
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Happy reading guys 😘😘😘
"Princess Sayang buka pintunya dong." Athar berusaha membujuk Kanaya.
"Maafkan Mommy sama Daddy sayang buka pintunya ya,,," Begitu juga dengan Robert dan Clarissa dia juga berusaha membujuk Kanaya.
"Ini sudah terlalu lama Dad, kita buka saja menggunakan kunci cadangan." Clarissa terlihat begitu panik.
Mereka membuka pintu kamar Kanaya dengan kunci cadangan, saat terbuka mereka membelalak.
"KANAYA,,,,,"
Clarissa berteriak melihat putrinya tergolek lemah tidak berdaya di depan pintu kamar mandi, dia segera mendekat kemudian memeluknya, betapa terkejutnya saat menyentuh kulit Kanaya yang sangat panas.
"Sayang bangun nak,," Clarissa sudah menangis.
Robert segera mengangkat tubuh putrinya, meletakkan di ranjang.
"Athar,, cepat hubungi Dokter." perintah Robert.
Clarissa menangis sambil mengelus rambut Kanaya, dia,dia merasa bersalah karena tadi mengabaikannya.
"Maafkan Mommy sayang."
Selang beberapa menit dokter pribadi keluarga Greyson datang, dia langsung memeriksa Kanaya.
"Putri saya baik baik saja kan Dok?" tanya Clarissa.
"Nona muda tidak apa apa, hanya saja mungkin terlalu banyak pikiran,dan dia merasa tertekan." ucap Dokter.
"Terimakasih Dok."
Setelah Dokter pulang Kanaya baru sadar, dia meringis karena kepalanya terasa sakit.
"Shh,,,"
"Kamu sudah sadar sayang?" Clarissa segera mengusap kepala Kanaya.
"Hiks,,, hiks,," Kanaya menangis membuat Robert, Clarissa dan Athar panik.
"Kenapa menangis Princess?"
"Kalian sudah tidak sayang lagi pada Carolina." ucap Kanaya.
"Kenapa kamu berbicara seperti itu sayang, kami sangat menyayangi kamu."
"Tidak,,, hiks,, hiks,,"
"Kami harus apa Sayang agar kamu percaya.?"
"Aku mau kalian jauhin Beby, aku tidak suka sama Beby, dia merebut Abang Zein"
"Hey,,, kan masih ada Abang." Athar langsung memeluk Kanaya.
Robert dan Clarissa bingung, mereka terlanjur menyayangi Beby, tapi disisi lain putri nya tidak menyukai Beby.
"Mommy sama Daddy sudah tidak sayang Carolina lagi hiks hiks,,," tangis Kanaya semakin kencang.
"Baiklah Princess kami akan menjauhi Beby, tapi princess berhenti ya menangis nya." Ucap Robert.
Kanaya langsung memeluk Robert dan Clarissa, dia senang karena Mereka akan menjauhi Beby.
Pagi pagi sekali Beby sudah siap dengan seragam sekolahnya, dia bangun tanpa harus di bangunkan Nathan, sekarang dia lagi duduk manis di meja makan sambil memperhatikan Sintia yang mondar mandir mempersiapkan sarapan.
"Mommy,,, Beby bantu ya,," ucap Beby.
"Tidak sayang,, nanti kamu kotor, sekarang duduk manis disitu." memang dari tadi Beby ingin membantu tapi di larang Sintia jadilah dia hanya jadi penonton duduk di meja makan.
"Sayang ini bekalmu, jangan jajan sembarangan." Sintia memberikan kotak makan hello Kitty berwarna pink, dia sengaja menyiapkan bekal untuk Beby.
"Terimakasih Mommy." Beby menerima bekalnya dengan mata berbinar.
Sintia sangat menyayangi Beby,dari dulu dia ingin punya anak perempuan, tapi tidak kesampaian dan sekarang adanya Beby benar benar memenuhi ke inginan nya, apalagi Beby adalah anak yang sangat penurut.
"Sini Sayang Mommy kuncirin rambutnya." Sintia dengan telaten menguncir rambut Beby.
'Cup' "terimakasih Mommy nya Beby." Beby mencium pipi Sintia.
"Sama sama Putri cantiknya Mommy." jawab Sintia.
Sampai di sekolah Sintia juga ikut turun, dia memberikan beberapa lembar uang pada Beby.
"Sayang,, ini uang jajan kamu."
"Uang jajan Beby masih ada Mom." jawab Beby memperlihatkan uang di berikan Nathan.
"Sudah ambil ini dari Mommy." Sintia tetap memberikan Beby uang.
"Ingat pesan Mommy, jangan jajan sembarangan, makan bekalnya, habiskan ya, dan pulang tunggu Nathan, Mommy atau Daddy ya." Beby mengangguk tidak membantah sama sekali, itulah yang membuat Sintia dan Derrick begitu menyayangi Beby, layaknya putri kandung mereka.
'Cup' Sintia mencium puncak kepala Beby.
'Cup' Derrick menyusul Istrinya keluar dan ikut mencium kening Beby.
'Cup cup' Beby mencium pipi Derrick dan Sintia bergantian.
"Ingat pesan Mommy sayang."
"Oke Mommy." ucap Beby sambil mencium tangan Derrick dan Sintia.
"Kalau begitu Mommy sama Daddy pulang dulu, dada, Putri cantik nya Mommy."
Setelah kepergian Derrick dan Sintia sebuah mobil mewah berhenti tepat di depan Beby, Mata Beby langsung berbinar melihat siapa yang turun dari mobil tersebut.
Kanaya turun di ikuti Robert dan Clarissa juga Athar, mereka mengantarkan Kanaya sekolah, meski masih belum sembuh total tapi dia tetap memaksa untuk sekolah.
"Jaga kesehatan kamu sayang, jangan terlalu capek ya,," ucap Clarissa mengelus Kepala Kanaya dengan penuh kasih sayang.
"Mommy Daddy,,,!" Panggil Beby dia mendekat ingin mencium tangan Robert dan Clarissa tapi malah di abaikan.
Menunggu sedikit lama akhirnya Beby kembali menarik tangannya, walau kecewa tapi dia tetap tersenyum, dia senang karena bertemu lagi dengan Robert dan Clarissa.
"Mommy sama Daddy nganterin Caroline?"
"Jangan panggil Mommy dan Daddy lagi mereka bukan orang tuamu." bentak Kanaya.
"Princess,," tegur Robert.
"Daddy mau belain dia."
"Tidak, bukan seperti itu Princess."
"Hiks,,, hiks,," Kanaya sudah menangis.
"Maaf,,," cicit Beby pelan, dia menunduk dia merasa bersalah.
Sakit, satu kata dalam diri Robert dan Clarissa, tadi mereka juga sangat bahagia melihat Beby memanggilnya dengan senyum cerahnya,namun mereka sengaja mengabaikannya demi menjaga perasaan Kanaya.
Mereka tidak tega melihat Beby, rasanya begitu nyeri saat Beby di bentak,saat Beby menarik tangannya kembali jantung Clarissa serasa berhenti berdetak, memandang dirinya dengan senyum, namun dia tahu di balik senyum itu ada rasa sakit yang di sembunyikan oleh Beby.
"Jangan panggil kami Mommy dan Daddy lagi." ucap Clarissa menahan sesak di dadanya saat mengucapkan hal itu.
"Baik Om, Tante, Maaf." ucap Beby menatap Clarissa dan Robert bergantian.
Athar yang sedari tadi menjadi penonton,merasa tidak tega pada Beby,namun dia harus menjaga perasaan Adiknya dengan berpura pura tidak menyukai Beby.
"Tidak usah sok kenal dan sok dekat dengan kami, kalau bisa jauhi Bang Zein,kamu harus sadar diri, jika memang kamu butuh uang katakan kami akan memberikan asal jauhi keluarga kami." ucapan Athar benar benar membuat Beby kaku,dia sudah terlanjur nyaman dekat dengan Zein.
'Deg,,' Bukan hanya Beby yang sakit mendengar ucapan Athar tapi Robert dan Clarissa juga merasakan hal yang sama, bahkan lebih.
"Athar,,!" bentak Robert.
"Tidak apa apa om, Beby mengerti kok, mulai sekarang Beby tidak akan sok dekat dengan keluarga Om, dan akan menjauhi Bang Zein."
"Tidak usah panggil Abang, dia bukan Abang lo." Kanaya berkata dengan ketus.
"Baik,,, " jawab Beby.
"Princess sekarang kamu masuk kelas ya,," ucap Athar pada Kanaya dengan lembut.
"Oke Abang Carolina masuk dulu ya,,,"
_
_
_
TBC