
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Happy reading guys 😘😘😘
"Ke kantin yuk,,!" ajak Lia.
"Ayo,,," jawab Feli dan Beby bersamaan.
Mereka bertiga berjalan menuju kantin bersama,sambil tertawa bersama.
"Beby ingin makan Bakso." ucap Beby.
"Emang Beby boleh makan Bakso?" tanya Feli.
Bukan tanpa alasan Feli bertanya seperti itu, dulu saat Bunda Naina masih ada dia selalu membatasi makanan Beby,makanya saat sekolah dulu Beby selalu membawa bekal.
"Sekarang kan Beby sudah tidak punya Bunda jadi, tidak ada yang masakin Beby bekal,dadi sekarang Beny mau makan bakso" jawab Beby sendu.
"Jangan sedih gitu di dong,nanti Bunda ikutan sedih juga, sekarang kita makan bakso bersama sampai puas " hibur Lia.
"Aku boleh gabung gak?" Kanaya langsung duduk di sebelah Lia.
"Kita nolak lo juga udah duduk kan, di usir pun nanti ngadu ." ucap Lia dengan ketus.
"Jaga sikap kalian." ucap salah satu Bodyguard Kanaya.
"Ih,,, atuttt,,,, Hahahaha." Feli dan Lia tertawa bersama, melihat kedua sahabatnya tertawa Beby ikut ikutan tertawa.
'Brakk,,,' Kanaya menggebrak meja di depannya.
"Kalian berani menghina gue?" bentak Kanaya membuat seisi kantin memperhatikan mereka.
Beby mengangguk kemudian menggeleng,tidak terlalu paham dengan omongan Kanaya,dari tadi kan tidak ada yang menghinanya mengapa merasa terhina.
"Lo itu hanya manusia rendah tidak se level dengan gue." hina Kanaya sambil menunjuk Beby.
Saat pertama kali melihat Beby Kanaya sudah tidak menyukainya, kecantikannya membuat dia merasa tersaingi,jadi dia bertekad akan merebut apapun yang Beby punya.
"Kita pindah tempat duduk saja yuk,," ajak Lia.
"Ayo,,, lagian kita kan tidak se level dengan SULTAN kita kan hanya manusia RENDAH." Feli berkata dengan keras, menarik tangan Beby agar mengikutinya.
Beby hanya mengikuti kedua sahabatnya, tidak terlalu memperdulikan ucapan Kanaya.
"Huh,,, mentang mentang princess keluarga Greyson dia bersikap se enaknya, andai saja gue dari keluarga Romanov,,," Feli masih terus saja mengoceh.
"Kenapa kalau Feli keluarga Romanov?" tanya Beby polos.
"Ya,,, gue akan menendang tuh Princess songong Greyson." Feli berucap dengan ber api api.
Kanaya menatap tajam Beby dan sahabat nya, dia tidak terima di perlakukan seperti itu,dia akan mengadukan semuanya pada Daddynya.
Bel pulang sekolah berbunyi,Beby duduk di depan sekolah menunggu Nathan menjemputnya,panas matahari begitu terik, sebuah mobil mewah melewatinya, dan,,,, 'Byur,,,,,' ada yang melemparkan gelas plastik berisi air penuh membuat Beby basah kuyup.
"Ups,,,, sorry sengaja " Kanaya membuka kaca mobilnya.
"Biar gak kepanasan, air gratis buat Sampah kayak lo."
Beby menatap Kanaya heran,mengapa sedari tadi dia selalu mencari masalah kepadanya, memang dirinya punya salah apa.
Setelah mobil yang membawa Kanaya pergi,mobil Nathan datang.
Nathan memperhatikan Beby dari atas ke bawah mengapa istri kecilnya ini basah kuyup, perasaan tidak ada hujan justru sekarang begitu panas.
"Kenapa?" tanya Nathan singkat.
Beby menatap Nathan bingung,tidak mengerti pertanyaan Nathan, sementara Nathan mengutuk dirinya sendiri dia lupa kalau Istri mungilnya ini polos setengah Bodoh menurut nya.
"Kenapa basah semua?" Nathan mengulang pertanyaan nya Sekarang di perjelas.
"Hehehehe,,, tadi ada orang tidak sengaja melemparkan air pada Beby." jawab Beby.
Mana ada orang tidak sengaja,hingga membuat basah kuyup seperti itu, tapi Nathan tidak akan memperpanjang bertanya pada Beby karena jawabannya pasti akan muter muter jadi lebih baik dia bertanya pada bawahannya yang dia utus untuk menjaga Beby dari jauh.
"Ngapain kita kesini?" tanya Beby.
Nathan tidak menjawab dia membukakan pintu Mobil untuk Beby kemudian menggandeng nya membawa ke dalam butik.
"Aduuhhh,,, mimpi apa semalam sampai Ponakan tampan Aunty ini datang kesini." ucap Rosalina pemilik Butik dan merupakan sahabat Mommy nya Nathan.
"Carikan Baju yang cocok buat dia ." ucap Nathan.
"Waww,,, ini boneka apa Manusia " Rosaline menatap takjub pada Beby, Beby yang di tatap seperti itu hanya mengerjap lucu membuatnya semakin imut.
Setelah dari Butik Nathan membawa Beby ke sebuah Restauran karena dirinya ada Meeting dengan perusahaan Greyson Grub ,dia sengaja membawa Beby.
Nathan memasuki ruangan VIP menggandeng tangan mungil Beby.
"Dear,, kamu duduk diam disini, makan es krim sepuas nya kalau butuh apa apa minta pada pelayan,aku disana." tunjuk Nathan pada meja di sebrang.
Beby mengangguk saja karena dia sudah fokus pada es krim di depannya,Nathan mengacak pelan rambut Beby.
Di meja sebrang Zein dari tadi memperhatikan Beby, saat memasuki ruangan itu dia tidak bisa memalingkan wajahnya, jantung nya berdetak kencang, dia merasa dekat dekat Beby walau ini baru pertama kali nya dia melihat Beby.
"Maaf Lama." ucap Nathan.
"Hm,,," balas Zein singkat matanya masih tidak lepas dari Beby, Nathan hanya tersenyum samar.
Mereka berdua adalah sahabat lama dan sikapnya memang sebelas dua belas, dingin, datar dan pelit bicara.
"Siapa?" tanya Zein.
Nathan hanya mengangkat sebelah alisnya,dia tahu sahabatnya ini penasaran tentang Beby. Namun, dia memang sengaja membuat Zein makin penasaran.
"Beby." jawab Nathan tidak kalah singkat.
Zein menatap Nathan dengan tajam, dibalas Nathan tidak kalah tajamnya.
Zein berdiri berjalan mendekat pada Beby, duduk di depannya, namun Beby sama sekali tidak menyadari kehadiran Zein, dia tetap fokus pada Es krimnya.
"Pelan pelan makannya,," tegur Zein melihat makan Beby yang belepotan.
Beby menatap Zein dengan bingung, apakah dia mengenalnya, Beby mencoba mengingat namun dia memang tidak mengenalnya. Beby melanjutkan makannya Karena merasa tidak mengenal Zein.
Zein yang merasa di abaikan kembali bersuara
"Zein,," menyodorkan tangannya pada Beby, ini kali pertamanya dia mengajak orang berkenalan terlebih dahulu.
"Beby,," balas Beby dia buru buru menarik tangannya kembali.
Entah mengapa Zein merasa punya ikatan dengan Beby seperti tidak asing baginya,padahal dia begitu yakin kalau ini adalah pertemuan pertamanya dengan Beby.
Nathan mengangkat sudut bibirnya , tersenyum sangat tipis memperhatikan Zein yang mencoba berkenalan dengan Istri kecilnya senyum Zein mengandung banyak misteri mungkin hanya dirinya saja yang tahu.
Dia menyusul Zein ke meja Beby, kemudian duduk di samping Beby, mengusap sudut bibir Beby yang penuh dengan Es krim,Beby langsung nyengir pada Nathan.
"Pelan pelan aku tidak minta kok." ucap Nathan.
Zein sedikit terkejut dengan nada bicara Nathan yang baru pertama kalinya dia dengar biasanya dia akan bersikap dingin dan datar namun kali ini benar benar berbeda.
"Sudah ?" tanya Beby.
Nathan mengangkat bahunya, dia seolah mengabaikan keberadaan Zein, mengambil alih sendok di tangan Beby kemudian menyuapkan es krim pada Beby.
Dengan berbinar Beby menerima suapan dari Nathan, tanpa disadari Zein mengepal kan tangannya dia begitu iri pada Nathan, dia juga ingin menyuapi Beby,dia bukan menyukai Beby sebagai seorang perempuan, tapi entahlah,,, perasaannya tidak dapat di jabarkan.
_
_
_
TBC
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK 😘😘😘