Beby Abigail

Beby Abigail
Berubah



❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


Happy reading guys 😘😘😘


Saat semua orang panik mencari Beby, di dalam ruang kerja Nathan, Nathan tidur begitu pulas duduk di kursi kerjanya.


Diluar Derrick baru ingat jika Nathan tidak ada.


"Nathan,,,!" pekik Derrick.


"Iya Nathan dimana dia?" tanya Sintia.


Sintia langsung melangkah menuju ruang kerja Nathan diikuti Derrick beserta keluarga Greyson.


Tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu Sintia langsung memasuki ruang kerja Nathan, mereka langsung membelalak.


"Ya Ampun Beby di cariin kemana mana ternyata nempel sama Nathan." ucap Sintia.


Keluarga Greyson mendesah lega melihat Beby tidur di atas pangkuan Nathan yang masih duduk di kursi kerjanya, Beby memeluk erat Nathan seolah takut di tinggalkan.


Sintia mendekat membangunkan Nathan dengan pelan,Nathan yang merasa terusik langsung membuka matanya,dia terkejut saat akan menggerakkan tubuhnya terasa berat, ternyata Beny tidur di atas pangkuannya.


Nathan bingung kenapa Beby bisa tidur di atas pangkuannya, perasaan semalam Beby tidak ada mendatangi dirinya.


"Dad coba kamu gendong Beby kasihan Nathan." ucap Clarissa.


Dengan perlahan Robert mencoba mengangkat Beby dari pangkuan Nathan, tapi tubuh Beby seperti ada lemnya, dia begitu lengket pada Nathan.


"Eghh,,,, Nathan,,," rengek Beby tangannya semakin erat memeluk Nathan.


Akhirnya mereka membiarkan saja Beby tetap tidur di pangkuan Nathan kerena tidak tega juga mengganggu Beby.


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


Lima tahun berlalu, Beby sudah menyelesaikan kuliahnya, dia sudah menerima keluarga kandungnya, namun masih tetap tidak bisa jauh dari Nathan.


Sikap manjanya sudah hilang,dia tumbuh menjadi wanita yang begitu cantik, secara bergantian tinggal di rumah keluarga Greyson dan keluarga Smith.


Sikapnya memang sudah tidak manja dan sepolos dulu, tapi berbeda saat bersama dengan Nathan, Beby tetaplah gadis manja dan polos.


pagi itu setelah Nathan berangkat ke kantor, Beby sibuk membuat kue di dapur, lebih tepatnya para pelayan yang membuat dia hanya menjadi penonton dan tukang cicip,Nathan melarang keras dia berada di area dapur tanpa ada pengawasan.


Setelah kuenya matang semua Beby menata di sebuah kotak, dia akan membawa ke kantor Nathan, sekalian mengantarkan makan siang.


Beby di antar supir menuju perusahaan Nathan, menggunakan Dress selutut bermotif bunga, Beby terlihat begitu menawan, tersenyum ramah pada setiap orang yang di jumpainya.


Sampai di depan ruangan Nathan tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu Beby langsung masuk ternyata di dalam Nathan lagi mengadakan meeting dengan beberapa klien.


Beby tersenyum canggung memilih mundur menunggu di luar, walau Beby merasa sikap Nathan sedikit berubah dia berusaha menepisnya, biasanya setiap Beby datang berkunjung apapun kesibukannya dia akan tetap menyambut nya tapi sekarang, boro boro menyambut, tersenyum pun tidak.


Hampir dua jam menunggu akhirnya beberapa klien Nathan keluar, berjalan perlahan Beby memasuki ruangan Nathan dilihatnya Nathan sedang berbicara lewat ponsel terlihat sambil tersenyum.


"Tunggu sepuluh menit aku sampai." ucapnya dengan senyumnya.


Beby memeluk Nathan dari belakang, tapi Nathan langsung melepaskan pelukan Beby, menatap Beby dengan tajam.


Beby merasa asing dengan sikap Nathan , dari tadi bangun Nathan sama sekali tidak bersikap manis terhadap dirinya, Beby pikir mungkin Nathan lagi ada masalah di kantor.


"Bisa tidak jika masuk ketuk pintu dulu." ucap Nathan dingin.


"Maaf " cicit Beby.


"Biasanya kan Beby memang langsung masuk saja."


"Maka dari itu ubah kebiasaan buruk mu itu."


"Beby bawakan makan siang buat Nathan." ucap Beby berusaha bersikap biasa saja walau hatinya sudah tidak karuan mendapat sikap dingin Nathan.


"Aku ada janji dengan klien."


"Makan sebentar saja ya,,," bujuk Beby.


Nathan mengambil jas yang dia sampir kan di kursi kerjanya, Beby memegang tangan Nathan saat hendak meninggalkan ruangan nya.


"Bersikaplah sedikit lebih dewasa, tidak semua keinginan kamu harus terpenuhi, berhenti ke kanakan." ucap Nathan.


"Aku hanya ingin kamu makan siang itu saja."


"Aku bukan anak kecil tidak perlu di paksa makan, aku sudah telat gara gara meladeni sikapmu ini." Setelah mengatakan hal itu Nathan meninggalkan Beby Sendiri yang masih mematung sambil berderai air mata.


Dengan berat hati Beby membawa kembali makanan yang dia bawa, sampai di lobi dia memberikan pada karyawan Nathan.


Beby melihat Nathan pergi meninggalkan area perusahaan, dalam hatinya sedikit ragu jika Nathan pergi meeting, karena setahu nya setiap Nathan pergi meeting tidak pernah luput membawa Vano bersamanya, tapi sekarang dia pergi sendirian.


Beby pulang menggunakan taksi tapi sebelum itu dia mampir di salah satu Cafe, Beby duduk di bangku dekat jendela, saat melihat keluar tidak sengaja dia melihat seorang yang begitu sangat di kenalnya sedang makan sambil sesekali tersenyum hangat.


"Nathan,,," ucap Beby pelan, melihat lebih dekat takutnya salah lihat nanti jadi Fitnah.


'Deg,,,'


Jantung Beby serasa berhenti berdetak, melihat Nathan mencium wanita di depannya.


Tidak bisa di tahan lagi Beby menghampiri Nathan.


"Jadi ini Klien kamu.?" tanya Beby mengagetkan Nathan.


Wanita yang bersama Nathan melihat Beby dengan pandangan meremehkan.


"Kekanakan,,," desisnya.


Walau pelan tapi Beby masih bisa melihatnya dengan jelas.


"Siapa yang Anda bilang kekanakan.?" tanya Beby dengan penuh penekanan.


"Kenalkan saya Laudia cinta pertama Nathan." tanpa tahu malu wanita itu memperkenalkan dirinya.


"Istri sahnya Nathan." balas Beby tanpa menyebutkan namanya.


"Hhh,,, Bisa tidak kamu pergi,kami masih ada urusan." Laudia mengusir Beby.


"Kalau saya tidak mau?" balas Beby.


"Pengganggu,,,"


"Urusan apa sampai saya tidak boleh mendengar pembicaraan kalian."


"Beby kamu pulang duluan saja, aku masih ada urusan dengan Laudia." Ucap Nathan mengusir Neny juga.


"Beby?" ulang Beby, Nathan bahkan sekarang memanggil namanya tanpa embel embel Dear, sayang atau panggilan sayang lainnya dan itu untuk pertama kalinya di depan wanita yang mengaku sebagai cinta pertama nya.


Beby merasa harga dirinya di rendahkan, dia bisa merasakan tatapan Laudia menyimpan Cinta, dan Beby tidak akan membiarkan siapapun mengambil Nathan dari sisinya.


"Kamu juga ikutan mengusir aku, yang jelas jelas istrimu demi wanita yang mengaku sebagai cibta6 pertama mu, atau memang masih cinta sampai sekarang." ucap Beby.


"Kita bicarakan nanti di rumah Sekarang, kamu pulang dulu."


""Aku tidak mau,,!" tolak Beby.


"Baiklah,," Ucap Nathan.


Hal mengejutkan terjadi Nathan menarik tangan Laudia meninggalkan Beby yang masih mematung menatap punggung Nathan yang perlahan menjauh dari pandangan Beby.


"Apa ini,,, kenapa begitu sakit,,," Ucap Beby menepuk dadanya pelan, air matanya mengalir deras, begitu sesak hingga bernafas pun sulit.


_


_


_


TBC


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK 😘😘😘