Beby Abigail

Beby Abigail
Sayang



❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


Happy reading guys 😘😘😘


"Enghh,,,," perlahan mata bulat Beby mengerjap lucu menyesuaikan cahaya yang memasuki retinanya.


Melihat sekeliling kamar, dia terlihat bingung karena ini bukanlah kamarnya, kamar yang luasnya mungkin tiga kali lipat dari kamarnya.


Perlahan air mata Beby turun, dia mengingat Bunda dan Kakaknya yang meninggal kan dirinya sendirian, Beby takut dari kecil selalu ada Bunda dan Kakaknya tapi sekarang dia sendiri, haruskah dia mencari Ibu kandungnya, tapi apakah Ibunya mau menerima dirinya, sementara dulu saja dia memberikan secara cuma cuma pada Bundanya.


"Bunda,,, Kakak,,,, Beby takut,,," Beby memeluk tubuhnya sendiri sambil menangis, tiba tiba ada yang memeluk tubuhnya memberikan ketenangan padanya.


Nathan yang baru datang dari ruang kerjanya langsung memeluk Beby melihat Beby yang sedang menangis, dia tidak berkata apapun hanya memeluk sambil mengelus punggung Beby.


"Sudah,,,?" tanya Nathan.


Beby mengangguk sambil mengusap sisa sisa air mata di pipinya.


"Mau Es krim?" tawar Nathan, dengan antusias Beby langsung mengangguk, senyum langsung mengembang mendengar kesukaannya.


sepanjang perjalanan menuju dapur Beby tanpa malu malu menampakkan ke kaguman nya pada interior mewah Mansion Nathan.


"Wahh,,,, Amazing,," ucap Beby.


"Bang,,, kok ikannya ada di atas kita,, bagaimana nanti kalau kacanya pecah bisa mati semua ikannya, dan pecahan kacanya mengenai Beby." Beby memegang erat lengan Nathan, dia membayangkan bagaimana kalau kaca di atasnya itu pecah.


"Itu tidak akan pecah,, sekalipun Beby ikut berenang disana."


"Emang bileh Bang Beby berenang disana?"


"Boleh,, asal kamu tidak takut di gigit ikan Piranha." jawab Nathan.


"Abang,,,," rengek Beby.


Nathan merasa kurang cocok di panggil Abang, dia merasa jika panggilan itu lebih cocok untuk saudara.


"Jangan Panggil Abang"


Beby menatap Nathan bingung, kemarin kan memang Nathan yang menyuruhnya memanggil Abang, tapi sekarang malah melarang nya.


"Kan kemarin memang Abang yang menyuruh Beby untuk memanggil Om dengan Abang."


"Lalu Beby harus panggil apa?" tanya Beby dengan polos.


"Sayang,,"


"Sayang?" ulang Beby.


"Ya,,, mulai Sekarang Beby harus biasakan panggil aku sayang." jawab Nathan.


"Oke,,, Sayang" ucap Beby tanpa bantahan sama sekali.


Nathan tersenyum tipis, mengatur Beby bukanlah hal yang sulut karena pada dasarnya Beby memanglah sangat penurut.


Dan Nathan sangat memahami mengapa Naina begitu menghawatirkan Beby, Nathan sudah berjanji akan selalu menjaga Beby apapun yang terjadi, bahkan jika suatu saat nanti harus ber urusan dengan keluarga kandung Beby sekalipun.


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


"Dia memang benar benar Putra mu Dad." ucap wanita paru baya.


"Hahahaha,,, dan putramu juga sayang." balas seorang Pria paru baya yang merupakan suami wanita paru baya tadi.


"Kalau sudah ada maunya, tidak akan ada yang bisa menghalanginya."


"Biarkan saja Mom, lagian kan Nathan sudah Dewasa."


Ya kedua paru baya tersebut adalah Mommy dan Daddynya Nathan, mereka sedikit geram dengan tingkah putranya itu, karena menikah tanpa kehadirannya.


"Tapi Mommy suka sama istrinya Nathan itu Dad,, tapi,, seperti mirip seseorang gitu Dad." ucap Mommy nya Nathan.


_


_


_


TBC


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK 😘😘😘