
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Happy reading guys 😘😘😘
Ballroom hotel Greyson kini sudah di penuhi dengan tamu undangan, semua keluarga Greyson juga telah sampai kecuali Zein, mereka menyapa tamu mereka.
Kanaya terus mengekor dibelakang Clarissa dan Robert, dia ingin semua orang tahu jika dia adalah seorang princess di keluarga Greyson.
Di dalam mobil Beby sibuk memainkan jari jari Nathan, mereka berdua menggunakan mobil yang berbeda dengan Derrick dan Sintia jadi hanya ada mereka berdua di dalam mobil.
Nathan menyetir hanya dengan satu tangan karena satunya lagi di mainkan Beby.
"Dear,,,, Bagaimana jika seandainya kamu bertemu dengan Orang tua kandung kamu?" tanya Nathan.
"Beby tidak mau bertemu dia,Beby mau nya sama Nathan, Mommy dan Daddy saja." jawab Beby.
"Apapun yang terjadi nanti Beby harus nurut dan dan patuh padaku,,, paham?"
Beby mengangguk, karena saat ini memang hanya Nathan yang dia percaya, apapun yang Nathan katakan pasti dia akan menuruti nya.
Nathan tersenyum dia bersyukur karena Beby adalah gadis yang sangat penurut jadi dia tidak sulit untuk mengaturnya.
"Disana nanti jangan jauh dari aku ." lagi lagi Beby hanya mengangguk.
Sampai di Hotel mereka sudah di tunggu Derrick dan Sintia, dengan gantle Nathan membukakan pintu mobilnya untuk Beby.
Mereka menjadi pusat perhatian terlebih Nathan menggandeng seorang gadis, ini kali pertama nya dalam sejarah melihat Nathan bersama dengan wanita.
"Keluarga Smith,,,,"
"Keluarga Smith,,," Semua wartawan langsung mengerubungi mereka.
Nathan memeluk pinggang Beby melewati kerumunan para wartawan.
"Siapa gadis itu?" tanya para wartawan.
Nathan berhenti sejenak menoleh pada kedua orang tuanya seolah minta persetujuan,Sintia dan Derrick menganggukkan kepalanya.
"Wanita di samping saya ini adalah Istri saya." ucap Nathan tegas.
"Istri?"
"Ya,,."
"Kapan menikahnya ?"
"Mereka menikah sudah lama." jawab Sintia.
"Selamat Tuan Muda."
"Terimakasih,,, nanti saat acara Resepsi kami akan mengundang kalian."
setelah itu mereka memasuki Ballroom telah di sulap menjadi tempat pesta yang begitu mewah.
Saat itu juga mereka langsung menjadi pusat perhatian, tatapan mereka langsung mengarah pada Beby, gadis cantik yang saat itu di gandeng Nathan.
Di ujung ruangan Kanaya meremas ujung gaunnya dia begitu mengingat gaun yang di pakai Beby itu, gaun yang kemarin dia inginkan dan yang katanya untuk Istrinya Nathan, lagi lagi dia di kalahkan Beby, rasa bencinya pada Beby makin menjadi karena menurut Kanaya Beby telah merebut semua yang dia miliki.
'Aku akan merebut semuanya,,, awas kamu Beby!' ucap Kanaya dalam hati.
Robert dan Clarissa berjalan mendekati keluarga Smith, diikuti Kanaya di belakangnya, disana sudah banyak yang menyapa keluarga Smith, sekalian cari muka.
"Selamat malam keluarga Smith,,," ucap Robert.
Derrick tersenyum penuh arti pada Robert, bersalaman kemudian Derrick menepuk bahu Robert tiga kali berbisik.
"Sudah menemukan jawabannya?"
Robert menatap tajam Derrick, dibalas senyum miring Derrick.
"Beby?" Clarissa bertanya pada Sintia, jadi Istrinya Nathan adalah Beby.
"Iya,,, Beby menantuku ." jawab Sintia.
"Kenalin Sayang ini Aunty Clarissa dan Uncle Robert." Sintia memperkenalkan Beby pura pura tidak tahu jika mereka sudah saling mengenal.
"Beby,,," Beby mencium tangan Robert dan Clarissa bergantian.
Ingin sekali Robert dan Clarissa memeluk Beby, namun mereka tepis karena ada Clarissa di samping mereka.
"Apa kabar Beby?" tanya Clarissa.
"Beby baik baik saja Tante." jawab Beby.
Nathan dapat menangkap rasa tidak nyaman Robert dan Clarissa saat Beby tidak lagi menyebutnya Mommy dan Daddy.
Dari arah pintu masuk Zein datang dengan penuh pesona, dia berjalan dengan pasti menuju ke arah mereka.
Kanaya tersenyum melihat kedatangan Zein, dia berjalan mendekat ingin memeluk Zein namun Zein malah menghindar dan memeluk Beby dengan erat, walau Nathan tidak mengatakan jika Beby Adik nya yang hilang tapi dia yakin jika Beby memanglah Adiknya.
"Beby Cantik." ucap Zein.
"Abang juga Tampan." balas Beby.
Kanaya menatap marah pada Beby, segera menghampiri Beby dan mendorong dengan keras, hampir saja terjatuh untung nya Nathan dengan sigap menangkap Beby.
"Apa apaan kamu ini,,,!" Bentak Zein.
Semua orang begitu terkejut mendengar bentakan Zein ,menatap mereka dengan rasa ingin tahu.
"Abang bentak aku demi belain dia,,"
"Kenapa?"
"Yang adik Abang itu aku bukan dia,,," teriak Kanaya keras dengan tujuan agar semua orang tahu kalau dirinya adalah Princess Greyson.
"Hampir tujuh belas tahun kita berpisah tapi, Abang sama sekali tidak merindukan Adikmu."
"Aku merindukan Adik ku,,, sangat." balas zein penuh penekanan.
"Lalu kenapa Abang selalu belain dia, cewek kriminal ini." Tunjuk Kanaya pada Beby.
"Kenapa Bang,,,,!" teriak Kanaya, dia memperdalam lagi ekting nya demi mendapat simpati semua orang.
Athar yang baru datang Segera memeluk Kanaya , menenangkannya.
"Sudah dek,,,"
"Abang apaan sih bentak Adik sendiri hanya demi orang yang tidak jelas asal usulnya."
"Aku akan selalu membela Adikku."
Nathan dan Derrick saling melirik satu sama lain, tanpa mereka turun tangan untuk membuat keributan Kanaya sudah lebih dulu memperlancar rencana mereka.
"Tapi kenapa tadi Abang membentak aku?"
"Zein,,, Carolina sudah malu, kalian jadi pusat perhatian." tegur Robert.
"Tapi Abang keterlaluan Dad, Demi membela wanita ****** itu sampai membentak aku."
"Jaga mulut kotormu itu."
"Lagi lagi Abang belaian dia, Abang bilang akan selalu membela Adikku tapi kenapa Abang tidak membela aku? Kenapa Bang? Apa Abang juga menyukai ****** ini?"
Ingin sekali Sintia menabok mulut kotor Kanaya, tapi Derrick memegang tangannya, mengisyaratkan agar dirinya diam terlebih dahulu.
"Kenapa Carolina teriak teriak terus sih, apa tidak putus tenggorokannya?" ucap Beby pelan dalam pelukan Nathan.
Walau berbisik namun suara Beby masih bisa di dengar orang di sekitar nya, semua orang menahan tawanya, mendengar ucapan Beby.
"Hahahaha,,,,," karena sudah tidak tahan akhirnya tawa David dan Morgan meledak.
Nathan dan Zein menatap kedua temannya tajam.
"Bukan teman gue." ucap Alvian.
"Sorry sorry,,, lanjutkan." ucap David.
"Lo itu gak usah sok polos deh,,, uhukk uhuk,,," Kanaya membentak Beby namun kemudian tersedak ludahnya sendiri.
"Tuh kan sudah batuk,, makanya jangan teriak teriak mau Beby ambilkan minum duku setelah itu baru marah marah lagi." Beby berjalan menjauh mengambil air dan dia berikan pada Kanaya.
"Ini minum dulu." ucap Beby.
"Gue gak butuh minum dari dari lo "tolak Kanaya kasar sambil menepis air di tangan Beby.
_
_
_
TBC
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK 😘😘😘