Beby Abigail

Beby Abigail
Sahabat Nathan



❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


Happy reading guys 😘😘😘


Beby memasuki kelas dengan riang di sambut teriakan kedua sahabatnya.


"Beby,,,!" teriak Feli dan Lia mereka berdua langsung memeluk Beby.


"Kita senang kamu tidak jadi di Skors."


"Baby juga senang." balas Beby.


Beby dengan tenang mengerjakan ujiannya, walau dia begitu polos soal otak jangan di tanyakan dia begitu pandai di semua mata pelajaran.


Empat puluh menit Beby sudah mengumpulkan tugas nya, semua kelas menatap Beby takjub.


"Adduh,,, pusing nih kepala." dumel Feli.


"Feli sakit ?" tanya Beby.


"Iya sakit mikirin soal ujian yang tidak masuk akal." jawab Feli.


"Hah,,,, Kok bisa Fel kan semua soalnya memang ada di buku." Ucap Beby polos.


"Au ah,,," Feli cemberut.


"Hahahaha,,,,, makanya belajar jangan pacaran mulu." Lia Tertawa mengejek Feli.


"Beb lo di jemput?" tanya Lia saat sudah sampai di parkiran.


"Iya." jawab Beby.


"Oh,,, yaudah kita duluan ya,, " Lia dan Feli memasuki mobil mereka masing masing.


"Oke,,,"


Beby duduk di depan sekolah menunggu jemputan, dia melihat siswa yang berlalu lalang banyak yang bawa kendaraan sendiri ada juga yang naik angkutan umum dan di jemput orang tuanya.


Sebuah mobil berhenti,Beby memperlihatkan dari arah lain Kanaya berlari mendekati mobil itu.


Saat pintu mobil di buka turunlah Sintia dan Robert yang datang menjemput Kanaya, Beby memandangnya tanpa berniat menyapa dia masih ingat kejadian kemarin.


Matanya bertubrukan dengan mata Sintia yang saat itu sedang memandang nya juga, mata Sintia memerah ingin sekali dia memeluk Beby, dalam hati dia bahagia karena Beby masih sekolah tandanya dia tidak jadi di Skors.


"Mommy Daddy,," Panggil Kanaya.


"Mommy sudah sembuh?" tanya Kanaya memeluk Sintia dan Robert manja dia ingin memamerkannya pada Beby.


"Mommy sudah tidak apa apa sayang." Sintia tersenyum mengelus rambut Kanaya.


"Mommy jangan sakit lagi, Carolina sayang Mommy."


"Mommy juga sangat menyayangi Carolina."


Beby diam tidak bergeming dia dengan jelas mendengar percakapan mereka, dia juga ingin memeluk Robert dan Sintia tapi dia sadar diri dia siapa hanya orang asing.


"Mommy sama Daddy mau kemana ?" tanya Kanaya.


"Kita langsung ke Butik ya,mencari baju yang cocok untuk princess untuk di gunakan nanti saat ulang tahun perusahaan." jawab Robert.


"Carolina mau gaunnya seperti Cinderella." ucap Kanaya.


"Apapun untuk princess."


"Ayo sayang."


Kanaya menoleh pada Beby kemudian tersenyum mengejek Beby.


Beby hanya diam tidak terlalu menanggapi Kanaya, dia hanya menatap punggung Sintia yang memasuki Mobil nya.


Setetes air mata Beby jatuh, dia membiarkan saja tidak menghapusnya.


Beby mulai bosan karena tidak kunjung di jemput akhirnya menyetop taksi meminta di antar kan ke perusahaan Nathan.


Sampai di perusahaan Beby bingung karena belum pernah ikut Nathan ke perusahaan, dulu hanya ikut Bundanya saja.


Vano yang kebetulan dari luar melihat Beby celingukan seperti anak hilang mendekati nya.


"Beby,,," panggil Vano.


"Eh,, kok Om tahu nama Beby, padahal kita kan tidak pernah bertemu." ucap Beby.


"Ada keperluan apa Beby kesini?" tanya Vano.


"Beby mau ketemu Nathan." jawab Beby.


"Kenapa tidak langsung masuk?"


" Hehe,,, Beby tidak tahu dimana ruangan Nathan." Jawab Beby sambil nyengir.


"Ayo biar aku antar."


Beby mengikuti langkah Vano sambil memperhatikan sekelilingnya.


"Ini ruangan Nathan, Beby langsung masuk saja ya, aku mau ke toilet dulu."


Tanpa mengetuk pintu atau memanggil salam, Beny langsung menerobos masuk melihat Nathan yang duduk di kursi kerjanya Beby langsung berlari duduk di pangkuan Nathan membenamkan wajahnya, memeluk Nathan dengan erat.


"Dear,,,," ucap Nathan setelah sadar dari keterkejutan nya.


Di sofa Ketiga teman Nathan menatapnya dengan pandangan aneh, baru kali ini ada wanita yang begitu berani memeluk Nathan.


Hanya Zein yang masih biasa biasa saja, karena dia sudah tahu.


Nathan yang sedang membahas suatu pekerjaan dengan teman temannya langsung di kaget kan dengan kedatangan Beby.


Sahabat Nathan ada empat orang, Alvian Adhitama, Morgan Maxwell dan David Mahendra, satu orang lagi Zein Alexander Greyson.


"Beby kenapa?" tanya Nathan lembut, ketiga sahabat Nathan makin terkejut mendengar Nathan berbicara lembut, ini benar benar kejadian langka pikir mereka.


"Maaf Aku lupa kalau Beby ujian, sama siapa Beby kesini?" tanya Nathan.


"Taksi." jawab Beby.


"Kenapa tidak menelpon aku Dear?"


"Hehehe,,, Beby lupa tidak membawa ponsel." jawab Beby.


Nathan yang gemas mencubit hidung mungil Beby, membuat Beby tertawa.


"Lain kali jangan sampai melupakan ponselnya lagi hm,,"


"Hahahaha,,,,"


"Khemmm" dehem Zein.


"Kok seperti ada yang batuk ya,,apa di ruangan Nathan ada Hantunya ya?" tanya Beby polos.


Zein mendelik dibilang hantu sama Beby, sementara ketiga temannya tidak bisa lagi menahan tawa, mereka tertawa keras.


"Hahahaha,,,,, hahaha."


"Sayang,,, ruangan kamu benar benar ada hantunya ya , kok sekarang ada yang tertawa." Beby menyembunyikan wajahnya di dada Nathan memeluk Nathan dengan erat, dia itu sangat takut dengan yang namanya hantu.


"Dek,,," panggil Zein.


"Kok suaranya seperti Beby kenal ya,,," ucap Beby.


Perlahan Beby menoleh, matanya langsung berbinar melihat Zein, Zein merentangkan tangannya, Beby bangun dari pangkuan Nathan berlari memeluk Zein.


"Abang,,,,," Ucapnya.


" Kok Abang ada disini?" tanya Beby.


"Ada meeting dengan Nathan." jawab Beby.


Nathan menarik Beby dari pelukan Zein, memeluk pinggangnya posesif.


"Ini siapa?" tanya David.


"My Wife." jawab Beby.


"Hah,,,,"


"Kenalin aku David Mahendra."


"Aku Alvian Adhitama."


"Aku Morgan Maxwell."


"Beby Om." jawab Beby.


"Emang kita setua itu." ucap David.


"Kalian memang sudah tua."


"Seriusan Beby istri lo?" tanya Morgan belum yakin.


"Buat apa gue bohong sama lo."


"Kapan nikahnya?" tanya Alvian.


"Sudah lama." jawab Nathan seadanya.


"Beby sudah makan?" tanya David.


"Belum om." jawab Beby.


"Jangan panggil kita Om dong panggil Abang saja ya seperti Beby manggil Zein."


"Oke,,," Sahabat Nathan begitu gemas dengan tingkah Beby,ingin sekali mencubit pipinya tapi pawangnya terlalu seram.


"Dear,,, mau makan apa?" tanya Nathan.


"Hm,,, Beby mau makan,,,," Beby masih berpikir mau makan apa.


"Beby mau Pizza dan Es krim saja."


"No Honey,,, kamu baru sembuh, kamu harus makan nasi." ucap Nathan.


Beby cemberut karena Nathan tidak mengizinkan dia makan Pizza dan Es krim, padahal dari tadi Beby sudah ngiler pengen makan itu.


"Boleh ya,,," bujuk Beby menatap Nathan dengan Puppy eyesnya.


"Tapi Beby makan nasi dulu, baru setelah itu makan Pizza sama Es krim,,,"


"Oke,," Beby tersenyum gembira mencium pipi Nathan.


Mereka keluar bersama menuju Restauran untuk makan siang bersama.


_


_


_


TBC


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK 😘😘😘


Terimakasih buat para Reders yang sudah setia membaca karya ku yang masih abal abal ini.


Lope lope sekebon deh buat kalian🥰🥰🥰


Kemarin kemarin gak bisa Update karena anak ujian jadi Mamanya harus Ekstra mengajari nya...


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️