, jadi Beby tidak boleh lemah, harus lawan mereka yang berani menindas Beby,balas mereka dengan lebih." Sintia mengelus rambut Beby yang tadi dia kepang.


"Mommy,,"


"Beby jangan pernah takut pada siapapun, Sekolah ini punya Beby jadi jangan takut pada siapapun,Jika ada yang mengganggu Beby bilang sama Daddy biar Daddy keluarkan dari sekolah." Derrick ikutan memberikan wejangan agar Beby lebih berani.


"Daddy jadi kepala sekolah sekarang?" tanya Beby polos.


"Bukan sayang, Sekolah ini punya keluarga Romanov." jawab Sintia.


"Keluarga Romanov?" tanya Beby.


"Iya sayang keluarga kita."


"O,,," Beby membulatkan mulutnya membuat semuanya gemas.


"Ayo turun keburu nanti Beby terlambat." Sintia menarik tangan Beby pelan.


Mereka turun dari mobil, banyak tatapan mata yang memandang mereka dengan tatapan kagum,siapa yang tidak mengenal keluarga Romanov, banyak yang menatap Beby iri karena berada di tengah tengah keluarga itu.


"Itu Beby kan bukankah dia di skors ya " bisik salah satu murid.


"Iya, dan ngapain dia bersama keluarga Romanov."


Masih banyak bisik bisik siswa lainnya, Saat Beby akan menundukkan kepalanya Sintia segera meremas lembut tangan Beby.


"Angkat kepala mu tinggi tinggi Sayang, jangan menunduk." ucapnya.


Sampai di ruangan kepala sekolah mereka disambut ramah oleh guru guru yang lewat.


"Assalamu'alaikum,,," ucap Derrick datar.


"Waalaikum salam,,"


"Tuan , Nyonya dan Tuan muda." Kepala sekolah sedikit kaget dengan kedatangan pemilik sekolah ini.


"Kumpulkan semua guru dan para Staff!" perintah Derrick.


Setelah semua guru berkumpul Derrick menatap tajam Monika,dari video yang dia tonton guru inilah yang kemarin ikut memojokkan Beby.


Dalam benak para guru bingung mengapa mereka di kumpulkan seperti ini, dan kenapa ada Beby bukankan kemarin di skors.


"Kalian pasti berpikir mengapa kalian di kumpulkan, sebelumnya saya akan memperkenalkan Menantu saya dulu." ujar Derrick.


Para guru tercengang mendengar nya, istri kapan menikah nya pikir mereka.


Kepala sekolah dam Monika sudah pucat pasi, mereka berdua sekarang mulai sedikit paham tujuan dari keluarga Romanov mengumpulkan mereka semua.


"Kami sengaja merahasiakan pernikahan mereka karena Beby masih sekolah, demi kenyamanan Beby, tapi rupanya hal itu tidak bisa di sembunyikan lagi, jika ada yang berbuat se mena mena pada menantu Kami." Sintia ikut membuka suara.


"Sekolah ini di lengkapi cctv, semua ruangan ada cctv-nya mengapa kalian malah menghakimi Beby tanpa melihat Cctv."


Monitor di belakang mereka menayangkan kejadian di kantin, mereka menganga ternyata semua yang di katakan Kanya hanya bualan semata.


"Bisa kalian lihat siapa yang bersalah, menantu saya hanya membela diri."


"Jangan pernah membedakan siapapun di Sekolah ini, baik anak pejabat ataupun pengusaha sekalipun anak presiden."Nathan membuka suara nya.


"Maafkan kami Tuan ." ucap Kepala sekolah.


"Dan Kamu,," Sintia menunjuk Monika.


"Apakah gajimu tidak cukup untuk membeli pakaian yang bisa menutupi bukit kembar itu."


"Disini sekolah bukan Diskotik,jadilah contoh yang baik buat para murid." lanjut Sintia.


Derrick berdiri diikuti Nathan dan Sintia, melihat Beby yang masih betah duduk, Nathan menariknya pelan, memeluk pinggang Beby dengan mesra.


Para Guru dan staff di sekolah menatap Nathan yang biasanya alergi perempuan begitu mesra pada Beby.


"Ingat lawan siapapun yang menindas mu paham!" bisik Nathan.


Beby mengangguk polos, dia malah membenamkan wajahnya di dada Nathan membuat para guru makin terkejut.


"Ayo,,," Nathan menggandeng lengan Beby mengantarkan ke kelas bersama kedua orang tuannya.


Di pertengahan jalan mereka bertemu dengan Kanaya dan kedua temannya.


"Bang Nathan,,," Kanaya langsung menyapa Nathan sok kenal, dengan tidak tahu malunya bergelayut manja di lengan Nathan,Namun Segera Nathan hempaskan.


Nathan membersihkan lengannya bekas di sentuh Kanaya seolah-olah jijik,semua orang menatap Kanaya jijik.


"Ngapain lo disini, lo itukan di Skors." ucap Kanaya lantang pada Beby.


Derrick, Sintia dan Nathan memilih diam, mereka ingin Beby melawan Kanaya.


"Ya,, Beby Sekolah, lihat Beby pakai seragam kan masak kesini mau main" jawab Beby polos, membuat Nathan, Derrick dan Sintia tersenyum.


"Lo itu di Skors,jadi gak boleh sekolah dasar Kriminal." ucap Meli teman Kanaya.


Beby menatap Kanaya, Meli dan Viola gantian kemudian tersenyum lucu.


"Kalian seperti Badut,," celetuk nya membuat Kanaya dan kedua temannya merasa terhina.


Sementara semua orang yang ikut mendengar nya merasa gemas dengan Beby, Sintia terkekeh pelan.


"Lo,,,!" teriak Viola sambil menunjuk Beby.


"Apa Tante?"


"Hahahaha,,,,," tawa semua orang.


Merasa semua orang menertawakannya,Kanaya menarik kedua temannya, dia tidak bisa melawan Beny leluasa Karena ada Nathan disana.


"Pintar nya Putri Mommy." ucap Sintia gemas.


"Hahahaha,,," Derrick tertawa mengingat wajah kesal Kanaya dan kedua temannya saat di bilang Tante oleh menantunya.


"Sekarang Beby masuk kelas." Sintia mencium puncak kepala Beby, diikuti Derrick terakhir Nathan.


Dan itu semua di saksikan oleh banyak siswa.


_


_


_


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK 😘😘😘