
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Happy reading guys 😘😘😘
Sampai di Restoran semua orang menatap Iri pada Beby di kelilingi oleh lima pangeran tampan negri ini, jajaran pengusaha muda yang sukses.
Beby duduk di apit Nathan dan Zein, sambil menunggu pesanan Beby memainkan game di ponsel Nathan sambil menyandarkan kepalanya di bahu Nathan.
"Lo nikah gak ngundang ngundang kita." ujar Alvian.
"Nanti pas resepsi."
"Zein,, katanya nanti pas acara ulang tahun perusahaan lo sekalian mau memperkenalkan Adik lo ya?" tanya David.
"Hm,," jawab Zein.
"Pasti Adik lo cantik banget ya secara kan keturunan keluarga Greyson tidak pernah gagal."
"Kecuali lo,,," celetuk Morgan menunjuk Zein.
"Hahahaha,,,,," tawa David dan Alvian, melihat itu Beby malah ikutan tertawa.
"Hahahaha,,,,," Nathan, Zein dan ketiga sahabatnya langsung menoleh pada Beby.
"Beby ikut menertawakan Abang?" tanya Zein di balas gelengan kepala oleh Beby.
"Lalu kenapa Beby tertawa?" tanya David.
"Ya karena Abang tertawa, jadi Beby ikut tertawa juga." jawab Beby.
"Hahahaha,,,," Morgan, Alvian dan Morgan kembali tertawa.
"Lucu Banget sihh Beby pengen di bawa Pulang." ucap Alvian dan sukses mendapat tatapan tajam dari Nathan.
"Canda Bro hehe,,,"
Makanan pesanan mereka datang, dengan lahap Beby makan dengan lahap, dengan telaten Nathan mengusap bibir Beby yang belepotan.
"Pelan pelan Dear,,,"
"Oke,,,"
'Drtt,, drtt,,,' ponsel Nathan berdering, Mommy nama yang tertera di layar ponselnya, Nathan segera mengangkatnya.
"Nathan,,, Beby sama kamu?" tanya Sintia langsung.
"Iya Mom,," jawab Nathan.
"Tolong antar kan Beby ke Butiknya Aunty Rosalina ya,,,Mommy tungguin."
"Hm,," jawab Nathan.
Setelah makan Siang, sesuai dengan perintah Mommy nya dia mengantar kan Beby menuju Butik Rosalina.
"Ngapain kita kesini?" tanya Beby.
"Ketemu Mommy" jawab Nathan.
"Oh,,,"
Nathan menuntun Beby membawanya masuk.
"Mommy,,,," teriak Beby.
"Sayang,,," Sintia memeluk Beby.
"Duhh,,, jadi iri sin sama kamu, punya menantunya yang cantiknya seperti Boneka seperti ini." Rosalina mencubit pipi Beby gemas.
"Daddy dimana?" tanya Nathan.
"Tuh,,," Sintia menunjuk Derrick yang sibuk dengan ponselnya, Nathan segera menghampiri Derrick duduk di depannya.
"Tapi tunggu sin,,, Beby ini mirip siapa gitu" Rosalina berpikir.
"Mirip Clarissa " ucap Sintia.
"Iya betul,,, Beby benar benar mirip Clarissa, apa jangan jangan,,,, tapi tadi Clarissa datang kesini bersama dengan putri nya yang hilang itu."
"Mungkin kebetulan saja."
"Masak sih Sin, Beby terlalu mirip dengan Clarissa, berbeda dengan Carolina yang tidak ada sedikitpun kemiripan dengan Clarissa." Rosalina masih mengamati setiap lekuk wajah Beby.
"Bukan hanya dari segi wajah tapi kesukaan Beby sama persis dengan Carolina." Ucapan Sintia membuat jiwa detektif Rosalina bangkit.
"Tidak usah jadi Detektif detektifan seperti Upin Ipin deh Ros." Sintia sudah hafal dengan tabiat sahabatnya ini, yang kalau sudah kepo akan menjadi detektif seperti Upin Ipin.
"Hahahaha,,, Aku kira kamu sudah lupa dengan kebiasaan aku Sin." Rosalina tertawa.
"Cepat ukur tubuh Beby,,, aku mau gaun yang Beby gunakan melebihi Anaknya Clarissa itu."
"Kamu mau nyaingin pemilik pesta Sin?" tanya Rosalina.
"Iya,,, habisnya aku itu kesal sama anaknya Clarissa, seenaknya memfitnah Beby."
"Aku juga sedikit tidak menyukai Carolina sikapnya itu seperti apaan."
"Sudah selesai belum Mom?" tanya Nathan.
"Hampir Selesai." jawab Rosalina segera mengukur tubuh Beby.
Setelah selesai Nathan membawa Beby pergi dari Butik, Rosalina mengeluarkan sebuah gaun yang begitu indah, tinggal mencocokkan dengan ukuran tubuh mungil Beby.
"Waw,,, gaun rancangan mu memang tidak pernah mengecewakan Ros." Ucap Sintia penuh ke kaguman.
"Ini khusus buat Beby, kita tinggal mencocokkan saja dengan tubuh Beby." Rosalina berkata dengan senyum manisnya.
"Pokoknya Beby harus mengalahkan Princess Greyson yang songong itu." Sintia berkata dengan senyum sinisnya.
"Kita buat Beby jadi Bintang." sambung Rosalina.
"Hahahaha,,," mereka berdua tertawa bersama.
"Ros,,,," panggil Clarissa datang lagi bersama Kanaya dan Robert.
"Clarissa,,,, kenapa balik lagi?" tanya Rosalina.
"Tas aku ketinggalan itu,,," tunjuk Clarissa pada tas di meja.
"Oh,,,"
"Kamu disini juga Sin?" tanya Clarissa pada Sintia.
"Iya,,, "
Kanaya sedikit terkejut melihat Sintia dan Robert, dia ingat tadi pagi mereka yang mengantarkan Beby ke Sekolah dan Mommynya mengenal mereka, sebenarnya siapa Mereka pikir Kanaya.
"Mom,,," panggil Kanaya.
"Oh,,, Sin kenalin ini Caroline putriku." Clarissa mengenalkan Kanaya.
"Carolina,,,tan" Kanaya mencium tangan Sintia.
"Ini Aunty Sintia sayang Mommy nya Nathan." ucap Clarissa.
Kanaya yang mendengar nama Nathan langsung bersemu merah, dia begitu menyukai sosok Nathan dan sudah bertekad untuk menjadikan Nathan sebagai miliknya.
Dalam hati Sintia merasa dongkol melihat tingkah Kanaya yang sok sok malu malu kucing, ingin sekali dia menampol nya.
"Bang Nathan dimana Aunty?" tanya Kanaya sok kenal sok dekat.
"Di kantor." jawab Sintia singkat, Clarissa dapat menangkap kalau sahabatnya itu tidak menyukai putrinya.
"Sayang ini masih jam kantor jadi pastinya Nathan masih di kantor sama seperti Bang Zein."
Kanaya menatap Kagum pada gaun yang di pegang Rosalina, dia ingin memakainya saat pesta ulang tahun perusahaan.
"Mom,,, aku ingin gaun itu." rengek Kanaya pada Clarissa, Clarissa menatap gaun yang di pegang Rosalina, memang gaun itu begitu indah, bahkan lebih indah dari pada gaun yang tadi dia pesan untuk Kanaya.
Mengerti akan tatapan Clarissa, Rosalina segera bersuara, Sintia dan Clarissa sama sama sahabat nya tapi dia lebih menyukai Beby dari pada Kanaya.
"Ini gaun sudah punya orang Ris,," Rosalina berkata sedikit merasa tidak enak pada Clarissa.
"Tapi aku mau itu Mom,,,"
"Ros,,, aku beli dengan harga yang lebih tinggi ya gaun itu."
"Tidak bisa Ris,,,."
"Atau kamu buatkan satu lagi gaun yang seperti itu untuk Carolina."
"Kamu kan tahu sendiri Ris,,, desain ku hanya satu tidak akan pernah mengeluarkan dua produk."
"Atau biar aku saja yang bilang pada pemilik Gaun itu."
"Saya tidak mau gaun itu ada duplikat nya, atau diberikan pada orang lain" ucap Sintia.
"Gaun ini punya kamu Sin?" tanya Clarissa.
"Iya gaun itu punyaku." jawab Sintia.
"Tapi ini kan gaun remaja Sin."
"Bukan aku yang akan memakainya tapi menantuku."
"Kamu sudah memiliki menantu?" tanya Clarissa.
"Iya,,,"
"Lalu soal perjodohan itu,,"
"Maaf ya Ris,,, bukannya aku menolak perjodohan itu, waktu itu aku ingin bilang tapi kamu keburu pergi, sebenarnya Nathan sudah memiliki istri." Sintia berkata dengan sedikit tidak enak walau bagaimanapun Clarissa adalah sahabat baiknya.
"Istri?" ulang Clarissa.
"Ya,,, Nathan sudah menikah." jawab Sintia.
"Kapan menikahnya?"
"Sudah sedikit lama, tapi dirahasiakan demi kenyamanan menantuku."
_
_
_
TBC
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK 😘😘😘