Beby Abigail

Beby Abigail
Mertua jahat



❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


Happy reading guys 😘😘😘


"Sayang,, seharusnya kamu lebih lembut pada Adikmu, dia hanya ingin kamu perhatikan." Clarissa berkata dengan lembut.


"Jangan terlalu dingin gitu" lanjut Clarissa.


"Zein malas harus bersikap lembut karena itu memang bukan sifat Zein mom." balas Zein.


"Sayang,,,, Abang,,,!" teriak Beby.


'Deg,,,'


Jantung Robert dan Clarissa berdetak lebih kencang mendengar suara teriakan Beby.


Zein menoleh lalu tersenyum pada Beby, Nathan pun melakukan hal yang sama.


"Sudah ?" tanya Nathan lembut.


"Haus,," ucap Beby Manja.


Robert dan Clarissa terus menatap Beby, perasaannya tidak bisa di Jabarkan, seluruh aliran darahnya berdesir, entah mengapa mata Clarissa langsung berkaca kaca.


"Tante kenapa?" tanya Beby dengan lembut, dia mendekat kearah Clarissa kemudian mengusap air mata di pipi Clarissa.


Clarissa memegang tangan Beby di pipinya, rasanya hangat,dia merasa punya ikatan dengan Beby.


"Tante tidak apa apa kok sayang,nama kamu siapa?" tanya Clarissa lembut, dia membelai rambut Beby dengan penuh kasih sayang.


"Beby." jawab Beby dengan wajah imutnya.


"Tadi katanya tadi Beby haus ini minum dulu." Entah dapat dari mana Robert memberikan satu botol air mineral pada Beby.


"Terimakasih Om." Beby meneguk minumannya dengan cepat karena dia benar benar haus.


"Om dan Tante siapa?" tanya Beby.


"Om dan Tante itu Mommy sama Daddy nya Abang Zein." jawab Clarissa.


"Oh,,," Beby membulatkan mulutnya membuat Semua orang disana gemas sama Beby.


"Beby jangan panggil Tante ya,, panggil Mommy saja ya " Ucap Clarissa.


"Emang boleh?" tanya Beby.


"Boleh dong sayang, kan ini memang keinginan Mommy,coba Beby panggil Mommy."


"Mommy,," panggil Beny pelan.


Clarissa langsung memeluk Beby dengan penuh kasih sayang, dia benar benar menganggap Beby seperti putrinya walau ini adalah pertemuan pertama mereka.


"Beby tidak adil masak hanya Mommy, Om ingin di panggil Daddy juga dong." Robert juga ikutan minta dipanggil Daddy.


"Daddy,," panggil Daddy dengan mata berbinar, ini pertama kalinya dalam hidup dia memanggil laki laki dengan title Ayah.


Beby berhambur memeluk Robert, dia merasa nyaman dalam pelukan Robert, dan rasa nyaman itu tidak pernah dia rasakan sebelumnya,rasa terlindungi saat bersama Robert,Beby merasa aman saat di peluk Robert.


"Hiks,,, hiks,," Beby tiba tiba menangis membuat mereka panik kecuali Nathan yang menatap mereka dengan penuh arti.


"Kenapa menangis sayang?" tanya Robert dengan lembut,membuat Beby semakin menangis kencang.


"Jadi begini rasanya di peluk Ayah, dari kecil Beby tidak pernah merasakan di peluk Ayah, dan tidak pernah memanggil orang dengan itu" ucap Beby membuat mereka iba, Robert kembali memeluk Beby, mencium puncak kepala Beby dengan penuh kasih sayang.


"Sekarang Beby sudah punya Ayah, Daddy sekarang Ayahnya Beby, jadi kalau Beby butuh apapun bilang sama Daddy ya." ucap Robert.


Beby mengangguk dalam pelukan Beby, dia tersenyum senang.


"Makasih Daddy."


'Cup' Beby mencium pipi Robert membuat Robert gemas menarik hidung mungil Beby, kemungkinan menarik kembali dalam pelukannya.


Zein menatap haru Beby yang sedang memeluk Daddynya.


"Abang cemburu loh, masak cuma Mommy dan Daddy yang dapat pelukan tapi Abang tidak." Zein pura pura merajuk.


"Abang,,,," Beby memeluk di balas Zein dengan sedikit kencang.


"Abang,,,,," rajuk Beby.


"Sakit tahu."


"Hahaha,," Robert dan Clarissa memandang takjub,baru kali ini melihat putra sulungnya tertawa, biasanya hanya tersenyum saja, tapi kali ini tertawa renyah,memang Beby mampu membuat orang langsung jatuh cinta.


"Mommy,,," panggil Kanaya yang baru kembali dari toilet bersama Athar.


"Sayang,,, kok lama?" tanya Clarissa.


"Sakit perut Mom." jawab Kanaya.


"Kamu,,," teriak Kanaya saat melihat Beby di samping Zein.


Beby menatap heran Kanaya.


"Pergi,," Kanaya mendorong tubuh Beby dari sisi Zein, tubuh Beby sedikit terhuyung ke belakang, untung saja Nathan dengan sigap menangkap tubuh Beby.


"Apaan sih?" Zein menatap tajam Kanaya.


"Abang lebih belain dia." mata Kanaya sudah berkaca-kaca.


Mereka menatap heran Kanaya apakah dia we mengenal Beby.


"Sayang,,, kamu kenapa mendorong Beby nak? " tanya Clarissa.


"Aku tidak suka Mom dia dekat dekat dengan Abang, di sekolah dia juga mengejek aku." jawab Kanaya.


"Gara gara dia aku tidak punya teman disekolah." adu Kanaya.


Dia makin tidak menyukai Beby karena dekat dengan Zein dan Nathan.


Athar yang mendengar itu merasa geram pada Beby, tampangnya saja seperti polos tapi ternyata.


"Jadi kamu hah,,, yang menggangu Princess?" bentak Athar pada Beby.


Beby yang dari kecil tidak pernah di bentak langsung terkejut dan memeluk Nathan dengan erat.


Zein langsung menarik tubuh Athar dengan kasar, dia tidak terima ada yang membentak Beby walau itu Adiknya sendiri,walau dia baru mengenal Beby, tapi dia tidak mempercayai apa yang di katakan Kanaya.


"Abang lebih belain perempuan Jal*ng ini" ucap Athar sambil menunjuk Beby.


'Brakk,,,' Nathan langsung menendang Athar dengan keras, sehingga membuat Athar jatuh.


"Jaga mulut kotor mu, jika tidak ingin saya buat bisu." Setelah mengatakan itu Nathan menggendong Beby membawanya pulang ke Mansion.


'Bugh,,,,'Zein ikut menonjok Athar.


"Sudah sudah,,, jangan seperti anak kecil." lerai Clarissa, dalam hati yang paling dalam dia juga tidak terima Beby di bilang ******, dia merasakan sangat sakit.


"Kita pulang,,,!" ucap Robert dingin, bayangan saat Beby ketakutan saat di bentak Athar membuatnya emosi.


"Tapi Dad,,," ucap Kanaya.


"Pulang Carolina." tegas Robert, tidak ada panggilan sayang atau princess menandakan kemarahan sedang menguasai dirinya.


Kanaya langsung memasuki kamarnya, dia marah dan menyalahkan Beby, gara gara dia Keluarganya marah.


Begitu juga Robert dan Clarissa langsung memasuki kamarnya.


"Bagaimana keadaan Beby ya Dad?" ucap Clarissa, dia begitu mengkhawatirkan Beby.


"Aku tidak tahu mengapa bisa begitu menyayangi Beby, padahal ini pertemuan pertama kita, aku merasa seperti memiliki ikatan dengan Beby Dad."


"Aku juga merasakan hal yang sama." Robert memeluk Clarissa yang sedang menangis.


Beby sudah kembali ceria, tadi Nathan membelikan permen dan coklat kesukaan Beby, sekarang mereka sudah sampai di Mansion.


"Nathan,,," panggil Sintia Romanov, Mommy nya Nathan.


Sintia dan Derrick Romanov Daddynya Nathan duduk menatap Nathan dan Beby dengan tajam.


"Duduk,,!" perintah Derrick.


"Siapa?" tanya Derrick pada Nathan saat sudah duduk.


"Tidak usah pura pura tidak tahu, paman Sam pasti sudah melaporkan semuanya." jawab Nathan.


Beby menunduk tidak berani menatap Mommy dan Daddynya Nathan, yang ber arti mertuanya, dari film yang sering dia tonton mertua itu jahat jadi Beby takut.


_


_


_


TBC


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK 😘😘😘